Tim PT Farma Sevaka Nusantara dalam pameran Indo Livestock 2018.
Indo Livestock 2018 menjadi ajang berkumpulnya para pelaku usaha di industri peternakan. PT. FARMA SEVAKA NUSANTARA sebagai salah satu pelaku usaha di industri ini tidak ketinggalan untuk turut berpartisipasi. Wayan Wiryawan, selaku Direktur PT. FARMA SEVAKA NUSANTARA mengungkapkan bahwa pada Indo Livestock tahun ini, SEVAKA mengajak sejumlah supplier-nya untuk turut serta, sekaligus menyelenggarakan technical seminar sebagai bentuk komitmen SEVAKA memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggannya.
Setidaknya terdapat 5 seminar yang terbagi menjadi beberapa sesi diselenggarakan oleh SEVAKA selama pameran berlangsung. Antusiasme tidak hanya datang dari para pelanggannya saja, para pengunjung pameran pun ramai menghadiri seminar tersebut. “Kita berusaha bagaimana bisa melayani pelanggan kami dengan hati dan konsisten memberikan yang terbaik. Jadi mentransfer informasi teknis dan informasi produk hasil inovasi kepada peternak, untuk membuat peternak menjadi lebih mengerti bagaimana mengelola peternakan ayamnya menjadi lebih baik adalah menjadi misi kami,” tutur Wayan.
Presiden Joko Widodo saat mengunjungi stan Sevaka.
Menjaga kesehatan dan performace hewan ternak tanpa antibiotik
Saat ini, tim SEVAKA telah hadir di beberapa lokasi sentra peternakan di Indonesia, meliputi Jawa, Sumatera, dan Bali. SEVAKA terus melebarkan sayap bisnisnya ke berbagai daerah untuk menjangkau dan memberikan pelayanan kepada peternak dan pelaku usaha dibidang peternakan. Hingga saat ini pula SEVAKA menjadi distributor dari belasan perusahaan yang berasal dari berbagai negara, seperti Prancis, Spanyol, Inggris, Rusia, dan Taiwan.“Ini jadi bukti kepercayaan mereka kepada kami,” ujar Wayan. SEVAKA pun memiliki concern dengan kualitas produk yang ditawarkan. Pelanggan SEVAKA sebagian besar adalah peternak termasuk peternak self-mixing, breeding farm, dan industri pakan ternak (feedmill).
Salah satu technical seminar yang digelar Sevaka selama pameran Indo Livestock 2018.
Khusus untuk pameran Indo Livestock 2018, ada 4 principle SEVAKA turut berpartisipasi memperkenalkan sejumlah produk unggulan mereka. Beberapa diantaranya memperkenalkan produk alami sebagai alternatif pengganti Antibiotic Growth Promoter (AGP). Wayan menegaskan bahwa pihaknya lebih mendorong peternak untuk menerapkan “Good Farming Practice” atau praktik peternakan yang baik dan mengajak peternak untuk menjaga kesehatan & performance hewan ternaknya tanpa harus menggunakan antibiotik.
Salah satu supplier-nya, yakni BROC NUTRITION adalah perusahaan produsen feed additive asal Prancis, dimana hanya memperkenanlkan satu-satunya produk yang mereka produksi, yakni BPS PLUS. BPS Plus merupakan sediaan sodium butirat dengan technology “Matrix Double Buffer” yang mana bertujuan untuk memastikan Essential Butyrate-nya dalam konsentrasi optimal bisa dilepas di duodenum, jejunum dan ilium hewan ternak, dengan demikian menjadi lebih efektif untuk menjaga integritas intestinal, mengontrol enteric pathogen dalam intestinal tract, hingga meningkatkan performa dan profitabilitas di peternakan
Ada pula jajaran produk dari TECNOVIT, seperti HYDROCAP AA, BUTYTEC PLUS, dan ACITEC A & C – GR. Perusahaan ini mengusung konsep “antibiotic free” dengan teknologi microencapsulation. Jajaran produk ini khusus ditujukan sebagai pengganti AGP atau antibiotik yang digunakan untuk program pencegahan. Dalam technical seminar dengan topik tentang pentingnya kesehatan intestinal dan solusi untuk menghadapinya menghadirkan pembicara Dr. Ester Villarasa Gustems PhD selaku Poultry Technical Manager T&V/Tecnovit. “Kesehatan pencernaan adalah kunci untuk performa hewan yang maksimal. Hasilnya, bisa tercapai keamanan pangan (food safety), kesejahteraan hewan (animal welfare). Kita harus melihat sinergitas dalam mencari solusi alternatif,” ungkap Ester. Ia juga menegaskan, peternak harus dapat memilih opsi yang terbaik untuk dapat memberikan perlindungan maksimal bagi hewan ternaknya.
Salah satu produk andalan dari TECNOVIT adalah microencapsulated organic dan essential oils yang terkandung dalam produk BUTYTEC PLUS. Produk ini bekerja secara efektif dan memiliki dampak yang positif pada morfologi pencernaan sehingga penyerapan nutrisi lebih baik dan performa zootechnical hewan juga menjadi lebih baik. Ester melanjutkan, pemenuhan kebutuhan nutrisi, manajemen, dan strategi biosekuriti harus berjalan beriringan.
Pada seminar yang lain, KROMSCHROEDER hadir dengan produk alat pemanas (heater) yang dinamakan INFRACONIC HP atau KROMS HP. Perusahaan yang telah berdiri sejak 1908 ini menjadi salah satu supplier SEVAKA dan kini produk KROMS HP telah banyak digunakan oleh peternak yang ada di Indonesia. Ramon R. Arboix, sebagai narasumber di seminar ini membawa tema mengenai “Effectiveness and Efficiency of Brooding Management on Poultry with Infrared Radiant Spot Heating System”. Dalam pemaparannya, Ramon mengatakan bahwa sinar infra merah yang dihasilkan dan dipancarkan oleh Infraconic HP bekerja untuk memberikan rasa hangat dan nyaman pada anak ayam atau anak babi. “Kualitas panas dan rasa hangat yang dihasilkan dari pancaran sinar infra merah alat pemanas KROMS HP lebih stabil dan optimal,” jelas Ramon.
Sementara itu, ANDRES PINTALUBA yang juga produsen obat hewan terbesar di Spanyol, memperkenalkan beberapa produk liquid-nya, seperti APSA AMINOVIT, APSA POLIVIT AD3EKC (high concentrate) dan APSA B COMPLEX. Sebagai pembicara Dr. Jose Lorenzo M. Gomos DVM, Commercial Manager Animal Health Products for Asia Pintaluba, di dalam seminar mengungkapkan peran vitamin dan asam amino yang mampu meningkatkan nilai nutrisi dalam produksi perunggasan. “Dengan nilai nutrisi tercukupi dengan baik, akan membuat ayam menjadi tetap sehat dan performance produksinya optimal,” ungkap Dr. Jose.
Konsep Blue Blanc Coeur
Wayan Wiryawan selaku praktisi di bidang peternakan bekerja sama dengan VALOREX Perancis sebagai supplier SEVAKA untuk produk bahan baku OMEGA-3, diberikan mandat oleh BLEU BLANC COEUR (BBC) yang berpusat di Perancis, untuk mempersiapkan pembentukan sebuah asosiasi yang diberi nama BLEU BLANC COEUR yang berarti “Jantung Putih Biru”, dimana asosiasi ini bertujuan untuk mewadahi para pelaku usaha dibidang pangan, baik produsen dan perusahaan retails yang memproduksi dan memasarkan produk pangan asal hewani & produk pangan lainnya yang diperkaya dengan kandungan OMEGA-3, serta memberikan jaminan kepada masyarakat konsumen bahwa produk pangan yang diklaim mengandung OMEGA-3 dengan logo BBC, benar-benar aman dan baik untuk kesehatan, dan kandungan OMEGA-3 dari produk pangan yang diklaim tersebut benar-benar sesuai dengan standar WHO dan BBC yang sudah diakui oleh FDA Perancis.
SEVAKA, selaku badan usaha ditunjuk oleh VALOREX – Perancis sebagai distributor bahan baku OMEGA-3 baik untuk campuran pakan ternak (feed grade) dan campuran pada pangan (food grade), yang nantinya digunakan untuk memproduksi produk pangan asal hewani, seperti: telur, susu, keju dan daging mengandung OMEGA-3 dan juga produk pangan lainnya seperti: mie, cookies, bakery, dan produk pangan lainnya yang juga bisa diperkaya dengan OMEGA-3, dimana pangan yang diperkaya OMEGA-3 sangat baik untuk kesehatan manusia. BBC Indonesia nantinya akan memberikan label BBC kepada semua produsen pangan yang mengklaim produknya mengandung OMEGA-3, setelah melalui uji standarisasi dari BBC,” jelas Wayan.
Melalui keberadaan BBC Indonesia, masyarakat akan diberikan pemahaman bagaimana memilih produk pangan yang sehat dan aman, tidak mengadung residu antibiotik atau bahan kimia berbahaya lainnya atau cemaran bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Dengan demikian, masyarakat akan menyeleksi sendiri pangan yang akan mereka konsumsi. “Semua ini kami lakukan untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” pungkas Wayan.
Wayan mengharapkan Pemerintah dapat meng-endorse industri peternakan dalam negeri agar bisa lebih berkembang dan berdaya saing, baik memproduksi pangan untuk kebutuhan pasar dalam negeri maupun untuk tujuan ekspor. SEVAKA sendiri disampaikan oleh Wayan, berkomitmen untuk senantiasa melayani dan memberikan yang terbaik untuk kemajuan industri peternakan di Nusantara dalam menghasilkan produk pangan asal hewani yang sehat dan aman untuk masyarakat.