50 SPR Siap Diimplementasikan

POULTRY INDONESIA-- Rencana Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan membangun 500 sentra peternakan rakyat tahun 2016, tampaknya sedikit kandas. Pasalnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman hanya menyetujui 50 SPR dari 500 SPR yang diusulkan.

“Pak Mentan hanya setuju untuk 50 SPR saja dengan alasan kalau 500 terlalu banyak,” beber Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Muladno, dalam diskusi bertajuk Review & Outlook 2016 Program Swasembada Daging yang diselenggarakan oleh Bincang-Bincang Agribisnis di Cikini, Jakarta, Rabu (9/12).

Muladno mengatakan, usulan 500 SPR itu untuk meningkatkan populasi, kualitas ternak, kesejehtaraan, dan mencerdaskan peternak Indonesia. SPR mengadopsi konsep dari Sekolah Peternakan Rakyat yang digagas oleh IPB sejak tahun 2013. Konsep SPR mengubah paradigma lama mengenai cara beternak.

Muladno yang juga merupakan Guru Besar Fakultas Peternakan IPB ini, baru menjabat sebagai Dirjen PKH sekitar enam bulan yang lalu. Sebelum menjadi Dirjen PKH, dia bersama rekan-rekannya dari IPB telah membangun enam SPR. “Tujuan SPR adalah mencerdaskan sekitar 4,2 juta peternak di Indonesia yang rata-rata memelihara 1-4 ekor sehingga mampu meningkatkan kapasitas ternaknya dengan pendekatan bisnis kolektif,” ujarnya.

Untuk mendukung hal itu, pemerintah mengalokasikan dana bantuan senilai Rp.1 miliar per SPR. Di setiap SPR nanti minimal ada 1.000 indukan sapi. Selain itu, pemerintah juga akan merekrut sarjana muda dari beragai jurusan untuk menjadi manajer.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi juga hadir dalam diskusi itu, mengkritisi rencana 500 SPR. “Sebagai orang yang mengerti sedikit ilmu perbinatangan, apakah ternak bisa diasuransikan. Lalu terkait dengan medis, manajemen, dan koloninya perlu dipertajam lagi lebih spesifik,” tuturnya.

Politisi dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku siap mendukung SPR. “SPR ini konsepnya bagus tetapi perlu dibuat pedoman umum agar nanti betul-betul sempurna. Mengenai usulan 500 SPR itu nanti kita bisa bicarakan dengan Mentan,” katanya.

Ditemui di tempat berbeda, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengakui bahwa usulan 500 SPR yang sempat disetujui, akhirnya diubah menjadi 50 SPR. Alasannya sesuai kebutuhan di lapangan. “Saya sudah sampaikan kepada Dirjen, setiap saat anggaran bisa berubah. Kita mengubahnya sesuai kebutuhan di lapangan bukan pesanan,” kata Amran kepada sejumlah awak media di Ancol, Jakarta, Jumat (11/12).

Amran menilai, peternak yang ditemuinya lebih membutuhkan sapi daripada kandang. Karena itu, ia lebih memilih impor indukan sapi ketimbang membangun SPR. “Saya tanya peternak sapi di NTB, NTT, dan Sumatera, mereka bisa membuat kandang, tapi susah mendapatkan sapi,” ujarnya. Program SPR, lanjutnya, tetap berjalan. Jika hasilnya bagus maka dapat ditingkatkan.

Konsep dan informasi mengenai “SPR: Satu Visi Menuju Peternak Mandiri dan Berdaulat” dapat diakses dengan mudah di www.sprindonesia.org. Adapun isinya antara lain: profil SPR, kegiatan SPR, persyaratan peserta SPR, kriteria pembentukan SPR, dan prosedur dan mekanisme SPR. Situs ini dikelola oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. 

- Febroni Wanda Purba -

Our Partners

Our Instagram

Our Pages

Contact Us

Address:
Komp. Mangga Dua Square Blok E. No. 23, Jl. Gunung Sahari Raya No. 1 Jakarta 14430 - Indonesia

Phone: +62 21 62318153

Fax: +62 21 62318154

Email:
redaksi@poultryindonesia.com
advertisement.poultryindonesia@gmail.com
sirkulasi@poultryindonesia.com
promo.poultryindo@gmail.com