Telur menjadi sumber protein hewani, sumber asam lemak tidak jenuh serta sumber vitamin dan mineral.
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Telur merupakan salah satu bahan pangan asal hewan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat selain daging, ikan dan susu. Umumnya, telur yang dikonsumsi berasal dari jenis-jenis burung seperti ayam, bebek dan angsa. Telur adalah pangan padat gizi. Telur menjadi sumber protein hewani, sumber asam lemak tidak jenuh serta sumber vitamin dan mineral.
Telur sangat baik untuk anak-anak dan orang dewasa. Secara umum, telur ayam dan telur itik merupakan jenis telur yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat karena mengandung gizi yang melimpah. Telur juga sangat bagus dikonsumsi oleh anak-anak dalam masa pertumbuhan karena mengandung banyak nutrisi yang sangat diperlukan oleh tubuh.
Telur mengandung protein dengan kualitas tinggi, lemak, vitamin, mineral, antioksidan dan nutrisi lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh. Telur mentah memiliki kandungan yang sama dengan telur matang. Telur mentah mengandung cukup banyak kolin yang sangat berguna untuk fungsi otak. Menurut Dauncey MJ pada penelitiannya dengan judul “Nutrition, The Brain and Cognitive Decline: Insights from Epigenetics”, nutrisi ini sangat memengaruhi kerja otak serta menurunkan risiko dementia.
Baca Juga : Lindungi Telur Anda dari Ancaman Egg Drop Syndrome
Rajaie S. dan Esmaillzadeh A. dalam penelitiannya berjudul “Dietary Choline and Betaine Intakes and Risk of Cardiovascular Diseases: A Review of Epidemiological Evidence”, membuktikan kolin memiliki peran dalam menjaga kesehatan jantung. Telur juga mengandung tinggi lutein dan zeaxanthin, yang dapat melindungi mata. Telur juga mengandung 9 asam amino esensial dalam jumlah besar, yang membuat telur menjadi sumber protein yang lengkap. Namun, mengonsumsi telur mentah dapat mengurangi penyerapan protein-protein tersebut.
Memakan telur setengah matang atau bahkan mentah juga dapat menyebabkan keracunan makanan (food-poisoning) serta meningkatkan risiko terjadinya infeksi Salmonella. Infeksi Salmonella (salmonellosis) adalah penyakit bakteri yang biasanya memengaruhi saluran usus. Bakteri ini biasa terdapat di daging mentah, pangan asal laut, buah dan sayur yang disiram dengan air yang terkontaminasi. serta telur mentah.
Pada telur, bakteri biasa terdapat di cangkang telur, karena telur keluar dari lubang sama di mana feses diekskresikan. Telur juga dapat terinfeksi oleh Salmonella enteriditis melalui lubang pori-pori pada cangkang telur.
Baca Juga : Penyakit Egg Drop Syndrome yang Terlupakan
Biasanya, orang yang terinfeksi Salmonella tidak menunjukkan gejala, namun Kendall P. dan kawan-kawan pada penelitiannya yang berjudul “Food Handling Behaviors of Special Importance for Pregnant Women, Infants and Young Children, the Elderly, and Immune-Compromised People”, menyatakan dapat berakibat fatal pada balita, anak-anak, ibu hamil, lansia dan individu dengan sistem imun rendah atau pasien dengan penyakit seperti diabetes, HIV dan tumor.
Gejalanya antara lain diare, mual, muntah, pusing, demam, terdapat darah pada feses dan kram perut. Gejala ini biasa berlangsung dalam kurun waktu 8 hingga 72 jam. Komplikasi yang diakibatkan oleh infeksi Salmonella sangat berbahaya, contohnya dehidrasi, arthritis, hingga bacteremia yang dapat menjalar menjadi meningitis, endocarditis dan osteomyelitis. Penyakit-penyakit ini dapat dihindari dengan mencegah penyebaran bakteri, seperti memasak bahan makanan hingga matang, memasukkan sisa bahan makanan ke dalam kulkas, mencuci tangan, memisahkan bahan pangan asal hewan seperti daging mentah dan telur dari makanan lain, serta tidak mengonsumsi telur mentah atau bahan makanan yang mengandung telur mentah seperti adonan dan eggnog. Jika terpaksa harus mengonsumsi telur mentah, alangkah baiknya jika dipasteurisasi terlebih dahulu. Diana