POULTRYINDONESIA, Jakarta – Bisnis ayam petelur (layer) di Indonesia sebagian besar merupakan peternakan rakyat yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dari bagian barat hingga bagian timur. Bila dilihat dari kapasitas produksi, wilayah terbesar peternakan layer berada di pulau jawa khususnya wilayah jawa timur sebagai produsen telur di Indonesia.
Peternakan layer di Indonesia mampu untuk memenuhi kebutuhan telur di dalam negeri. Perkembangannya pun telah didukung oleh pemerintah dan perusahaan sektor peternakan yang berada di Indonesia. Salah satu kendala yang seringkali dihadapi oleh peternak adalah manajemen pakan yang merupakan komponen cost terbesar dalam proses produksi layer untuk menghasilkan produk telur berkualitas.
PT. Cargill Indonesia memberikan dukungan dengan mendesain pakan optimal bagi berbagai fase pada tumbuh kembang layer dengan inovasi dan teknologi yang dikembangkan oleh Innovation Center milik Cargill di Amerika Serikat dan Belanda. Ivan Hindarko selaku Country Manager PT. Cargill Indonesia mengatakan, “Cargill akan meluncurkan produk terbaru bagi peternakan layer di Indonesia, produk yang akan diperkenalkan ini merupakan seri produk tertinggi kami yaitu QMax platinum series yang dimiliki Cargill dimana menghadirkan seluruh nutrisi dan teknologi terbaiknya, dan akan dilaksanakan di beberapa kota di Indonesia,” ucapnya pada press confrence yang diadakan di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (20/08).
Ivan Hindarko, Country Manager Cargill Indonesia dalam pemaparannya di Konferensi Pers Peluncuran Produk Terbaru QMax milik Cargill
Ivan pun mengatakan bahwa industri telur merupakan prospek industri yang terus meningkat seiring dengan meningkatnya populasi dan daya beli masyarakat di Indonesia. Dengan peningkatan tersebut, Cargill memproyeksikan bahwa akan ada peningkatan konsumsi telur hingga 2,5 juta ton hingga tahun 2025 dan akan terus bertambah. Untuk itu, Cargill akan menghadirkan pakan terbaik untuk menghasilkan telur yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia.
Kementerian Pertanian pun menerbitkan Permentan No. 14 Tahun 2017 mengenai pelarangan penggunaan AGP dan pencegahan timbulnya penyakit. Hal ini untuk menjamin keamanan pangan dan kualitas produk ternak yang dihasilkan, khususnya telur sebagai protein hewani yang terjangkau oleh masyarakat. Adi Widyatmoko selaku Business Development Manager PT. Cargill Indonesia pun menambahkan, ketika pelarangan penggunaan AGP diberlakukan, kondisi profitabilitas peternak semakin menurun dan mortalitas ternak semakin tinggi. Maka dari itu, Cargill mempersiapkan QMax yang sudah free AGP, mudah dicerna dan meningkatkan sistem imun yang terbentuk sempurna agar dapat melindungi ternak dari penyakit.
Baca Juga : VIV Siap Digelar Setiap Tahun di China
Technology Application Manager PT. Cargill Indonesia, Fatimah Zahra menjelaskan mengenai produk GMax Platinum series yang dirancang untuk menghasilkan produk optimal dan efisien yang dibentuk dari fase rearing (pemeliharaan) hingga fase laying (produksi). Produk ini telah disesuaikan dengan kebutuhan setiap fasenya agar dapat menghasilkan performa yang sesuai dengan standar yang sangat berpengaruh dan harus dipersiapkan dengan baik agar fase laying dapat menghasilkan telur yang optimal.
Disisi lain, para peternak memerlukan efisiensi cost produksi agar tetap profitabel. Cargill Indonesia sangat mematuhi regulasi yang ada di Indonesia agar menghasilkan produk dengan nutrisi yang berkualitas dan membantu peternak agar menghadirkan produk pangan yang berkualitas pula seperti slogan Cargill Indonesia, Better Nutrition For Better Life tambah Fatimah.
Selain itu pada press conference tersebut, menghadirkan pula Richard selaku peternak layer asal Malang yang telah mencoba QMax dengan hasil yang memuaskan dan Gupta Sitorus selaku pengurus Indonesia Gastronomy Forum yang berpendapat bahwa saat ini milenial lebih memilih hidup sehat dengan mencari tahu komposisi bahan baku yang digunakan untuk produk pangan atau makanan yang di konsumsinya. Hal ini tentu menjadi peluang besar bagi sektor hulu hingga hilir untuk menghasilkan produk pangan khususnya telur yang memenuhi kebutuhan nutrisi milenial saat ini.