Outlook Perunggasan 2016

POULTRY INDONESIA-- Tanpa terasa tahun 2015 berakhir begitu cepat bagi sektor perunggasan dengan segala macam permasalahannya. Sektor perunggasan nasional masih sangat menarik untuk dibahas dan tidak luput dari sorotan berita. Tercatat beberapa kejadian yang membuat sektor perunggasan menjadi centre of interest pada tahun 2015. Salah satunya ketika harga ayam yang naik pasca Hari Raya Idul Fitri yang lalu, akibat naiknya harga daging sapi dan peternak terlambat melakukan chick in.

Data yang dirilis oleh USDA pada tahun 2013, Indonesia masuk dalam 10 besar penghasil daging ayam di seluruh dunia dengan total estimasi produksi 1.565 ton pada tahun 2014. Sedangkan menurut data FAO dinyatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang populasi ayam petelurnya terbesar ke-3 di Asia pada tahun 2012, yakni dengan populasi sebanyak 23,5 juta ekor dengan produksi telur sebanyak 1,059 juta ton. Namun kelebihan produksi tersebut tidak dibarengi dengan tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi.

Peliknya over supply pasokan DOC broiler yang sudah terjadi sejak tahun 2014 dan tidak henti-hentinya meneror perunggasan nasional membuat Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan mengambil langkah strategis dalam mengendalikan pasokan DOC untuk kebutuhan nasional melalui rekonsiliasi dengan berbagai stakeholder di dunia perunggasan. Pemotongan jumlah PS (Parent Stock) broiler sebanyak 6 juta ekor pun dilakukan demi menstabilkan harga dan meminimalisir dampak over supply, pro dan kontra pun kembali terjadi.

Tidak kalah penting adalah saat di mana Menteri Pertanian mengendalikan impor jagung dalam rangka peningkatan konsumsi jagung lokal yang berujung antiklimaks. Alih-alih mendapatkan hasil yang positif malah sebaliknya, kebijakan tersebut banyak menuai protes dari berbagai pihak, mulai dari pengusaha makanan ternak, peternak, dan lain sebagainya. Kredibilitas data produksi jagung lokal  juga tentunya dipertanyakan dalam hal ini.

Belum lagi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah di pelupuk mata. Beberapa negara tetangga Indonesia seperti Malaysia, Thailand, dan bahkan Filipina sudah banyak melakukan ekspansi pemasarannya ke luar negeri. Mereka juga seakan siap “memangsa” Indonesia dengan produk-produk perunggasannya. Masih belum rampung juga masalah Indonesia yang digugat oleh Brazil ke WTO terkait ekspor karkas broiler negeri sepak bola tersebut ke Indonesia.

Lalu bagaimana dengan nasib Indonesia?, apakah pemasaran, daya saing, serta efisiensi produk-produk perunggasan negara kita sudah mumpuni untuk menghadapinya?. Sudahkah kita cukup kuat untuk bersaing dalam menghadapi perdagangan global baik tingkat ASEAN maupun tingkat dunia?. Akankah perunggasan Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri?, atau harus tertunduk malu oleh kekuatan Negara lain?. Semua tantangan harus dilawan, tidak ada kata terlambat atau menyerah sebelum berperang, industri perunggasan di Indonesia harus siap dan berani menghadapi.

- Cholillurrahman -

Our Partners

Our Instagram

Our Pages

Contact Us

Address:
Komp. Mangga Dua Square Blok E. No. 23, Jl. Gunung Sahari Raya No. 1 Jakarta 14430 - Indonesia

Phone: +62 21 62318153

Fax: +62 21 62318154

Email:
redaksi@poultryindonesia.com
advertisement.poultryindonesia@gmail.com
sirkulasi@poultryindonesia.com
promo.poultryindo@gmail.com