Program profesi insinyur diharapkan menambah daya saing lulusan peternakan yang siap pakai di lapangan
Universitas Gadjah Mada melantik 30 Insinyur periode perdana untuk program profesi insinyur periode I tahun 2018. Sebanyak 30 Insinyur yang dilantik terdiri dari 9 Insinyur Prodi Profesi Peternakan, dan 21 Insinyur Prodi Profesi Teknik di lingkup UGM. Pelantikan dilaksanakan untuk memberikan gelar Insinyur (Ir.) yang sesuai dengan mandat UU No. 11 tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Acara yang dilaksanakan di Balai Senat UGM Yogyakarta Rabu (7/3) dihadiri oleh Wakil Ketua Umum, Ir. Heru Dewanto, M.Eng., IPM dan Rektor UGM, Prof.Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng.
Pendidikan profesi Insinyur Peternakan adalah upaya peningkatan kualitas SDM peternakan saat ini yang dinlai masih kurang secara jumlah dan kualitas dari praktisi yang memang berkompeten. Meski kemajuan dari segala lini sektor peternakan berkembang pesat, tetapi tidak diikuti oleh standar kualitas SDM yang mumpuni.
Sehingga proyeksi ke depan perkembangan industri peternakan harus juga diikuti dengan peran profesionalisme sumber daya manusianya. Sehingga untuk mengimplementasikan UU. No 11 Tahun 2014 tersebut, Kemenristekdikti menerbitkan Permenristekdikti No. 35 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Program Studi Profesi Insinyur.
Heru Dewanto mengatakan, seseorang yang sudah menyandang gelar profesi insinyur, harus mampu menerapkan keberpihakan dan dharma bakti kepada masyarakat berupa inovasi sosial dan mencatat rekam jejak profesi keinsinyuran. Domi, Adi
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi April 2018 di halaman 44 dengan judul “UGM Melantik Insinyur Peternakan Periode Pertama”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153