Berkembangnya Pasar Pangan Halal Global

Baru-baru ini, perusahaan pengemas daging (meatpacker) terbesar dunia, BRF, mengumumkan rencana barunya untuk memasukkan anak perusahaannya, OneFoods, ke lantai bursa saham. OneFoods merupakan produsen daging halal terbesar di dunia.

 

POULTRY INDONESIA-- BRF, yang bermarkas di Brasil, telah melakukan langkah-langkah persiapan untuk menjajaki kemungkinan memperoleh dana kapital untuk OneFoods, yang merupakan perusahaan protein hewani halal terbesar dunia, melalui penawaran publik perdana (Initial Public Offering/IPO).

BRF menyatakan tengah mempertimbangkan untuk menawarkan saham OneFoods di lantai bursa London Stock Exchange. Kendati demikian, keputusan akhir belum diambil, karena BRF juga tengah mempelajari opsi memperoleh kapital dari investor-investor privat seperti bank, perusahaan asuransi dan institusi keuangan lain.

OneFoods merupakan perusahaan daging halal terbesar dunia yang diluncurkan oleh perusahaan induknya, BRF awal Januari lalu. Bermarkas besar di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), OneFoods menangani seluruh operasi daging halal BRF, seiring dengan kian menguatnya pasar halal dunia dengan konsumen 1,8 miliar orang.

Pasar produk halal global sangat menguntungkan, dengan daging, makanan olahan dan minuman menjadi segmen yang paling menarik, setidaknya menurut data 2015.

Belum lagi segmen produk perawatan tubuh dan farmasi yang juga mulai tumbuh. Absennya standar halal global merupakan tantangan tersendiri, sehingga produsen produk halal biasanya memperoleh sertifikasi halal dari masing-masing negara konsumen.

Menurut perkiraan, jumlah populasi umat Islam dunia tahun 2030 nanti akan mencapai 26,4% dari total populasi dunia, dibandingkan dengan 23,2% pada tahun 2015. Pertumbuhan populasi umat Islam yang terbilang cepat tersebut terutama terjadi di kawasan Timur Tengah dan Asia. Tentu saja hal ini  akan diiringi dengan tumbuhnya konsumsi produk-produk halal.

Faktor lain yang mendorong pertumbuhan produk halal antara lain adalah pertumbuhan sektor retail, globalisasi dan perjanjian perdagangan multilateral. Faktor-faktor tersebut turut mempermudah arus perdagangan internasional produk halal.

Sementara itu, ketidakseragaman standar halal dari satu negara dengan negara lain menjadi salah satu kendala pertumbuhan produk halal. Perbedaan standar tentu saja membuat arus lalu lintas produk halal global menjadi tersendat, karena tak jarang produk yang memperoleh sertifikat halal di satu negara tidak lolos status halal di negara lain.

Selain itu, di negara-negara yang populasi umat Islamnya minoritas, ceruk pasar halal yang kecil membuat produsen lokal enggan memproduksi produk halal. Alhasil, konsumen di negara-negara tersebut sangat tergantung pada produk halal dari negara lain.

Ada juga negara-negara Islam yang sangat tergantung pada produk impor untuk kebutuhan daging dan pangannya, seperti negara-negara Timur Tengah.

Tak jarang pemerintah negara-negara tersebut memberikan insentif bagi produsen yang bersedia membangun fasilitas produksi di negaranya dan meningkatkan penggunaan produk-produk bersertifikat halal. Di pasar seperti ini, OneFood memiliki pangsa yang kuat, yang telah dimulai sejak 40 tahun lalu dengan nama Sadia.

Kehadiran produk halal dari Brasil yang konsisten di pasar halal Timur Tengah ini pun akhirnya membuat BRF memutuskan membuka perusahaan khusus produk daging halal terbesar dunia dengan nama OneFood.

Dengan 15.000 staf dan 10 unit slaughterhouse di Brasil, Malaysia dan Uni Emirat Arab, OneFood juga memiliki fasilitas grain storage, feedmills dan hatchery dan beroperasi di lebih dari 40 negara. Singkatnya, terintegrasi penuh.

Pemain besar lain dalam produk pangan halal global antara lain: Nestle S.A., The Coca Cola Company, Kellogg’s Company dan Krafts Food Group Inc.

Meningkatnya kesadaran di kalangan Muslim dan non-Muslim juga merupakan faktor yang turut mendorong tumbuhnya produk halal. Konsumen Muslim kian sadar akan kewajibannya untuk mengonsumsi produk halal, sementara ada konsumen non-Muslim juga yang mengonsumsi produk halal karena kesadaran akan pangan yang higienis dan sehat. 

Di Inggris, misalnya, penjualan daging halal mengambil porsi 15 persen dari total 2,6 miliar pound penjualan daging, padahal hanya 5 persen penduduknya yang Muslim.

Segmentasi dan masa depan

Pasar produk halal global terbagi berdasar tipe produk seperti: daging, produk makanan dan minuman olahan, produk farmasi, kosmetik, perawatan tubuh, tourisme, apparel dan lain-lain. Daging dan pangan olahan mengambil pasar terbesar di antara produk-produk tersebut.

Dari segi wilayah geografi, Asia, Timur Tengah dn Afrika dihuni oleh 85 persen total pasar halal dunia, berdasar data tahun 2015, dan diperkirakan akan terus mendominasi pasar hingga 2030.

Pasar Asia saja memiliki hampir satu milyar umat Islam, merupakan pasar terbesar produk halal, dengan negara-negara Indonesia, India, Pakistan, Malaysia dan Tiongkok sebagai negara kuncinya. Pasar halal Asia menyumbangkan sekitar US$420 milyar pada tahun 2013, dan terus berkembang pesat.

Saat ini sebagian besar konsumen Muslim global berusia di bawah 30 tahun. Pada tahun 2030, mereka akan mencapai usia 30 tahun, generasi muda dengan kebutuhan produk halal yang sangat beragam seiring dengan berkembangnya gaya hidup sesuai dengan keyakinan mereka. Hal ini tentunya menuntut inovasi dari produsen produk dan jasa halal.

Bagi para pelaku industri yang berlomba ikut meraup untung dari US$700 milyar pasar pangan halal global, persaingan tentu tak terelakkan. Hal ini pada gilirannya akan mendorong efisiensi, kualitas dan diversifikasi di tahun-tahun mendatang. Sertifikasi halal akan dilihat sebagai proses awal untuk membangun keunggulan kompetitif.

Pasar pangan halal juga akan semakin beragam, baik secara geografis maupun dalam hal daya beli konsumen. Sebagai misal, penjualan pangan halal di Amerika Serikat saat ini meningkat 70 persen dibanding tahun 1995. Tiongkok juga memiliki pasar halal yang signifikan dengan lebih dari 23 juta jiwa penduduknya yang Muslim.

Selain itu, benua Afrika dikenal sebagai para produk halal masa depan, karena besar dan tumbuhnya konsumen Muslim, dan juga pertumbuhan ekonomi yang meningkat. Kenya, misalnya, memiliki sekitar 150 perusahaan yang mengajukan sertifikat halal dari Kenya Bureau of Halal Certification. Bagi eksportir pangan halal, akan terus ada peluang untuk dijajaki dan didalami. Elis Helinna, New York, dari berbagai sumber

 

 

- -

Our Partners

Our Instagram

Our Pages

Contact Us

Address:
Komp. Mangga Dua Square Blok E. No. 23, Jl. Gunung Sahari Raya No. 1 Jakarta 14430 - Indonesia

Phone: +62 21 62318153

Fax: +62 21 62318154

Email:
redaksi@poultryindonesia.com
advertisement.poultryindonesia@gmail.com
sirkulasi@poultryindonesia.com
promo.poultryindo@gmail.com