Zaenal (kanan) bersama dengan salah satu peternak plasma.
Nazar PS merupakan salah satu peternakan yang berlokasi di Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Pemilik peternakan tersebut merupakan seorang pria asli Ciamis, yakni Zaenal Arifin. Keinginannya untuk menjadi wirausahawan sudah ada sejak lama dan pada akhirnya ia memilih beternak ayam sebagai usaha yang digelutinya hingga saat ini.
Himpun ilmu dan pengalaman
Dengan bermodalkan ilmu yang didapatnya dari bangku kuliah, pada 2010 Zaenal mantap memulai usaha ternak ayam jantan. “Saya melihat peluang usaha ini di Ciamis cukup besar,” ungkap sarjana Peternakan dari Universitas Wangsa Manggala, Yogyakarta ini.
Ia merintis usahanya dengan modal seadanya untuk membeli day old chick (DOC). Saat itu Zaenal masih mengurus sendiri peternakannya. “Lama-kelamaan untungnya mulai kelihatan, maka saya teruskan,” ujar Zaenal. Meski demikian, jatuh-bangun pun pernah ia rasakan, seperti mengalami kerugian, namun beruntung hal tersebut masih bisa ia kendalikan.
Berkat kesungguhan dan ketekunan dalam menjalankan usahanya, kini Zaenal menuai kesuksesan. Saat ini ia telah memiliki hampir 200 plasma. Populasi secara keseluruhan mencapai ratusan ribu. Distribusinya pun telah menyebar ke sejumlah kecamatan di Ciamis. Ditambah lagi, tidak seperti sebelumnya, saat ini ia telah memiliki sejumlah pegawai untuk membantunya di kandang.
Meski harga ayam di pasaran ada kalanya fluktuatif, Zaenal tetap optimis untuk melanjutkan usahanya. “Saya berharap ada perhatian dari pemerintah terkait pengendalian harga di pasar, kalau saya bisa dapat untung besar, saya ingin kembangkan usaha saya dengan tambah populasi,” lanjutnya.
Dengan segala tantangan yang ada, Zaenal tidak abai dalam hal memproteksi kesehatan ayam di peternakannya. Ia menjaga usahanya yang ada saat ini dengan baik untuk menghindari segala hal yang dapat menyebabkan kerugian sehingga ia bisa meraih keuntungan yang maksimal. Ia juga mengatakan, banyak memperoleh pelajaran dari pengalamannya selama kurang lebih 7 tahun ini. Beberapa hal itulah yang menjadi kunci suksesnya dalam beternak.
Proteksi terhadap penyakit

Zaenal Arifin, Pemilik Nazar PS – Ciamis
Untuk mempertahankan usahanya, maka Zaenal juga terus mempertahankan kualitas terutama di segi produksi dengan cara seleksi plasma, penerapan biosekuriti yang ketat, serta manajemen yang baik, salah satunya dengan menjalankan standard operating procedure (SOP). Begitu pula dalam manajemen proteksi dan pengobatan yang tepat terhadap ayam.
Bentuk proteksi yang diberikan adalah dengan vaksinasi. Misalnya, virus Newcastle Disease (ND) dan Avian Influenza (AI) yang kasusnya seringkali terjadi di lapangan mampu ditangkal dengan vaksin yang efektif. Zaenal sendiri memberikan proteksi terhadap ayamnya dengan Medivac ND G7-AI yang diproduksi PT. Medion.
“Dalam hal ini saya banyak dibantu oleh Medion, bahkan sejak awal saya sudah cocok menggunakan produk dari Medion sehingga saya lanjutkan sampai sekarang, tidak pernah coba yang lain,” ungkap Zaenal. Kualitas adalah hal yang pertama kali ia lihat dari Medivac ND G7-AI yang ia ketahui dari personil PT. Medion di lapangan. Vaksin ini merupakan vaksin inaktif berbentuk emulsi untuk mencegah penyakit ND dan AI pada unggas. Dengan kandungan virus ND genotipe 7 strain La Sota dan AI subtipe H5N1 yang ada di dalamnya mampu meningkatkan dan memperpanjang daya kerja vaksin.
“Di peternakan saya, Medivac ND G7-AI ini wajib pakai,” tegas Zaenal. Suatu ketika kasus AI pernah mewabah di salah satu peternakan yang ada di daerahnya. Beberapa peternakan yang berjarak 20 meter dari peternakan tersebut terkena dampaknya, sementara peternakan Zaenal yang lokasinya tidak terlalu jauh mampu terhindar dari wabah tersebut. “Yang saya lihat dengan menggunakan vaksin ini kekebalan semakin meningkat. Hasilnya memuaskan,” ungkap Zaenal.
Ia berharap agar produk PT. Medion semakin berkualitas. “Pelayanannnya bagi saya sudah cukup memuaskan. Setiap ada masalah di peternakan saya selalu diperhatikan. Jika ada masalah yang tidak bisa saya selesaikan, saya selalu meminta bantuan kepada Medion,” ujar Zaenal.