Poultryindonesia.com, Tips. Koksidiosis ditemukan di seluruh dunia dan merupakan penyebab utama kematian dan pertumbuhan serta efisiensi konversi pakan yang suboptimal, terutama pada unggas muda. Simak cara praktis penanggulangannya.

Penyebab koksidiosis ini adalah berbagai spesies Eimeria yang berparasit pada usus ayam. Faktor pendukung terjadinya wabah koksidiosis klinis antara lain karena kandungan air pada litter yang melebihi 30%, karena masuknya air hujan atau kebocoran pada saluran air. Akibat imunosupresi (karena Marek, IBD, Mikotoksin).

Pembubuhan obat antikoksidia yang tidak optimal atau pencampuran yang tidak merata pada pakan, serta stres lingkungan dan manajemen, seperti kepadatan yang berlebihan atau ventilasi udara yang tidak mencukupi juga memicu timbulnya penyakit ini.

Gejala klinis Koksidiosis akut ditandai dengan depresi, mukab pucat, bulu kusut dan diare. Pada infeksi oleh E. tenella balung dan pial pucat, serta kotoran sekum bercampur darah. Kalau diadakan pembedahan pada usus yang diserang menunjukkan kerusakan dan pendarahan.

Penularan Melalui kotoran ayam yang mengandung ookista. Ookista yang bersporulasi merupakan stadium infektif dari siklus hidup penyakit koksidia. Ookista dapat ditularkan secara mekanik melalui pekerja, peralatan yang tercemar atau terbawa oleh angin yang menyebarkan debu kandang dan litter dalam jangkauan pendek. Pengobatan Dengan pemberian larutan amproliun atau sulfonamid (misalnya sulfametazin atau sulfaquinoksalin) dalam air minum.

Pemberian suplemen vitamin A dan K dapat mempercepat proses penyembuhan. Pencegahan Perbaikan sistem manajemen dan sanitasi, antara lain dengan cara pemasangan dan pengaturan sistem pemberian air minum yang sesuai, penyediaan tempat pemberian pakan yang cukup, tingkat ventilasi yang baik, pengaturan kepadatan kandang yang tepat dan pemberian antikoksidia dalam pakan dengan jumlah yang sesuai akan mencegah terjadinya infeksi klinis.

Pemberian koksidiostat kimiawi dan ionoforik untuk broiler yang menjalani program pergantian ulang-alik (shuttle) dan koksidiostat sintetis untuk induk dan pullet petelur yang dipelihara dengan sistem lantai. Berdasarkan survey lapangan, untuk pengobatan dan pemberian aditif pakan antikoksidia diperlukan biaya yang sangat besar.

Oleh karena itu memaksimalkan usaha pencegahan dengan perbaikan sistem manajemen, diharapkan mampu menekan biaya dan mengoptimalkan produksi.

dewi