Sinergi Kementerian Pertanian dan Komisi IV DPR RI

Suasana rapat kerja Menteri Pertanian dengan komisi IV DPR RI. (Farid/PI)

 

POULTRY INDONESIA, JAKARTA-- Bertempat di Gedung DPR, Kamis (19/1), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menggelar rapat kerja (raker) dengan Komisi IV DPR RI. Dari pantauan Poultry Indonesia, Mentan didampingi para pejabat tinggi di lingkungan Kementerian Pertanian. Turut hadir pula dalam rapat kerja PT Pupuk Indonesia, PT Berdikari, dan PT Pertani. Pada pihak Komisi IV DPR RI terlihat sebagian besar anggota hadir.

Edhy Prabowo selaku ketua komisi IV DPR RI sekaligus pemimpin rapat menyampaikan bahwa ada beberapa agenda yang akan dibahas pada pertemuan raker kali ini. Di antaranya, tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK semester I 2016, rencana kerja tahun 2017, isu-isu aktual seperti pasokan dan harga pangan di masyarakat, program cetak lahan sawah, dan isu-isu yang lainnya.

Mentan mengatakan dalam paparannya, bahwa ada beberapa pencapaian yang telah dilakukan oleh Kementerian Pertanian tahun 2016, seperti kenaikan produksi jagung, bawang, dan padi. Namun, menurutnya ada satu komoditas pertanian yang menurun produksinya yaitu kedelai. “Produksi kedelai menurun karena fenomena La Nina,” ujar Amran.

Amran juga mengungkapkan realisasi kerja di tahun 2016. Rata-rata, penyaluran pupuk sebanyak 96 persen, serta untuk penyerapan anggaran 2016 mencapai 95 persen. Untuk peningkatan produksi jagung 2017, mentan mengaku mempunyai terobosan seperti menggunakan lahan 1 juta hektar untuk integrasi sawit dan jagung.

Kemudian untuk peningkatan populasi sapi, yaitu program upaya khusus sapi indukan wajib bunting (upsus siwab) dengan target kelahiran pedet sebanyak 3 juta ekor di akhir tahun 2017.

Herman Khaeron selaku wakil ketua komisi IV DPR RI yang turut hadir mendampingi Edhy Prabowo menilai bahwa persoalan pertanian tidak hanya terletak pada sektor budi daya. Namun yang paling berpengaruh justru pada sektor distribusi.

“Sebesar apa pun peningkatan di sektor produksi, namun jika sektor distribusi masih bermasalah, maka harga akan terus berfluktuatif, ini yang harus kita benahi bersama-sama,” tutur Herman.

Herman mengaku saat melakukan kunjungan ke daerah, mendapat beberapa komplain terkait dengan pengurangan 1 juta ton pupuk untuk tahun 2017.

“DPR sudah menyetujui untuk penyediaan pupuk sebesar 9,55 juta ton, tapi kenapa malah dipotong menjadi 8,55 juta ton,” kritik Herman kepada Mentan. Menurutnya, ini sangat kontra produktif, di saat semangat untuk peningkatan produksi pertanian tinggi, namun penyediaan pupuk untuk petani justru dikurangi. 

- Farid Dimyati -

Our Partners

Our Instagram

Our Pages

Contact Us

Address:
Komp. Mangga Dua Square Blok E. No. 23, Jl. Gunung Sahari Raya No. 1 Jakarta 14430 - Indonesia

Phone: +62 21 62318153

Fax: +62 21 62318154

Email:
redaksi@poultryindonesia.com
advertisement.poultryindonesia@gmail.com
sirkulasi@poultryindonesia.com
promo.poultryindo@gmail.com