Isu Ekonomi Global Berimbas Perunggasan

www.poultryindonesia.com. Daya beli masyarakat terhadap produk perunggasan yang semakin rendah akibat krisis global. Tidak hanya itu, harga bahan baku dan biaya penunjang perunggasan menyebabkan harga produk perunggasan meningkat, sementara kondisi perekonomian masyarakat masih lemah.
Tidak bisa kita pungkiri bahwa perunggasan adalah penyumbang tertinggi konsumsi daging dibanding ternak yang lain. Hal ini disebabkan produk daging dan perunggasan adalah sumber protein hewani yang cukup terjangkau karena harganya yang lebih rendah daripada yang lain dan mudah mendapatkannya. 
Kondisi perekonomian dunia yang mengalami gejolak sangat berpengaruh terhadap kondisi perekonomian di Indonesia. Pengaruh tersebut salah satunya adalah peningkatan berbagai harga kebutuhan pokok dan biaya hidup masyarakat , sehingga masyarakat harus menentukan pilihan dalam berbelanja. 
Demikian juga halnya dengan daya beli masyarakat terhadap produk perunggasan yang semakin menurun. Hal ini bisa terlihat dari terus menurunnya harga daging ayam. Di sisi lain bergejolaknya perekonomian dunia juga meningkatkan harga bahan baku dan biaya penunjang perunggasan yang menyebabkan harga produk perunggasan meningkat, sementara kondisi perekonomian masyarakat masih lemah. Kondisi ini yang menyulitkan perunggasan saat ini untuk berkembang. Di samping itu, masalah klasik yaitu tingginya kesenjangan harga antara pasar dan peternak.  
Kondisi global ini menyebabkan para peternak dihadapkan dengan masalah yang semakin sulit, di mana harga pakan yang terus melejit, biaya operasioal produksi yang meningkat terus sementara kondisi pasar tidak mengalami kenaikan baik permintaan maupun harga akan tetapi justru mengalami penurunan. 

Broiler lesu
Produksi bibit ayam ras (DOC FS) broiler pada triwulan keempat tahun 2008 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2007 terjadi penurunan dari produksi DOC FS 25 juta ekor per minggu menjadi 24,4 juta ekor per minggu atau terjadi penurunan sebesar 2,4%. Penurunan produksi DOC FS broiler pada triwulan keempat tahun 2008, diperkirakan karena turunnya permintaan akan daging ayam ras yang menyebabkan turunnya permintaan DOC FS. Harga pakan dan biaya produksi yang sangat tinggi membuat peternak berfikir lebih panjang untuk melakukan pemasukan DOC, meskipun seharusnya pada saat ini ada sedikit peningkatan pemasukan DOC untuk menghadapi permintaan hari besar Natal dan Tahun baru 2009. 

Kondisi perekonomian yang sangat tidak menunjang ini membuat peternak-peternak mandiri kesulitan, yang masih bertahan hanya peternak yang bermodal besar atau yang mengikuti pola kemitraan dengan perusahaan besar, meskipun sampai saat ini belum ada kemitraan yang menguntungkan peternak. 

Bibit layer meningkat
Produksi bibit ayam ras (DOC FS) layer pada triwulan ketiga tahun 2008 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2007 terjadi peningkatan dari produksi DOC FS 0.5 juta ekor per minggu menjadi 0.7 juta ekor per minggu atau terjadi peningkatan sebesar 40%. Peningkatan produksi DOC FS layer ini diperkirakan karena beberapa peternak melakukan replacement setelah beberapa waktu yang lalu mengundurkan replacement karena harga telur yang tidak sebanding dengan harga pakan. Harga telur yang cenderung stabil juga sangat memengaruhi peternak untuk melakukan pemasukan atau pembelian DOC FS layer. Selain itu diperkirakan juga untuk persiapan pemenuhan permintaan akan telur pada bulan puasa dan lebaran Tahun 2009.

Perkembangan pemasukan/impor DOC GPS broiler pada triwulan keempat tahun 2008 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2007 terjadi penurunan pemasukan dari 110.341 ekor menjadi 70.856 ekor atau terjadi penurunan sebesar 35,79%. Menurunnya jumlah impor GPS ini diperkirakan karena sikap hati-hati para pembibit melihat kondisi sekarang, antara lain terus meningkatnya harga pakan yang tidak signifikan dengan kenaikan harga produk perunggasan. Daya beli masyarakat terhadap produk perunggasan yang diperkirakan pada tahun 2009 belum menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, sehingga sikap hati-hati dari para pembibit masih terlihat disini.
Perkembangan impor DOC GPS layer pada triwulan keempat tahun 2008 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2007 terjadi peningkatan pemasukan dari 4.368 ekor menjadi 4.900 ekor atau terjadi peningkatan sebesar 12,18%. Peningkatan ini terkait dengan peningkatan produksi DOC FS layer yang meningkat sehingga pembibit GPS juga meningkatkan populasinya dengan pelan. Harga telur yang cenderung stabil merupakan daya pikat tersendiri buat peternak dibandingkan dengan harga daging ayam yang cenderung menurun. Kondisi perekonomian yang masih lemah merupakan salah satu pilihan masyarakat untuk menentukan pilihan pemenuhan protein hewaninya, dengan membeli telur karena harganya yang cukup murah dan mudah didapat serta mudah diolahnya. Tingginya harga pakan dan mahalnya biaya transportasi tidak memengaruhi minat peternak untuk memelihara ayam layer.
Pada triwulan keempat tahun 2008 belum tercatat adanya pemasukan DOC PS broiler. Pemasukan Hatching Egg PS sebanyak 23.400 butir. Tidak adanya pemasukan DOC PS diperkirakan karena kebutuhan akan DOC PS sudah dipenuhi di dalam negeri. Pemasukan DOC PS hanya dilakukan untuk mencukupi kekurangan produksi GPS dan atau untuk memenuhi lonjakan demand yang tidak tercukupi oleh produksi DOC PS dalam negeri. 
Kondisi ini seiring dengan pemasukan DOC GPS broiler yang sangat terkait dengan permintaan DOC FS broiler. Permintaan pasar yang cenderung melemah membuat para breeder bersikap sangat hati-hati dalam melakukan pengembangan usahanya.
Apabila kita perhatikan pemasukan DOC PS pada triwulan keempat tahun 2008 digunakan untuk memenuhi kebutuhan pertengahan tahun 2009 dan menghadapai bulan puasa dan hari raya tahun 2009. Apabila melihat hal ini seharusnya angka pemasukan disini cukup tinggi. Hal ini terkait dengan kondisi perunggasan yang masih sulit diprediksi sehingga membuat para breeder menahan untuk meningkatkan produksi DOCnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan promosi untuk mengonsumsi daging ayam dan telur baik dari pihak pemerintah maupun swasta, sehingga dapat mendongkrak daya beli masyarakat. 
Tidak tercatat adanya pemasukan DOC PS layer pada triwulan keempat baik di tahun 2007 maupun tahun 2008. Pemasukan Hatching Egg PS sebanyak 32.400 butir. Kondisi ini dimungkinkan karena produksi dari GPS didalam negeri masih dapat memenuhi permintaan, meskipun terjadi peningkatan permintaan akan DOC FS layer. Dari sini masih terlihat sikap hati-hati dari para pengusaha untuk meningkatkan produksinya, karena diperkirakan di tahun 2009 peningkatan belum optimal. Peningkatan semangat peternak ayam layer tergambar dari peningkatan permintaan akan DOC FS layer dan peningkatan jumlah peternak yang memelihara ayam layer, karena ayam pedaging yang kurang stabil. Di tambah, isu akan adanya dampak krisis perekonomian dunia yang baru akan dirasakan oleh negara Indonesia pada tahun depan, membuat peternak lebih selektif memilih usahanya.

Ulasan selengkapnya, silahkan simak di Majalah Poultry Indonesia edisi Januari 2009. Selamat membaca

Comments

No comments yet.

Be first to leave your comment!

Nickname:

E-mail:

Homepage:

Your comment:

Add your comment