Melirik Pasar Itik yang Kian Menarik

POULTRY INDONESIA, BOGOR-- Potensi peternakan Indonesia memang tak ada habisnya. Setiap daerah memiliki keunggulan fauna masing-masing sehingga membuat sumber daya alam Indonesia, khususnya sektor peternakan, menjadi beragam. Perkembangan teknologi dan berbagai inovasi terbaru pun semakin membuka lebar berbagai potensi, salah satunya pada produksi itik.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi penduduk terpadat di dunia. Jumlah masyarakat yang banyak dan heterogen itu kemudian berpengaruh pada pola konsumsi yang beragam. Di berbagai daerah dan kota-kota besar, produk olahan ayam masih menjadi primadona. Namun belakangan ini, permintaan pasar terhadap daging dan telur itik pun kian meningkat. Hal tersebut menegaskan bahwa tingkat konsumsi olahan unggas terus bertambah dari waktu ke waktu.

Permintaan yang tinggi terhadap olahan itik membuktikan bahwa masyarakat ingin mendapatkan variasi cita rasa dalam sajian yang dikonsumsi. Peluang tersebut tentu tidak hanya dimanfaatkan oleh para pelaku industri kuliner, namun seharusnya bisa pula dimanfaatkan oleh para peternak. Sebab, permintaan yang tinggi membuat peternak itik harus mengembangkan usahanya, sehingga permintaan pasar bisa terpenuhi. Hal itu menjadi peluang sekaligus tantangan bagi para peternak itik di Indonesia.

Ketua Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (HIMPULI) Ade Zulkarnaen mengatakan, bahwa telah terjadi pergeseran konsumsi sejak sembilan tahun terakhir. Menurut Ade, masyarakat saat ini cenderung meminati daging itik daripada telurnya. Oleh sebab itu, permintaan pasar terhadap daging itik pun terus meningkat. “Selama ini peternak itik di berbagai daerah fokus pada itik petelur, padahal semakin hari permintaan terhadap itik pedaging terus bertambah. Peternak biasanya mengandalkan itik yang sudah afkir untuk memenuhi permintaan tersebut,” jelas Ade, Selasa (13/9/2016).

Sekitar sepuluh tahun lalu, menurut Ade, anak itik umur sehari (DOD/day old duck) belum banyak diminati. Tidak banyak yang berminat untuk mengembangbiakkan itik, terutama itik pedaging. Keadaan tersebut ternyata tidak berbeda jauh dengan kondisi saat ini. Para peternak itik belum sepenuhnya menyadari bahwa permintaan pasar terhadap itik pedaging semakin besar. “Peternak lebih banyak meminati itik petelur hingga saat ini. Hambatan lainnya juga datang dari manajemen ternak yang masih tradisional, serta ketersediaan bibit yang belum merata,” ungkap Ade.

Masih banyak peternak yang belum mengetahui cara mengelola peternakan itik yang benar. Pemahaman terhadap kualitas bibit pun belum cukup mumpuni. Sering kali peternak menyamaratakan antara bibit Grand Parent Stock (GPS) atau Parent Stock (PS). Hal itu diakui Ade berpengaruh pada kualitas DOD yang dihasilkan. Selebihnya, berpengaruh pula pada pertumbuhan itik pedaging. “Ke depannya pertumbuhan permintaan itik bisa mencapai 15%, jika tidak diantisipasi maka kita melewatkan kesempatan yang besar.”

Jumlah permintaan pasar yang tinggi terhadap daging itik bukanlah hal yang mengada-ada. Warung-warung kaki lima hingga hotel berbintang lima pun banyak meminati itik untuk kemudian diolah menjadi beragam sajian penggugah selera. Ade pun memberi umpama, jika ada 7.500 warung tenda yang menjajakan olahan itik di Jabodetabek, dan masing-masing membutuhkan sepuluh ekor itik dalam sehari, maka kebutuhan yang harus terpenuhi adalah 75 ribu ekor itik setiap harinya. “Itu baru daerah Jabodetabek, belum di kota-kota besar lainnya, mungkin bisa lebih tinggi,” ujar Ade. Dia pun kembali mengkhawatirkan jika permintaan itu tidak dapat terpenuhi karena persiapan yang belum matang. “Tapi permintaan pasar tidak akan bisa terpenuhi kalau tidak ada akselerasi dari peternak, juga dukungan dari pemerintah.”

- Adam Rahadian Ashari -

Our Partners

Our Instagram

Our Pages

Contact Us

Address:
Komp. Mangga Dua Square Blok E. No. 23, Jl. Gunung Sahari Raya No. 1 Jakarta 14430 - Indonesia

Phone: +62 21 62318153

Fax: +62 21 62318154

Email:
redaksi@poultryindonesia.com
advertisement.poultryindonesia@gmail.com
sirkulasi@poultryindonesia.com
promo.poultryindo@gmail.com