Moeldoko, dari TNI ke Ladang Tani

Jakarta, Poultry Indonesia- Menyandang gelar Panglima tak membuat Moeldoko lupa daratan. Selepas mengabdi bersama TNI, kini sang Jenderal pun kembali ke ladang tani. Moeldoko yang lahir dari keluarga petani pun bertekad memberi andil bagi kemajuan pertanian di Indonesia.

Pria penyandang gelar doktor Program Pascasarjana Ilmu Administrasi FISIP UI itu memiliki pemahaman mendalam terhadap pertanian. Baginya, kekuatan tentara Indonesia tidak akan optimal tanpa adanya dukungan dari sektor pertanian. Dia meyakini, sekuat apapun pasukan dan secanggih apapun senjata yang dimiliki, tidak akan berpengaruh banyak jiga urusan logistik terhambat.

“Bagaimana akan bertahan tanpa adanya logistik? Maka, kebutuhan di setiap daerah haruslah terpenuhi,” ujar Moeldoko, Kamis (31/8/2016).

Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan logistik tersebut, maka sektor pertanian harus diperhatikan secara serius. Perlu adanya usaha yang ulet dan telaten untuk menciptakan kondisi pertanian Indonesia yang baik dan mencukupi kebutuhan.

Berdasarkan pada hal tersebut, Moeldoko kemudian memutuskan menjadi petani dengan segala inovasi yang dia miliki. “Setelah saya pensiun, saya berusaha bertani, menjalin hubungan dekat dengan para petani, mengetahui lebiih jelas permasalahan-permasalahan yang ada.”

Hal yang ingin dicapai oleh Moeldoko dalam menciptakan akselerasi pertanian Indonesia, adalah meningkatkan produktivitas, bukan semata-mata meningkatkan kuantitas lahan. “Kita bisa memanfaatkan lahan asal kita mau. Di Halim, kami mampu melawan hama dan meningkatkan produktivitas. Kami bisa menghasilkan sekitar 10 ton per hektar padi dari sawah yang kita tanami,” kata dia.

Moeldoko juga ingin mengubah stigma tentang petani yang berjuang sendiri. “Kita memberi contoh yang baik kepada petani, seperti pusaran air, dari kecil kemudian terus meluas dan membesar.”

Bukti keseriusan Moeldoko dalam membangun pertanian juga diwujudkan dengan membuat pompa air tanpa motorik di Gunung Kidul, Yogyakarta. Tujuan dia menyediakan pompa tersebut adalah menghapuskan permasalahan pertanian yang sering terjadi di daerah.

“Ada tiga masalah yang sering terjadi di daerah, yaitu air, tanah dan terhambatnya pertumbuhan tanaman. Dengan pompa tersebut diharapkan bisa mengurai masalah yang ada,” kata dia.

Menurutnya, petani sering kali mengahadapi masalah dengan cara mereka sendiri, belum mendapat bantuan yang tepat dari pemerintah. “Mereka sering berjuang sendiri. Pemerintah memang sudah membantu, tapi belum optimal dan merata,” ujarnya. Moeldoko juga memiliki niatan untuk mewujudkan pertanian Indonesia yang mudah, murah dan melimpah.

- Adam Rahadian Ashari -

Our Partners

Our Instagram

Our Pages

Contact Us

Address:
Komp. Mangga Dua Square Blok E. No. 23, Jl. Gunung Sahari Raya No. 1 Jakarta 14430 - Indonesia

Phone: +62 21 62318153

Fax: +62 21 62318154

Email:
redaksi@poultryindonesia.com
advertisement.poultryindonesia@gmail.com
sirkulasi@poultryindonesia.com
promo.poultryindo@gmail.com