www.poultryindonesia.com.
Perubahan iklim merupakan salah satu isu yang sangat penting di seluruh dunia
di abad ke-21 ini. Konferensi Tingkat Tinggi Internasional mengenai “Perubahan
Iklim 2009” di Copenhagen menunjukkan bahwa dunia dengan serius berupaya
memikirkan masa depan planet bumi dengan menjawab tantangan dampak perubahan
iklim.
Para ilmuwan meyakini bahwa suhu bumi
yang semakin tinggi akan mempercepat hilangnya spesies-spesies hewan dari muka
bumi. Pemanasan pda skala global dan regional diprediksi akan mengubah
distribusi spesies, sejarah hidup spesies, komposisi komunitas, dan juga fungsi
ekosistem. Pemanasan global juga telah mengubah rute migrasi beberapa burung
liar dan hewan-hewan lain.
Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) megatakan sebagai
akibat dari globalisasi dan perubahan iklim, dunia menghadapi munculnya
penyakit-penyakit hewan yang baru muncul dan yang muncul kembali (emerging an
re-emerging animal disease). Merebaknya penyakit-penyakit pada beberapa
penyakit hewan domestic maupun hewan liar belakangan ini, seperti Blue Tongue,
Rift Valley Fever, West Nile, Avian Influenza
atau juga penyakit-penyakit yang disebarkan oleh vector diyakini berkaitan
langsung maupun tidak langsung dengan perubahan iklim.
Kompleksitas dari saling keterkaitan antara berbagai faktor
ekosistem yang memengaruhi penyakit-penyakit hewan yang baru dan yang muncul
kembali memberikan gambaran bahwa ke depan ketidakpastian akan terus berlanjut.
Perubahan iklim hanyalah salah satu di antara berbagai faktor dari perubahan
ekosistem ynag memunculkan penyakit-penyakit hewan tersebut.
Dalam kaitannya ini, Majalah Poultry Indonesia mencoba
mengangkat tema”Waspada Efek Global warming” di mana kami sangat mengharapkan
penelusuran sejauh mana dampak peternakan dalam mengahdapi perubahan iklim ini.
Pada bulan ini, PI (Yetti Liza) kembali mengunjungi negeri
tetangga untuk menghadiri pembukaan pabrik Novus yang berada di Singapura.
Sebagai majalah peternakan di Indonesia,
kami mencoba untuk bisa menjembatani stakeholder peternakan dengan para
peternak yang berada di Tanah Air maupun berbagai negara secara luas.
Selain itu, dalam edisi ini kami juga mengungkap mengenai vaksin
Avian Influenza (AI/flu burung) yang tengah “digodog” oleh pemerintah dalam
Laporan Khusus yang bertemakan “Polivalen vs Monovalen”. Dengan harapan para
peternak dapat lebih memahami akan arti penting vaksin dan dapat menentukan
pilihan secara tepat dan bijak. Selamat membaca!