Waspada, AI Datang Lagi

POULTRY INDONESIA-- Selama bulan Desember lalu, sejumlah negara mengumumkan terjadinya wabah Avian Influenza (AI) di sejumlah peternakan unggas di wilayah Asia, Eropa hingga Timur Tengah. Cina, Korea Selatan, Jepang, Hongkong, Inggris, Jerman, Perancis, Hungaria, Serbia, Ukraina, Polandia, Belanda Romania, Swedia, Denmark, Rusia hingga Iran dan Israel adalah di antara negara-negara yang telah melaporkan terjadinya kasus AI menutup tahun 2016 lalu.

Perancis melaporkan lima belas wabah highly pathogenic AI dan dua wabah low pathogenic selama minggu kedua Desember. Wabah yang menyerang peternakan itik di sebelah barat daya negara itu berakibat dimusnahkannya 52 ribu itik (per 21 Desember).

Jerman juga memusnahkan puluhan ribu kalkun dan itik di negara bagian Lower Saxony, wilayah utara Jerman yang perupakan pusat produksi unggas. Perdagangan dan transportasi unggas di sekitar wilayah terinfeksi dilarang. Sebelumnya, 500 unggas liar ditemukan terinfeksi virus H5N8 beberapa minggu belakangan. Penularan virus ke kandang-kandang unggas merupakan hal yang jarang terjadi, karena pemerintah menerapkan sistem sanitasi yang sangat ketat, termasuk menutup rapat kandang unggas komersil agar bebas dari infeksi unggas liar.

Serbia memusnahkan ratusan unggas yang dipelihara di halaman belakang (backyard birds) setelah ditemukan tiga kasus di dua wilayah yang berbeda. Hungaria melaporkan 24 kasus wabah, terutama menyerang itik, yang mengakibatkan dimusnahkannya 150 ribu ekor unggas. Di negara-negara Eropa lain, ribuan hingga puluhan ribu unggas dimusnahkan setelah ditemukan wabah flu burung strain H5N8.

Di Iran, lebih dari 170 ribu ekor ayam petelur di wilayah Qom dimusnahkan. Skala wabah flu burung selama bulan Desember lalu tergolong besar, memaksa peternak unggas bekerja keras untuk membangun kembali industri mereka. Sementara itu, di wilayah Asia, wabah AI yang jauh lebih masif terjadi di Jepang, Korea Selatan dan Cina. Bukan hanya mengakibatkan musnahnya puluhan juta unggas, namun wabah ini juga mengambil korban jiwa di Cina.

Otoritas Korea Selatan memerintahkan pemusnahan 26 juta ekor unggas, 78 persen diantaranya ayam petelur (data per 26 Desember 2016) sejak kasus H5N6 pertama dilaporkan pada 18 November. Jumlah ini setara dengan 23 persen stok ayam petelur Negeri Ginseng. Pemusnahan terbesar dalam sejarah industri perunggasan Korea Selatan ini bahkan melibatkan tentara agar proses pemusnahan dan disinfeksi berjalan lebih cepat.

Penyebaran virus H5N6 yang sangat cepat menyebabkan Seoul meningkatkan kewaspadaan kasus flu burung tahun ini pada level tertinggi untuk pertama kalinya. Seorang praktisi perunggasan mengatakan, jika pemerintah tidak bertindak cepat menangani dan membatasi penyebaran flu burung, bukan mustahil Korea Selatan kehilangan 50 juta ekor unggasnya.

Pemerintah melalui kementerian Pertanian berencana untuk sementara waktu mengangkat tarif impor telur dan juga membiayai pengiriman demi mengatasi kekurangan pasok. Impor ayam petelur dari Amerika Serikat, Spanyol dan Selandia Baru juga dipertimbangkan pemerintah Korea Selatan.

Seorang analis mengatakan keterbatasan telur diperkirakan akan berlangsung setidaknya selama satu tahun atau bahkan dua tahun untuk membesarkan ayam dan memproduksi telur serta membangun kembali flock. “Kerugian ekonomi yang ditimbulkan oleh wabah AI kali ini diperkirakan mencapai 1,4 triliun won (US$ 1,17 milyar) jika 30 persen dari populasi unggas terinfeksi,” ujar Chung Min, seorang analis di Hyunday Research Institute.

Pemusnahan puluhan juta ayam petelur tak pelak membuat harga retail telur ayam di Korea Selatan naik hampir 25 persen, menjadi 6.781 won (US$ 5,68) per 30 butir. Ini merupakan harga tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Kenaikan harga telur ini berimbas pada daya beli penduduk Korea yang biasanya mengonsumsi lebih banyak telur di musim dingin. Sejumlah bakery dan restoran yang biasa menyajikan menu berbahan telur telah merencanakan mengalihkan menunya dengan yang berbahan selain telur.

Di samping itu, sejumlah toko membatasi pembelian telur. “Kami membatasi jumlah telur yang boleh dibeli konsumen menjadi hanya satu nampan karena keterbatasan supply, dan ini nampaknya akan berlaku selama lima atau bulan ke depan,” ujar Lee Won-il, seorang manajer Nonghyup, sebuah jaringan retail supermarket. Selain itu, wabah AI ini juga telah berimbas pada turunnya penjualan daging ayam. Lee mngungkapkan saat ini penjualan daging ayam di jaringan supermarketnya turun hingga 25 persen, sementara penjualan daging babi naik 30 persen.

Sementara itu Kim Dong-jin, manajer Korea Poultry Association mengatakan bahwa wabah flu burung ini bisa jadi merupakan ancaman industri perunggasan domestik karena hilangnya pangsa pasar yang akan digantikan oleh daging ayam impor dari Brazil dan Amerika Serikat.

Wabah yang meluas ini menyebabkan para peternak Asia Timur khawatir akan persiapan pemenuhan daging dalam perayaan tahun baru Cina yang jatuh pada 28 Januari tahun ini. “Kami khawatir,” ujar Tan, manajer sebuah peternakan milik pemerintah provinsi Shandong, Cina.

“Sejak terdengar kejadian wabah di sejumlah tempat, kami memberikan ayam-ayam kami vitamin dan obat-obatan anti virus setiap minggu begitu memasuki musim dingin,” kata Tan. Praktek pemberian vitamin dan obat-obatan yang lebih kerap tersebut dilakukan sejak wabah besar AI di Cina tahun 2013. Para peternak meningkatkan biosekuriti, teknik pengamanan ternak dan membangun atap untuk menutup kandang ayam petelur.

Perdagangan unggas hidup di wilayah Suzhou, provinsi Jiangsu di sebelah timur Cina telah ditangguhkan sejak 26 Desember lalu, untuk menghentikan penyebaran virus H7N9. Pemerintah Suzhou memerintahkan otoritas kesehatan untuk memantau secara ketat perkembangan penyebaran virus tersebut dan melakukan disinfeksi terhadap pasar-pasar unggas hidup yang biasanya menjadi pusat penyebaran virus. Larangan penjualan unggas hidup diperkirakan akan berlangsung beberapa hari hingga satu bulan.

Kasus wabah AI mulai muncul dan dilaporkan sejak memasuki musim dingin tahun ini (sekitar pertengahan November). Hingga tulisan ini diturunkan (27/12) dua orang dari provinsi Anhui, Cina telah dikabarkan meninggal akibat infeksi AI. Beberapa korban dari beberapa provinsi juga dilaporkan terinfeksi dan tengah menjalani perawatan.

Delegasi resmi dari Jepang, Korea Selatan dan Cina berkumpul di Beijing pada pertengahan Desember lalu untuk menghadiri simposium pencegahan dan penanganan flu burung dan penyakit lain di Asia Timur, demikian menurut situs resmi kementrian pertanian Cina.

Di Jepang, wabah flu burung saat ini merupakan yang pertama sejak dua tahun belakangan. Pada pertengahan Desember lalu, lebih dari 780 ribu ayam dan itik dimusnahkan oleh otoritas negeri Matahari Terbit itu setelah wabah virus H5N6 pertama ditemukan di sebuah peternakan unggas di Aomori di pulau Honshu akhir November lalu.

Cepatnya penyebaran virus telah membuat pejabat kesehatan di Asia berjuang keras menahan penularan lebih jauh, sementara pelaku industri perunggasan berupaya untuk meminimalkan kerugian finansial. 

- Elis Helinna/ New York -

Our Partners

Our Instagram

Our Pages

Contact Us

Address:
Komp. Mangga Dua Square Blok E. No. 23, Jl. Gunung Sahari Raya No. 1 Jakarta 14430 - Indonesia

Phone: +62 21 62318153

Fax: +62 21 62318154

Email:
redaksi@poultryindonesia.com
advertisement.poultryindonesia@gmail.com
sirkulasi@poultryindonesia.com
promo.poultryindo@gmail.com