Edisi Terbaru




Menu Utama
· Laporan Utama
· Internasional
· Analisa pasar
· Riset
· Tip & Trik
· Opini
· Referensi
· Otonomi Daerah
· Info PI
· Lowongan Kerja
· Boleh Tertawa

· News In English
. Poultry Product

Interaksi
· Forums Diskusi
· Buku Tamu
· Web Links

· Beritahu Teman

ad PI






Languages
Select Interface Language:

English Indonesian

About Us
· Profil PI
· Tim Redaksi
· Berlangganan
· FAQ
· Feedback

PI Address
POULTRY INDONESIA
KOMPLEK MANGGA DUA SQUARE
Blok E NO. 23
Jl. Gunung Sahari Raya No. 1
Jakarta Utara - 14430
Phones. 62-21-62318153/70749491
Faks. 62-21-62318154
e-mail:



 Penggunaan Tanaman Bioteknologi di Seluruh Dunia Terus Meningkat

Internasional
www.poultryindonesia.com. Kemitraan pemerintah dan swasta akan berperan utama membantu para petani yang miskin sumber daya untuk menghasilkan pangan yang lebih berlimpah dan bergizi. Penggunaan tanaman bioteknologi secara global terus meningkat, seperti yang diumumkan International Service for the Acquisition of Agri-Biotech Applications (ISAAA) bahwa 14 juta petani di 25 negara menanam tanaman bioteknologi di atas 134 juta hektar lahan pada tahun 2009.


Hal ini merupakan peningkatan sebesar tujuh persen (7%) dari tahun 2008, dan termasuk penggunaan tanaman bioteknologi di sebuah negara baru, Costa Rica. Semakin banyak varietas tanaman bioteknologi baru yang dikembangkan di dalam negeri dan melalui lembaga-lembaga pemerintah, seringkali melalui kemitraan pemerintah dan swasta yang menggabungkan teknologi dan penelitian guna mengembangkan perbaikan varietas yang memenuhi kebutuhan daerah.

“Para petani diseluruh dunia ditantang dengan pencapaian keamanan pangan untuk pertumbuhan penduduk dalam menghadapi perubahan iklim dan tekanan hama, “kata Denise Dewar, Executive Director for Plant Biotechnology at CropLife International. “Terus meningkatnya luas lahan tanaman bioteknologi diseluruh dunia menjanjikan kebenaran yang sesungguhnya para petani tersebut, ketika diberikan pilihan, memilih tanaman bioteknologi karena manfaat yang diberikan. Dimasa yang akan datang, kita akan melihat banyak lagi varietas-varietas penting tanaman lokal yang ditingkatkan, banyak diantaranya dikembangkan oleh lembaga penelitian umum, maupun melalui kemitraan pemerintah-swasta,” tambahnya.

Beberapa varietas tanaman bioteknologi yang dikembangkan di dalam negeri telah disetujui pada tahun 2009 dan menyimpan potensi besar bagi negara-negara berkembang untuk mencapai kemandirian pangan :

·     Kementerian Pertanian Cina menerbitkan izin keamanan biologi untuk dua varietas padi bioteknologi yang tahan terhadap serangga – yang merupakan kali pertama persetujuan Cina untuk tanaman pangan utama yang dikonsumsi lebih dari 50 persen penduduk negara tersebut.

·     Kementrian Pertanian Cina juga menyetujui pengolahan komersial dari satu verietas jagung phytase bioteknologi, makanan hewan yang dapat meningkatkan produksi daging dan mengurangi polusi posfat oleh pembuangan hewan.

·     Kemitraan di Brazil telah mengembangkan kedelai bioteknologi tahan herbisida yang memenuhi kebutuhan khusus petani lokal.

“Pada tahun terakhir, kami telah melihat meningkatnya komitmen dari pemerintah di seluruh dunia untuk mendukung ilmu dan teknologi pertanian,” ungkap Dewar. “Pertumbuhan dalam temuan penelitian adalah pembuktian terhadap kenyataan bahwa negara-negara terus mengakui pentingnya penanaman modal dalam pertanian untuk mengarahkan peningkatan kepedulian pada keamanan pangan. Petani yang hanya memiliki lahan terbatas di negara-negara berkembang perlu sekali mengarahkan keamanan pangan dan mereka terus menjadi petani utama dalam tanaman bioteknologi di tahun 2009, 90 persen (90%) petani mengembangkan tanaman bioteknologi yang kini berada di dunia berkembang (13 juta petani),” jelasnya.

Beberapa contoh kemitraan yang dapat membantu memberi makan jutaan orang mencakup:

·    Sebuah tim multi-nasional yang terdiri dari para ilmuwan pemerintah dan sektor swasta saat ini tengah mengembangkan pisang bioteknologi di Uganda dengan peningkatan muatan vitamin A, vitamin E dan zat besi. Pisang merupakan tanaman pangan utama di Uganda, sehingga riset yang sukses dapat secara dramatis memperbaiki pola makan jutaan orang.

·    The African Agricultural Technology Foundation (AATF) tengah bekerja dalam proyek Water Efficient Maize for Africa (WEMA), yang melibatkan kemitraan pemerintah dan swasta. Kemitraan WEMA dibentuk sebagai jawaban terhadap meningkatnya permintaan dari para petani, pemimpin dan ilmuwan Afrika untuk mengatasi dampak kekeringan dengan cara yang efektif biaya bagi para petani yang hanya memiliki lahan yang terbatas.  Kekeringan adalah kendala utama terhadap pertanian Afrika yang secara serius memengaruhi produksi jagung, tanaman pangan utama yang terpenting di benua tersebut. 

·    The BioCassava Plus project memfokuskan pada peningkatan kualitas gizi dari singkong/ubi, sumber utama kalori bagi lebih dari 250 juta orang di Sub-Saharan Afrika.  

·  The Africa Biofortified Sorghum project merupakan konsorsium pemerintah swasta yang mengembangkan banyak gizi dan sorghum yang lebih mudah dicerna yang mengandung tingkat asam amino, vitamin, besi dan seng. Sorghum adalah tanaman biji-bijian terpenting kelima dan merupakan bahan pokok utama bagi lebih dari 500 juta orang.

Tanaman bioteknologi memiliki potensi yang tidak terbatas untuk mendukung para petani yang miskin sumber daya di negara-negara berkembang karena mereka menjadi cukup diri dan pengusaha pertanian. Di dunia yang dihadapkan dengan meningkatnya kekurangan makanan, bertambahnya tekanan kepada lingkungan, dan kebutuhan yang jelas untuk menghemat sumber daya alam yang terbatas dan keanekaragaman hayati, perlu sekali membawakan semua upaya kami untuk menghasilkan – pemerintah dan swasta – terus mengembangkan teknologi yang inovatif dan solusi pertanian.

Bahkan untuk beberapa tahun lagi, mayoritas jumlah petani yang menanam tanaman bioteknologi berada di negara-negara berkembang. Pada 2009, 46 persen (46%) dari jumlah hektar lahan tanaman bioteknologi di dunia ditanam di 16 negara berkembang. Tingginya tingkat penggunaan tanaman bioteknologi oleh beberapa para petani termiskin di dunia mencerminkan manfaat signifikan yang mereka peroleh dengan menanam tanaman hasil peningkatan bioteknologi, seperti bertambahnya pendapatan, meningkatnya kualitas dan kuantitas hasil panen, dan kemampuan memanfaatkan praktek pertanian yang berkesinambungan. 

CropLife International dan para anggotanya berkomitmen untuk memperluas penerimaan teknologi ilmiah pangan pada 2010 dan tahun-tahun selanjutnya, dan meneruskan kemitraan-kemitraan yang memberikan para petani akses luas terhadap inovasi, termasuk pengetahuan dan keterampilan untuk menjadikan perangkat baru tersebut bernilai di lahan pertanian.



 
Login
Nickname

Password

Security Code: Security Code
Type Security Code

Don't have an account yet? You can create one. As a registered user you have some advantages like theme manager, comments configuration and post comments with your name.

Related Links
· More about Internasional
· News by poultry


Most read story about Internasional:
Flu Burung Tekan Harga Bungkil Kedelai dan Jagung


Article Rating
Average Score: 5
Votes: 1


Please take a second and vote for this article:

Excellent
Very Good
Good
Regular
Bad


Options

 Printer Friendly Printer Friendly


Associated Topics

Internasional

Poultry Indonesia Edisi Online, sejak 2002 © Majalah Poultry Indonesia - jakarta
Design by imajixnet.com.
Syndicate our news using the file backend.php or ultramode.txt