Untungnya Beternak Ayam Bangkok Petelur Biru

Salah satu usaha peternakan yang sangat berkembang di Kota Tegal, Jawa Tengah adalah usaha peternakan itik. Namun saat ini, ada satu potensi bisnis perunggasan yang unik dan menarik untuk dikembangkan, yakni beternak ayam Bangkok petelur biru.

Tak hanya itik, jenis unggas lainnya yang menjadi potensi bisnis perunggasan di Kota Tegal adalah ayam Bangkok. Namun ayam Bangkok di sini berbeda dari jenis ayam Bangkok lainnya. Ayam Bangkok yang dikembangkan oleh salah satu peternak di Kota Tegal ini, memiliki telur yang berwarna biru pudar. Di Kota Tegal ini pun, baru satu orang saja yang memulai bisnis tersebut. Sang pemilik bisnis telur Bangkok biru ini pun mendapatkan bisnis barunya ini secara tidak sengaja.

Berawal dari kegemarannya memelihara ayam jenis Bangkok di lahan kosong samping rumahnya, Wiharto salah seorang warga Desa Kalinyamat, Kecamatan Margadana, Kelurahan Kalinyamat Kulon, Kota Tegal, Jawa Tengah, mampu membuka peluang usaha baru yang hasilnya sangat menggiurkan. Dari lahan seluas 5 x 7 meter persegi miliknya, kini sudah berisi puluhan ayam Bangkok yang mampu menghasilkan telur berwarna biru seperti layaknya telur itik (bebek).

Telur berwarna biru pudar tersebut merupakan hasil dari perkawinan silang antara ayam betina asal negeri Vietnam dan Philipina dengan ayam Bangkok pejantan asal Kota Tegal. Meskipun warna telurnya sama dengan telur itik, namun ukurannya lebih kecil dari telur itik. Namun jika dibandingkan dengan telur ayam kampung, selain warna telurnya berbeda, telur ayam blasteran ini ukurannya jauh lebih besar dan panjang ketimbang telur ayam kampung.

Untuk satu ekor ayam indukan, paling banyak hanya mampu membuahkan telur 9 butir. Jika ditetaskan, telur yang berhasil menetas hanya 5 hingga 7 ekor ayam saja, dan dapat dipastikan dari 5 atau 7 butir telur ayam yang menetas tersebut hanya menghasilkan satu ekor ayam jenis betina (bibit unggul) dan yang lainnya jenis Bangkok pejantan. Tak hanya unik dan menarik, dari hasil telur dan jenis ayamnya, dirinya mampu meraup untung yang besar per butir dan per ekornya. Untuk satu butir telur ayam dijualnya dengan harga Rp.250 ribu. Sementara untuk ayam pejantan usia 5 bulan dijual dengan harga Rp.700 ribu per ekornya dan untuk ayam betina dijual dengan harga Rp.2,5 juta hingga Rp.3 juta per ekornya.

Saat ditemui Poultry Indonesia di kediamannya, Wiharto menceritakan dengan gamblang awal muasal dirinya terjun menekuni ternak ayam Bangkok petelur biru ini.

“Semua ini berawal dari sekedar iseng dan coba-coba saja, semua hanya kebetulan saja” ujar pria kelahiran Tegal, 29 Mei 1970 ini. Ketika mencoba mengkawin-silangkan ayam indukan asal Vietnam dan Philipina dengan ayam Bangkok lokal asal Tegal ternyata ketika ayam bertelur menghasilkan warna biru pudar. Hal tersebut membuat diri dan keluarganya merasa heran. Berbagai informasi dicarinya, dari ke para peternak lokal hingga mencarinya ke internet untuk memperoleh kepastian informasi yang akurat.

Setelah mencari informasi ke internet, dirinya mendapatkan jika ada jenis
ayam Bangkok asal Birma yang telurnya juga berwarna biru. Namun setelah seksama diteliti, warna biru yang kental sangat terlihat pada telur ayam Bangkok asal Birma tersebut. Jika ayam Bangkok Vietnam dan Philipina miliknya, telurnya berwarna biru pudar seperti telur itik. Ukurannya pun lebih kecil ketimbang ayam Bangkok asal Birma

Kabar telur ayam berwarna biru miliknya cepat sekali menyebar hingga keluar Kota Tegal. Alhasil banyak warga yang penasaran akan kabar tersebut. “Dahulu, sehari-harinya banyak warga dari berbagai kota yang singgah ke rumah saya hanya sekedar untuk melihat telur ayam berwarna biru ini,” ujar Wiharto. Banyak pula warga yang ingin membeli telur serta ayam Bangkok miliknya. Namun saat itu dirinya tidak mau menjualnya.

Setelah dipelajari dengan seksama ternyata berternak ayam Bangkok ini memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan jenis ternak ayam lainnya yang ada di Kota Tegal. Akhirnya usaha ternak ayam ini digelutinya dengan sungguh-sungguh. Dari hanya memiliki satu ayam betina, kini dari perkembangbiakan ternaknya, dirinya sudah memiliki puluhan ayam betina di kandang rumahnya.

Menurut informasi dari para konsumen, telur ayam berwarna biru ini memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan tubuh manusia, salah satunya adalah dipercaya dan diyakini mampu mendongkrak stamina pria yang loyo. Dengan rutin mengkonsumsi telur ayam biru ini tubuh akan selalu fit dan fresh. Selain itu, telur biru ini juga kerap kali digunakan sebagai campuran jamu
oleh para pecinta ayam Bangkok. Jika telur biru diminumkan pada ayam
Bangkok, vitalitas ayam Bangkok menjadi sangat fit. Selain dibuat jamu untuk jenis ayam, telur biru ini juga kerap kali digunakan sebagai jamu untuk jenis burung.

Seperti yang diungkapkan Rohmat, salah seorang konsumen asal Temanggung, Jawa Tengah. Menurutnya, meski anakan ayam blasteran ini masih berusia 5 bulan, namun postur tubuhnya sangat tegap dan kekar, berbeda dengan ayam Bangkok lokal. “Postur tubuhnya lebih besar dan tegap, warna bulunya pun jika terkena bias sinar matahari seperti menyala,” ujarnya.

Rohmat mengaku, mendapatkan informasi tentang keberadaan ayam Bangkok bertelur biru ini dari para pecinta ayam. Karena penasaran dan tertarik, akhirnya dia mendatangi kediaman sekaligus peternakan ayam Bangkok milik Wiharto di Kota Tegal ini. “Saya sangat tertarik dengan anakan ayam Bangkok usia 5 bulan ini dan akhirnya saya dapat membawa pulang dengan
mengeluarkan Rp.700 ribu,” ungkapnya.

Tujuh tahun sudah ternak ayam Bangkok ini digeluti Wiharto. Sebelumnya, Wiharto hanyalah seorang pekerja serabutan. Dari mulai bertani, pekerja bangunan, buruh pasar hingga saat ini menjadi seorang peternak. “Semua ini jalan dari Tuhan. Sebelumnya tidak pernah terpikir jika saya akan menjadi seperti ini. Hal yang awalnya saya anggap sepele namun ternyata mampu membuahkan hasil yang luar biasa,” imbuhnya. “Karena sangat menghasilkan, akhirnya saya putuskan untuk mendalami usaha peternakan kecil-kecilan ini, Saya terus belajar dan belajar dari berbagai media untuk pembibitan, pemeliharaan hingga pemasaran ke depannya,” tambahnya.

Saat ditanya apakah ada makanan khusus untuk konsumsi hewan ternaknya ini, Wiharto menuturkan, tidak ada yang spesial ataupun istimewa dalam memberi pakan ternak miliknya tersebut. Untuk pakan ternak dipilihnya pur dan dedak yang diberikannya setiap pagi dan sore. “Yang terpenting kebersihan kandang harus terus dijaga agar kesehatan ayam dan lingkungan terpelihara dengan baik,” paparnya.

Dalam menggeluti usahanya ini, Wiharto dibantu oleh istrinya. “Saya tidak punya karyawan untuk mengurus ternak ayam Bangkok ini. Saya hanya dibantu istri saya saja,” ungkapnya. Tidak ada yang istimewa dalam memelihara ayam Bangkok inii, namun kita harus rajin bangun pagi untuk memberi makan ayam-ayam tersebut dan juga memandikan para ayam pejantannya.

Untuk pemasaran, terangnya, hanya di rumah saja. Para konsumen yang banyak berdatangan tiap harinya. Kebanyakan para penggemar atau pelanggan ayam Bangkok miliknya ini berasal dari Sumatera dan Lampung. “Dalam satu bulannya bisa 2 hingga 3 kali mereka datang ke sini. Sekali ambil untuk satu konsumen paling sedikit 5 ekor ayam dan 10 butir telur,” katanya.

“Kami tidak menyangka jika dengan berternak ayam Bangkok ini dapat membuahkan hasil seperti saat ini. Omset pendapatan sebulannya bisa mencapai Rp.10 juta,” tambahnya. Boy Gunawan.

- -

Our Partners

Our Instagram

Our Pages

Contact Us

Address:
Komp. Mangga Dua Square Blok E. No. 23, Jl. Gunung Sahari Raya No. 1 Jakarta 14430 - Indonesia

Phone: +62 21 62318153

Fax: +62 21 62318154

Email:
redaksi@poultryindonesia.com
advertisement.poultryindonesia@gmail.com
sirkulasi@poultryindonesia.com
promo.poultryindo@gmail.com