Peternak Tuntut Perbaikan Harga Ayam

Peternak berkumpul membahas kondisi harga live bird yang berfluktuasi, Kamis (7/9).

 

POULTRY INDONESIA - Beberapa peternak ayam pedaging (broiler) berkumpul di Bogor untuk membahas kondisi harga live bird yang masih terus mengalami gejolak harga, Kamis (7/9).

Situasi harga pada hari tersebut untuk wilayah Jawa Tengah berada di kisaran Rp 15.000-Rp 16.000, Jawa Barat dan Jawa Timur Rp 16.000-Rp 16.500, serta untuk wilayah Jabodetabek berada di harga Rp 17.000. Sementara harga sarana produksi ternak (sapronak) kala itu untuk Day Old Chick (DOC/anak ayam umur sehari) Rp 5.000 dan pakan di harga Rp 7.000.

Sugeng Wahyudi, peternak di Bogor mengatakan, pemerintah sudah memiliki instrumen yang seharus dapat dijadikan panduan dan menolong para peternak rakyat mandiri ini. Di mana terdapat Permentan No.61/Permentan/PK.230/12/2016 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras, serta Permendag No.27/M-dag/Per/5/2017 tentang Penetapan Harga Acuan Penjualan di Konsumen di mana ditentukan harga pembelian di tingkat peternak ditetapkan seharga Rp 18.000 per kilogram.

“Namun, realisasi di lapangan harga live bird broiler masih jauh di bawah harga referensi yang ditentukan oleh pemerintah," terang Sugeng.

Sementara itu, peternak Bogor lainnya, Sigit Prabowo yang juga Dewan Pembina Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN) mengatakan, masalah saat ini seharusnya lebih mudah dikendalikan dibandingkan sebelumnya karena sudah ada instrumen dari Permendag dan Permentan. “Tinggal kita kawal saja Permentan dan Permendag ini," ungkapnya.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (PINSAR) Indonesia, Singgih Januratmoko mengatakan, pertemuan ini juga merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang diinisiasi oleh Kementan pada tanggal 5 September. Di mana akan dilakukan kembali apkir dini pada bulan Oktober, namun menunggu kondisi harga akhir September nanti.

Sigit juga menambahkan, gejolak harga live bird ini juga sebenarnya dipengaruhi oleh kondisi di hulu yang kurang dibenahi. “Jika disinkronkan dengan impor GGPS dan GPS di hulu, terjadi ketidakteraturan national replacement, sehingga menyebabkan puncak produksi berada di bulan Februari-Maret.”

Inilah, lanjut Sigit, yang menyebabkan harga selalu anjlok jika pada bulan tersebut, dan peternak kerap melakukan demo pada bulan Maret.

Berdasarkan hal tersebut, para peternak menyimpulkan dan meminta kepada Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk: pertama, mengkondisikan perusahaan integrasi dan mengomunikasikan supaya perusahaan budi daya menaikkan harga live bird mulai hari Jumat tanggal 8 September 2017 Rp 500 per hari sampai dengan harga referensi.

Kedua, menyesuaikan populasi DOC mengahadapi bulan Syuro-Syafar dengan cara mengurangi DOC di hatchery umur 18 hari sebanyak 10 persen mulai dari tanggal 12 Septemeber sampai 31 Oktober 2017. Ketiga, meminta harga DOC sesuai dengan harga referensi. 

- Aulia -

Our Partners

Our Instagram

Our Pages

Contact Us

Address:
Komp. Mangga Dua Square Blok E. No. 23, Jl. Gunung Sahari Raya No. 1 Jakarta 14430 - Indonesia

Phone: +62 21 62318153

Fax: +62 21 62318154

Email:
redaksi@poultryindonesia.com
advertisement.poultryindonesia@gmail.com
sirkulasi@poultryindonesia.com
promo.poultryindo@gmail.com