www.poultryindonesia.com. Salah
satu kunci sukses dalam hal budidaya adalah genetik yang baik.
Upaya untuk memunculkan potensi genetik dilakukan dari manajemen breeding yang
baik. Oleh karenya, hatchery yang merupakan hilir dari industri pembibitan
memegang menghasilkan DOC yang berkualitas, perlu ada seleksi ketat mulai dari
telur tetas keluar dari breeding farm hingga DOC sebelum dipasarkan. Proses
seleksi tersebut dilakukan bertahap agar diperoleh keseragaman produksi dan
kualitas.
Namun, pada kenyataanya pihak breeding tidak mungkin
memroduksi DOC FS dengan kualitas terbaik sepanjang waktu. Oleh karenanya ada
alternatif pilihan yang disebut grade yang didasari oleh penentuan jenis umur
indukan dan perkembangan fisiologis ayam itu sendiri. Secara garis besar,
hampir semua perusahaan pembibitan membuat grade DOC mulai dari bibit muda,
menjelang puncak produksi, puncak produksi dan menjelang penurunan produksi
atau disebut bibit tua.
Setelah penentuan grade, “keselamatan” janin tetap dijaga
selama proses penetasan. Seperti halnya di level budidaya, proses penetasan
juga sangat memperhatikan faktor biosekuriti dan manajemen suhu. Sebelum
menjadi DOC, telur tetas sudah mengalami beberapa kali sanitasi dan fumigasi
mulai dari seleksi di kandang hingga selama proses penetasan. Fungsinya adalah
membunuh bibit penyakit dan mencegah tumbuhnya jamur Aspergillus.
Itu pula dalam prosedur packing DOC dan pendistribusian
haruslah baik. Data-data seperti jenis strain, jumlah, tanggal menetas, garansi
bebas penyakit pullorum dan petugas penentuan grade DOC harus tertera. Demikian
sekilas ulasan Laporan Utama pada edisi ini.
Liputan Daerah, membahas mengenai program swasembada telur
2010. Aceh menargetkan swasembada telur 2010 melalui pengembangan ternak ayam
petelur di sejumlah kabupaten. Proyek pengembangan ayam petelur di Aceh Timur
dan Aceh Besar dimulai pada akhir Desember 2009, dengan harapan minimal mampu
mencukupi kebutuhan telur masyarakat Aceh. Selama ini kebutuhan telur dipenuhi
dari Medan,
Sumatera Utara. Ketergantungan pasokan telur ayam ras dari kota tersebut diperkirakan menghabiskan uang
masyarakat lebih dari Rp 21 miliar setiap tahunnya.
Juga melaporkan kondisi agribisnis di Kalimantan Barat. Masalah
perunggasan terkait status bebas Avian Influenza di tanah Borneo
dan menjelaskan integrasi jagung dengan kelapa sawit di daerah perbatasan.
Persiapan Napindo menyelenggarakan Indo Livestock 2010 pada
bulan Juli mendatang juga dimuat di rubrik peristiwa majalah Poultry Indonesia.
Pada penyelenggaraan yang kelia ini, Napindo akan menampilkan hal yang berbeda.
Pasalnya turut dilibatkan aquakultur dalam event yang sudah berjalan satu
decade. Selain itu, kami juga menampilkan hasil audiensi para pemimpin redaksi
dari berbagai media dengan Suswono, Menteri Pertanian RI. Dan tak lupa, segenap
awak PI mengucapkan Selamat Tahun Baru 2010.