Mengulas Perspektif Industri Broiler bersama Fapet Unpad

Foto bersama para peserta diskusi di Universitas Padjajaran, Bandung, Senin (13/3)

 

POULTRY INDONESIA-- Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Menggelar Forum Diskusi Ilmiah (FDI) pada Senin, (13/3) lalu. Acara itu bertempat di Amphiteater gedung 4 lantai 3 Fakultas Peternakan Unpad, Jatinangor, Sumedang, dengan mengangkat tema “Perspektif Industri Ayam Pedaging Indonesia”.

Tema tersebut diangkat untuk merespons situasi dan kondisi industri broiler yang saat ini dianggap sedang dalam situasi pelik. Hal ini disampaikan oleh Dr. Ir. Rochadi Tawaf, MS selaku Ketua pelaksana FDI dalam sambutan pembukaan acara tersebut. “Kita mencoba tahun ini merespons agar bisa dikembangkan melalui kajian penelitian, minimum dalam kajian ilmiah,” ujarnya.

Narasumber yang didatangkan dalam acara forum tersebut yakni Dr.agr. Ir. Asep Anang, M.Phil selaku dosen Genetika dan Pemuliaan ternak sekaligus komisi bibit nasional. Serta pembahas utama diantaranya adalah Dr. Ir. Iwan Setiawan DEA selaku dosen Produksi Ternak, Andre R. Daud, S.Pt., M.Si. Selaku Dosen Sosial Ekonomi Peternakan, Domi Sattyananda S.Pt selaku perwakilan media dari Poultry Indonesia dan Yopi Sapari S.Pt selaku perwakilan dari media Trobos Livestock.

Menurut Asep anang, memang produksi broiler dalam negeri sudah mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri, bahkan terjadi surplus. Namun hal tersebut bukanlah murni swasembada karena 100 persen masih bergantung pada impor bibit asing.

Lalu ia juga mengatakan bahwa isu-isu yang berkembang di masyarakat akan berdampak besar bagi stabilitas pangan produk unggas “Kasus-kasus politik tentunya akan memengaruhi stabilitas pangan kita.  Sebagai contoh, kasus AI saja kalau di negara yang importirnya terserang AI maka kita tidak boleh memasukkan broiler ini,” jelasnya.

Menurut Iwan Setiawan, di tengah ketidakpastian harga, para perusahaan besar tetap optimis bahwa dunia industri broiler ini akan membaik. Hal tersebut dikarenakan negara Indonesia ini memiliki jumlah penduduk yang sangat besar, lalu masyarakat kelas menengah akan terus bertambah.

Implikasinya secara tidak langsung tentu peningkatan konsumsi dari pangan nabati ke produk pangan hewani khususnya produk unggas. “Konsumsi daging kita masih 9,5 sampai 10 kilogram per kapita per tahunnya. Masih jauh dengan Brasil yang 45 kilogram dan Eropa yang 25 Kilogram. 

 

- Domi -

Our Partners

Our Instagram

Our Pages

Contact Us

Address:
Komp. Mangga Dua Square Blok E. No. 23, Jl. Gunung Sahari Raya No. 1 Jakarta 14430 - Indonesia

Phone: +62 21 62318153

Fax: +62 21 62318154

Email:
redaksi@poultryindonesia.com
advertisement.poultryindonesia@gmail.com
sirkulasi@poultryindonesia.com
promo.poultryindo@gmail.com