Upacara Pengukuhan Guru Besar Bidang Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 9 Juli 2019 di Balai Senat UGM Bulaksumur
POULTRYINDONESIA, Yogyakarta – Prof. Dr. drh. Michael Haryadi Wibowo, M.P dikukuhkan menjadi guru besar Bidang Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 9 Juli 2019 di Balai Senat UGM, Kampus Bulaksumur Yogyakarta. Upacara pengukuhan tersebut dibuka secara resmi oleh Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D., selaku Ketua Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada.
Haryadi menyampaikan pidato ilmiah yang berjudul “Perkembangan terkini virus avian influenza dan tantangannya bagi industri perunggasan di Indonesia” di depan para dewan guru besar UGM dan tamu undangan. Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa dunia perunggasan khususnya peternakan ayam komersial, dan pembibitan ayam di Indonesia merupakan usaha bidang peternakan yang paling maju dan berkembang saat ini. Meskipun demikian, pelaku perunggasan sering kali mengalami kendala, salah satunya adalah penyakit Avian Influenza (AI).
“Wabah penyakit AI telah banyak menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat tinggi karena penurunan produksi telur pada ayam, burung puyuh, dan itik petelur, serta menyebabkan kematian tinggi berbagai spesies unggas,” ungkapnya dalam pidato pengukuhan Guru Besar UGM tersebut.
Menurutnya, masih munculnya penyakit AI di industri perunggasan terjadi karena kendurnya biosekuriti yang diterapkan di lapangan. “Upaya penanggulangan dan pengendalian penyakit unggas, secara khusus penyakit AI tidak bisa mengandalkan satu cara saja, tetapi harus bersinergi dengan berbagai faktor pengendalian sebagaimana digariskan oleh pemerintah, dan harus disertai komitmen yang kuat oleh pelaku usaha perunggasan,” kata Haryadi. PI