Seminar ASOHI yang ke-7 sukses terselenggara di Menara 165 Jakarta Selatan (22/5)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) mengadakan seminar nasional kesehatan unggas pada Rabu, (22/5), di Gedung Menara 165 Cilandak, Jakarta Selatan. Seminar yang selalu dilakukan setiap tahunnya ini, mengusung tema menguak misteri penurunan produktivitas unggas, baik di broiler maupun ayam petelur.
Sesuai dengan Musyawarah Nasional (Munas), ASOHI berkomitmen untuk mengadakan seminar nasional setiap tahunnya. Pada Seminar nasional ke 7 kali ini, drh. Aya ariana selaku ketua panitia memberikan sambutan yang dilanjutkan dengan sambutan dari ketua ASOHI drh. Irawati Fari. Ira berharap dengan acara ini bisa memberikan informasi tambahan untuk dapat diaplikasikan di lapangan terkait dengan peningkatan kesehatan unggas maupun industri peternakan. “Disini kita mendatangkan para ahli untuk menguak misteri yang ada untuk meluruskan permasalahan di lapangan”, Ujar Irawati.
Baca Juga : PDHI Gelar Seminar Bahas Pengendalian Antimicrobial Resistance
Acara Seminar dibuka oleh drh. Dewi Erike selaku perwakilan dari Kementrian Pertanian. Pembicara dalam seminar kali ini yaitu Prof (ret). drh. Charles Rangga Tabbu, M.Sc, Ph.D yang menyampaikan materi tentang membedah faktor-faktor pendukung penurunan produktivitas unggas pada broiler, pullet, dan layer baik secara management pemeliharaan, penyakit infeksius, dan non infeksius.
Pemaparan materi dilanjutkan oleh Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si. ‘dengan judul Masihkah Virus AI Sebagai Momok di Industri Perunggasan’. Ia menyatakan bahwa pada tahun 2018 sampai sekarang, H5N1 clade 2.3.2 mendominasi sirkulasi virus dan clade 2.1.3 masih eksis. Kedua clade tersebut mendukung terjadinya reasortant atau perkawinan virus. Pada tahun yang sama, reasortant sendiri terjadi di virus AI H5N1 dan H9N2.
Masih menurut Indi, Perkembangan terapi terhadap kasus virus AI yang sedang dikembangkan saat ini yaitu dengan pendekatan epigenetik yang dapat mempengaruhi karakter fenotip. Esti