www.poultryindonesia.com. Mungkin sebagian dari kita masih
ingat bagaimana resahnya masyarakat perunggasan Indonesia awal 2005 ketika masuknya CLQ (chicken
leg quarter) melalui
Nangroe Aceh Darussalam (NAD) sebagai
bantuan AS atas musibah tsunami.
Walau menuai reaksi keras dari masyarakat luas karena sangat dapat dipastikan hal itu akan menghancurkan usaha
dan industri perunggasan nasional,
‘toh’ CLQ tersebut tetap masuk dengan harga jual sangat murah, disamping pemerintah hanya
menetapkan Bea Masuk (BM) 25%. Padahal waktu itu HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia)
sudah mengusulkan 120%, selain tingkat kehalalannya juga diragukan.