Peluang Swasembada Jagung Terbuka Lebar

POULTRY INDONESIA, JAKARTA-- Bertempat di Hotel Santika Taman Mini Indonesia Indah, kamis (15/12), Agrina sukses menggelar seminar nasional bertemakan “Agribusiness Outlook 2017”. Seminar ini diadakan sebagai refleksi kegiatan agribisnis di tahun 2016, sekaligus melihat prospek agribisnis di Indonesia pada tahun 2017.

Hadir sebagai keynote speaker, mantan Menteri Pertanian RI periode 2000-2004 Prof. Bungaran Saragih. Dia menjelaskan bahwa dengan adanya Trump Effect yang lebih nasionalistik ekonominya, investasi yang banyak ditanam di luar Amerika akan banyak ditarik kembali ke Amerika.

“Buat Indonesia, ini merupakan suatu kesempatan yang baik dalam bisnis pertanian, memang prediksi saya nilai tukar akan melemah, namun pertanian dalam negeri akan menjadi baik, impor akan sulit masuk ke kita sehingga harga di dalam negeri akan naik,” ujar Prof. Bungaran.

Narasumber seminar yang lain, Aldrian Irvan Kolonas dari PT Vasham Kosa Sejahtera juga berbicara tentang masa depan kegiatan agribisnis di Indonesia. Menurutnya, salah satu tantangan di tahun 2017 adalah kebijakan pemerintah untuk tidak impor jagung, juga harus diseimbangkan dengan kebijakan yang pro petani.

“Pemerintah juga harus menyediakan asuransi dan KUR (Kredit Usaha Rakyat) tani, sehingga program ini benar-benar akan membantu petani”, tutur Irvan.

“Pada tahun lalu fasilitas pemerintah untuk kegiatan jagung hanya 400 ribu hektar, untuk tahun 2017 pemerintah menyediakan lahan seluas tiga juta hektar untuk tanaman jagung”, ucap Dr. Dwi Iswari selaku Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian.  

Dia juga menjelaskan bahwa rencana kegiatan tiga juta hektar untuk kegiatan jagung ini telah dilakukan kesepakatan dengan para pengusaha pakan ternak, sehingga terjadi kerja sama dan sinergitas dari berbagai pihak untuk menuju swasembada jagung 2017.

Senada dengan Dwi, Dr. Arief Daryanto dari Institut Pertanian Bogor juga angkat bicara seputar jagung. Menurutnya, pertumbuhan permintaan pakan mencapai 10 persen per tahun. Oleh karena itu, permintaan jagung juga pasti akan meningkat. ”Tahun 2017 produksi pakan akan mencapai 18-20 juta ton”, pungkas Arief. 

- Farid Dimyati -

Our Partners

Our Instagram

Our Pages

Contact Us

Address:
Komp. Mangga Dua Square Blok E. No. 23, Jl. Gunung Sahari Raya No. 1 Jakarta 14430 - Indonesia

Phone: +62 21 62318153

Fax: +62 21 62318154

Email:
redaksi@poultryindonesia.com
advertisement.poultryindonesia@gmail.com
sirkulasi@poultryindonesia.com
promo.poultryindo@gmail.com