Dalam pidato ilmiahnya yang berjudul “Pengembangan Vaksin dan Obat Unggas yang Inovatif dalam Upaya Peningkatan Protektivitas”, Jonas Jahja mengungkapkan bahwa virus Newcastle Disease (ND) yang tersebar di Indonesia sejak 2009 sampai 2012 adalah ND genotipe VII H dan pada periode 2013 sampai 2017 bertambah dengan genotipe VII E. Virus ND genotipe VII termasuk strain virus velogenic (ganas), sehingga diperlukan vaksin ND inaktif menggunakan seed homolog dengan strain virus di lapangan. Selain itu, ia juga mengembangkan obat herbal dari ekstrak herbal guna memaksimalkan kerja vaksin dan meningkatkan protektivitas. Pengembangan vaksin dan obat herbal yang dilakukannya bersama dengan PT. Medion ini didukung dengan teknologi processing dan jaminan mutu yang terstandar sehingga dihasilkan produk aman dan berkualitas baik.
Jonas Jahja saat menyampaikan orasi ilmiah.
Jonas Jahja berharap, riset tentang vaksin dan obat unggas kedepannya dapat terus dikembangkan karena virus selalu mengalami mutasi genetik dan berubah-ubah sehingga diperlukan vaksin yang homolog. “Riset ini tidak boleh berhenti dan harus terus dikembangkan,” ungkapnya.
Jonas Jahja menutup pidatonya dengan mengungkapkan rasa terima kasih kepada orang-orang yang berperan dalam hidupnya, yaitu kepada rekan sejawat di PT. Medion sebagai tempatnya berkarya. Ia sampaikan pula ucapan terima kasih secara khusus kepada istri yang telah menemaninya selama 50 tahun dan sangat berperan dalam pencapaian prestasi sampai saat ini, yakni Amalia Jonas. “Dibalik ke­suksesan seorang suami pasti ada istri yang luar biasa,” sanjung Jonas Jahja kepada istri diikuti tepuk tangan meriah.
Rektor Undip, Prof. Yos Johan Utama S.H., M.Hum, dalam sambutan pidatonya mengungkapkan bahwa pemberian gelar Doktor HC kepada Jonas Jahja didasarkan pertimbangan kepantasan dan kepatutan (fit and proper test) yang sangat ketat baik dari sisi akademik maupun non-akademik. “Beruntung kita memiliki insan negara ini seperti Bapak Jonas yang dengan tekun melakukan berbagai riset di bidang peternakan,” ungkap Rektor Undip dalam pidatonya. Jonas secara akademik telah berperan dalam memperkuat ketersediaan pangan nasional melalui pengembangan vaksin dan obat unggas.
Acara penganugerahan tersebut turut disaksikan oleh keluarga, sejumlah jajaran manajemen PT. Medion, rekan sejawat, hingga pelanggan PT. Medion yang memenuhi aula ruang sidang.
Riwayat Hidup Drs. Jonas Jahja, Apt. :
Jonas Jahja lahir di Indramayu, pada 30 Januari 1945 dan meraih gelar S1 dalam bidang farmasi (1969) di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan meraih gelar program pendidikan profesi apoteker (1971). Beberapa penghargaan dari Kementerian Pertanian pernah diarihnya diantaranya yaitu Pelopor Usaha Obat Hewan & Vaksin yang Berorientasi Kerakyatan & Ekspor (2002), Widya Karta Satya Nugraha on Human Research Development Category (2010) dan Cipta Piranti Adi Satwa Nugraha on Competitive Input Engineering Category. Adv