www.poultryindonesia.com. Panen raya jagung yang selalu
terjadi pada bulan basah menjadi polemik tersendiri bagi pertanian jagung
secara umum maupun bagi dunia perunggasan khususnya. Walau saat ini, jagung
telah menjadi kebutuhan semua sektor (food-fuel-biodesel), namun sepertinya
yang sangat merasakan akan rendahnya kualitas dari panen raya jagung ini
hanyalah dunia perunggasan.
Kadar air tinggi yang dikandung oleh jagung membuat kualitas
pakan untuk ternak unggas tidak baik, dan tentunya membahayakan kesehatan
ternak. Oleh karenanya, pemerintah dan beberapa stakeholder pabrik pakan ternak
mencoba memfasilitasi penanganan pasca panen ini untuk mendapatkan hasil yang
memuaskan.
Oleh karenanya, Majalah Poultry Indonesia edisi Maret
mencoba mengangkat tema Laporan Utama “Dilema Pengelolaan Pasca Panen”, karena
memang permasalahan jagung ini belum bisa terselesaikan begitu saja. Sikap
petani jagung dalam memanen tanaman jagungnya ini lebih cepat juga kendala
utama. Dengan alasan ingin medapatkan masa panen yang lebih cepat dalam
setahun, ternyata membuat kualitas hasil panen rendah.
Sebenarnya, jika petani tersebut mau melakukan panen yang
sedikit lama sehingga kadar airnya turun, dapat menaikkan nilai jual dari
jagung tersebut kepada pabrikan pakan ternak. Hal ini, dimungkinkan karena
tidak perlu melakukan perlakuan lagi untuk menurunkan kadar air yang terdapat
di jagung.
Sementara untuk Laporan Khusus, kami mencoba untuk
mengungkap “Data Broiler vs Layer”. Keadaan pasar unggas nasional yang sempat
beberapa waktu lalu membuat para peternak sedikit pusing dikarenakan harga
produk unggas yang goyah hampir 5 bulan terakhir.
Sepertinya, pengalaman tersebut sudah dapat memberikan
pengalaman yang berharga terhadap pelaku perunggasan. Pengumpulan data secara
menyeluruh per daerah cukup mampu menjaga dan mengantisipasi dalam penentuan
langkah ke depan dalam melakukan chick in. Karena walau bagaimanapun, jika tetap
memaksakan chick in secara berlebih tanpa control akan memengaruhi pasar
nantinya.
Pada rubrik peristiwa, para koresponden mencoba
mengungkapkan penggunaan DDGS (Dried Distillers Grainswith Solubles) sebagai
hasil samping dari jagung dapat dipergunakan sebagai sumber bahan bahan pakan
alternative bagi peternakan.
Sementara, beberapa waktu lalu, Poultry Indonesia mendapat
kunjungan dari perwakilan Departemen Penelitian Perancis yang mencoba
mengetahui akan kondisi peternakan unggas di Indonesia.