Balitnak Luncurkan Galur Unggul Ayam SenSi

Setelah sukses melepaskan galur unggul ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB) sebagai ayam kampung petelur, kini Badan Penelitian Ternak (Balitnak) meluncurkan galur unggul Ayam Sentul Terseleksi (SenSi) sebagai ayam pedaging.

Balitnak baru saja melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pra lisensi produksi bibit Ayam SenSi dengan UD Sumber Unggas, Senin (25/4) di ruang rapat Balitnak, Ciawi, Bogor. Pra lisensi dilakukan dalam rangka penyebaran bibit unggul ayam SenSi. Sumber Unggas merupakan badan usaha kedua setelah BUMT Lampung yang melakukan pra lisensi.

Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan ayam kampung secara intensif adalah sulitnya memperoleh bibit unggul. Dalam upaya merespon kebutuhan terhadap permintaan bibit ayam kampung unggul, Balitnak telah melakukan berbagai kegiatan penelitian melalui teknologi seleksi dan sistem pemeliharaan intensif.

Kepala Balitnak Dr Soeharsono mengatakan, potensi ayam lokal kita sangat besar dan tidak perlu diragukan keunggulannya. “Kami sudah menciptakan galur unggul yang berasal dari negeri sendiri. Inovasi ini bisa dinikmati peternak unggas. Jadi tidak perlu diragukan keunggulan ayam hasil seleksi kami,” katanya.

Ia berharap agar bibit ayam SenSi bisa disebarkan ke seluruh provinsi di Tanah Air. “Langkah berikutnya adalah bagimana menyiapkan sistem perbibitan di setiap provinsi dan kabupaten,” tambahnya. Produksi bibit ayam umur sehari (DOC/Day Old Chick) ayam SenSi dari Balitnak telah mencapai 500-1.000 ekor per minggu. Soeharsono optimis setiap daerah bisa memproduksi daging unggas sendiri dengan menggunakan bibit ayam SenSi.

Ayam Sentul merupakan salah satu satu jenis ayam asli Indonesia yang berasal dari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Ayam SenSi adalah hasil seleksi yang dimanfaatkan sebagai pedaging. Pertumbuhan berat badan ayam SenSi lebih cepat ketimbang ayam kampung jenis lainnya. Ayam SenSi hasil penelitian Prof Sofjan Iskandar ini bisa mencapai berat 1 kg dalam waktu 8-10 minggu.

Ketua Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) Ade M Zulkarnain menyambut baik atas inovasi Balitnak. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah dalam hal ini Balitnak yang sangat responsif apa yang diinginkan masyarakat,” ujarnya.Menurut Ade, pertemuan hari ini walaupun sudah didahului di Lampung, merupakan sejarah untuk masa depan unggas lokal. Balitnak turut mendukung dua program Himpuli sejak tahun 2009 yaitu: unggas lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan selamatkan ayam Indonesia

Untuk menjadikan unggas lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri, Himpuli menargetkan dalam waktu sepuluh tahun (2009-2019) kontribusi unggas lokal sebesar 25 persen dari total produksi unggas nasional. Sebagai salah satu pusat domestikasi ayam dunia, Indonesia mestinya melestarikan ayam lokal. Menurut Ade, pada tahun 2009 kondisi ayam lokal sudah hampir punah.

Ia berharap agar para pembibit lain dapat mengikuti jejak UD Sumber Unggas. Sumber Unggas mampu memproduksi bibit DOC sekitar 100.000-160.000 ekor per bulan. “Apabila ini (bibit) sudah menyebar luas di masyarakat, saya optimis unggas lokal bisa mewujudkan cita-citanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tutup Ade.

Beberapa galur murni ternak hasil penelitian Balitnak yang telah dilisensi adalah ayam KUB (petelur), itik Mojomaster, itik Alabimaster, dan domba Compass Agrinak. Dalam waktu dekat, ayam SenSi segera dilepaskan secara resmi melalui surat keterangan menteri pertanian sebagai galur murni. Dengan didapatkannya sertifikat ini, pemegang sertifikat diperbolehkan untuk memperbanyak (mengembangbiakkan) dan memperjualbelikan Ayam SenSi tersebut

- Febroni - Wartawan PI -

Our Partners

Our Instagram

Our Pages

Contact Us

Address:
Komp. Mangga Dua Square Blok E. No. 23, Jl. Gunung Sahari Raya No. 1 Jakarta 14430 - Indonesia

Phone: +62 21 62318153

Fax: +62 21 62318154

Email:
redaksi@poultryindonesia.com
advertisement.poultryindonesia@gmail.com
sirkulasi@poultryindonesia.com
promo.poultryindo@gmail.com