GAPALI Menyediakan DOC Berkualitas

Gabungan Pembibit Ayam Lokal Indonesia (GAPALI) terus mengembangkan bisnis ayam lokal dengan cara memberikan kualitas DOC (anak ayam umur sehari), meningkatkan kualitas peternak hingga menjalin kerjasama dengan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan peternakan rakyat

Bisnis Ayam lokal juga tidak lepas dari masalah, mulai dari gejolak harga jual pasca panen yang terjadi karena perubahan perilaku dari konsumen yang tadinya menggunakan komoditas dari ayam lokal beralih ke komoditas ayam jenis lain, salah satunya ayam ras petelur jantan yang disebut dengan ayam pejantan, produk olahannya yang belum berkembang dengan baik hingga masalah pengiriman (distribusi) DOC ke suatu daerah yang pernah menjadi salah satu kendala para pelaku usaha pembibitan ayam lokal. Saat mengirim DOC, pengusaha terhalang oleh peraturan di daerah yang menyatakan bahwa hanya perusahaan tertentu yang boleh mengirimkan DOC. Kualitas menjadi salah satu alasannya, padahal perusahaan pembibitan yang lain juga memiliki kualitas yang bagus dan cara pemeliharaan sudah menerapkan apa yang disarankan oleh pemerintah bahwa breeding sudah menerapkangood breeding practice yang memiliki indukan yang jelas, kesehatannya jelas dan program vaksinasi berjalan dengan baik.

Hal ini menjadi salah satu alasan terbentuknya GAPALI terbentuk pada awal 2015. Terbentuknya organisasi ini tidak lepas dari dukungan pemerintah melalui Direktorat Perbibitan Ternak Kementerian Pertanian Republik (Dirbit Kementan RI). Dirbit memberikan saran kepada pelaku usaha pembibitan ayam lokal untuk membentuk suatu organisasi yang nantinya akan membantu pelaku usaha untuk menyampaikan dan mencari solusi dari berbagai masalah yang dihadapi, membantu pemerintah untuk menerapkan peraturan baru hingga membina hubungan kerja dengan dinas terkait yang ada di berbagai daerah. Organisasi ini beranggotakan pelaku bisnis pembibitan ayam lokal yang memiliki indukan untuk menghasilkan DOC. Saat ini ada 8 anggota GAPALI yaitu Citra Lestari Farm, Putra Perkasa, Sueng Farm, Bogor Eco Farm, Jimmy Farm, Warso Unggul, Trias Farm dan DnR.

 

Dukungan pemeritah

Keberadaan GAPALI diharapkan bisa menyampaikan kepada pemerintah khususnya dinas peternakan se-Indonesia bahwa pelaku usaha pembibitan ayam lokal yang tergabung dalam anggota organisasi ini layak menjadi mitra kerja dan layak mengirim bibit ke berbagai daerah. Selain masalah distribusi, permasalahan yang sering disampaikan oleh GAPALI kepada pemerintah yaitu tentang ketersedian (stock) ayam dan informasi harga komoditas ayam lokal di lapangan. Komunikasi yang terjalin ini menjadi alasan pemerintah terus mendorong pengusaha pembibitan untuk membentuk GAPALI. Pemerintah mengarahkan GAPALI menjadi organisasi yang berbadan hukum, karena setiap asosiasi harus berbadan hukum dan GAPALI sedang dalam proses mendapatkan legalitas.

Selama proses tersebut, sudah banyak kerjasama yang dilakukan antara GAPALI dengan pemerintah seperti melakukan diskusi dengan pemerintah daerah yang ingin mengembangkan peternakan ayam lokal bersama peternak dampingannya, menyediakan DOC yang berkualitas serta meningkatkan kualitas peternak. Keinginan, kemampuan peternak dan kualitas DOC merupakan komponen penting dalam mengembangkan peternakan ayam lokal. Saat peternak memiliki keinginan dan kemampuan beternak yang bagus tanpa didukung oleh kualitas DOC yang baik, hasil yang diperoleh peternak tidak akan optimal. Sehingga, GAPALI berkepentingan untuk membenahi itu semua terutama DOC.

 

Bibit terjamin

Kualitas DOC sangat tergantung kepada indukan dan manajemen pemeliharan yang dilakukan oleh breeder. Peternak tidak akan bisa mendapatkan DOC yang bagus jika penyedia DOC tidak memiliki indukan. Kondisi seperti ini pernah terjadi di lapangan, ada pemasok DOC yang tidak memiliki indukan. Pemasok mengumpulkan telur yang ada di lapangan, lalu ditetaskan dan hasil tetasannya dijual untuk memenuhi kebutuhan peternak. Jika telur yang menghasilkan DOC diperoleh dengan cara seperti ini dipastikan semua tidak jelas dan peternak akan mengalami kerugian. Sekali lagi, bahwa DOC yang tidak berkualitas akan berdampak kepada usaha budidaya yang dilakukan oleh peternak, di mana hasil budidaya tidak akan optimal.

Hal seperti ini perlu dibenahi bersama. GAPALI melakukan pendataan untuk pembibitan ayam lokal yang akan menghasilkan DOC berkualitas untuk peternak. Sesuai dengan tujuan GAPALI yaitu untuk kepentingan peternakan rakyat, GAPALI mengarahkan peternak untuk menggunakan bibit yang berkualitas, mempunyai catatan kesehatan yang jelas dan bibit yang seragam. Saat ini, peternak ayam lokal dengan modal terbatas jika mendapatkan bibit yang tidak berkualitas tentu keuntungan yang dihasilkan tidak akan optimal. Diharapkan dengan DOC yang berkualitas peternak bisa untung.

 

Peternak berkualitas

Selain kualitas DOC, ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas juga akan mendukung perkembangan industri ayam lokal di Indonesia. GAPALI melihat SDM yang ada saat ini secara umum belum seperti yang harapkan. Mulai dari dukungan lembaga pendidikan hingga peternak yang melakukan budidaya ayam lokal. Jika melihat dari sisi perguruannya, memang penelitian tentang ayam lokal sudah ada dan banyak, tapi masih kurang sosialisasi. Penelitian yang dilakukan selama ini seperti tentang genetik, pola manajemen hingga penyusunan pakan yang merupakan komponen penting dalam berbudidaya, akan tetapi baru sebatas perguruan tinggi dan sosialisasi dari hasil penelitian itu dilakukan saat seminar nasional yang diadakan oleh akademisi. Seminar nasional yang terselenggara 5 tahun sekali inilah yang menjadi wadah untuk mensosialisasikan hasil penelitian dan itu terlambat.

Kurangnya sosialisasi itu mempengaruhi proses peningkatan kapasitas peternakan rakyat dalam beternak ayam lokal. Hal ini bisa dilihat dari pola beternak yang dilakukan oleh peternak ayam lokal di daerah. Masih banyak peternak melakukan usahanya dengan manajemen yang konvensional dengan pola pemeliharaan umbaran. GAPALI ingin mengarahkan peternak untuk mencoba beternak dengan manajemen yang lebih bagus, mencoba merubah kebiasaan umbaran ini dengan pola pemeliharanan yang lebih modern. Sehingga tidak ada lagi berbisnis ayam lokal dengan manajemen asal-asalan. Sudah saatnya menjadi peternak yang tangguh, pola beternak yang lebih modern. GAPALI terus mencoba merubah cara pikir peternak dengan memberikan pelatihan pada saat keliling daerah.

GAPALI mengajak semua pihak mulai dari pemerintah dan organisasi lain untuk bersama-sama mengembangkan peternakan ayam lokal yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan peternakan rakyat. Karena, GAPALI memiliki beberapa rencana pada tahun 2016 yaitu akan melakukan pendataan distribusi, mendorong peternak ayam lokal untuk menciptakan produk yang mempunyai sertifikasi keamanan pangan asal hewan, mendukung pemerintah untuk menyelamatkan plasma nutfah ayam lokal Indonesai dengan tidak mengizinkan rencana masuknya ayam color bird dari luar negeri. 

- Bambang Krista, Ketua Umum GAPALI -

Our Partners

Our Instagram

Our Pages

Contact Us

Address:
Komp. Mangga Dua Square Blok E. No. 23, Jl. Gunung Sahari Raya No. 1 Jakarta 14430 - Indonesia

Phone: +62 21 62318153

Fax: +62 21 62318154

Email:
redaksi@poultryindonesia.com
advertisement.poultryindonesia@gmail.com
sirkulasi@poultryindonesia.com
promo.poultryindo@gmail.com