{"id":13801,"date":"2020-07-02T07:45:14","date_gmt":"2020-07-02T00:45:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=13801"},"modified":"2020-07-02T09:56:38","modified_gmt":"2020-07-02T02:56:38","slug":"upaya-kontrol-ibd-dalam-peternakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-kontrol-ibd-dalam-peternakan\/","title":{"rendered":"Upaya Kontrol IBD dalam Peternakan"},"content":{"rendered":"<h6><strong>Oleh: drh. Esti Dhamayanti<\/strong><\/h6>\n<h6>Keberadaan dari IBDV dalam peternakan termasuk yang membutuhkan waktu lama dan kerja keras untuk ditendang dari kandang. Menurut M\u00fcller <em>et al<\/em>. (2012), IBDV masih bersifat infeksius sekitar 122 hari dalam kandang ayam dan 52 hari pada pakan dan air. drh. Pradifta Ramdani menyarankan untuk melakukan persiapan kandang yang lebih baik lagi. Tambahan lainnya yang perlu dilakukan yaitu membasmi vektor mekanis seperti Franky. \u201cJadi jangan sampai terlalu berdekatan dengan waktu chick-in. Biasanya yang terjadwal yaitu dua minggu,\u201d ujar alumni kedokteran hewan IPB University ini.<\/h6>\n<h6>Kontrol IBD dalam kandang dengan menggunakan vaksin saat ini masih menjadi pilihan utama dibandingkan menggunakan metode pengapkiran ayam sakit serta kontrol pada flok lainnya yang lebih memakan biaya. Perlu diingat bahwa dalam upaya vaksinasi ini kemungkinan akan serjadinya kegagalan vaksinasi ini pasti ada, bahkan pada jadwal pengaplikasian vaksin yang ketat, mengingat sifat IBDV yang menurunkan sistem imun serta probabilitas untuk virus IBD berevolusi.<\/h6>\n<h6><strong>Baca Juga:&nbsp;<span style=\"color: #0000ff;\"><a style=\"color: #0000ff;\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/cara-pengendalian-penyakit-gumboro\/\">Cara Pengendalian Penyakit Gumboro<\/a><\/span><\/strong><\/h6>\n<h6>Pada penanganan IBD, dianjurkan untuk mencegah terjadinya infeksi sedini mungkin, sehingga efek immunosupresif yang ditimbulkan oleh IBDV dapat dicegah. Salah satunya dengan memberikan immunisasi pada <em>parent stock<\/em>. Dey <em>et al<\/em>. (2019) menyatakan bahwa dengan menggunakan vaksin inaktif dengan oil-adjuvant akan memacu respon imun serta memperpanjang antibodi maternal sampai dengan 3-5 minggu. Keberadaan dari antibodi maternal ini juga perlu diperhatikan terutama untuk waktu &nbsp;vaksinasi, karena jika ayam berumur muda terlalu dini diberikan attenuated vaksin, maka akan terjadi netralisasi vaksin akibat masih tingginya kadar maternal antibodi pada tubuh anak ayam tersebut. Sebaliknya jika antibodi maternal dalam tubuh ayam rendah, maka telatnya waktu vaksinasi akan jadi malapetaka karena tubuh ayam tidak terproteksi. Vaksin juga dapat dilakukan pada saat di <em>hatcher<\/em>y menggunakan tipe killed.<\/h6>\n<h6>Prof. Daral Jackwood, Ph.D selaku ilmuwan dari Ohio State University dalam suatu wawancara dengan Poultry Health Today mengatakan bahwa saat ini pemberiaan antibiotik pada unggas tidak bisa semudah dahulu, di mana ketika IBDV sudah menyerang lalu menimbulkan immunosuppresi, kemungkinan akan infeksi akibat bakterial akan muncul, maka pemberian vaksinasi untuk mencegah terjadinya IBD haruslah tepat. Terapi supportive lainnya yang dapat diberikan pada kasus IBD yaitu pemberian multivitamin seperti vitamin A, C, D, dan E serta sorbitol. Keduanya berfungsi untuk memperbaiki sistem imun dan menambah tenaga pada ayam. <strong>*Wartawan Poultry Indonesia<\/strong><\/h6>\n<h6><em>Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel Majalah Poultry Indonesia edisi Juni 2020 dengan judul &#8220;<a href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/gumboro-penghancur-sistem-kekebalan-tubuh\/\"><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Gumboro Penghancur Sistem Kekebalan Tubuh<\/strong><\/span><\/a>\u201d. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153<\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: drh. Esti Dhamayanti Keberadaan dari IBDV dalam peternakan termasuk yang membutuhkan waktu lama dan kerja keras untuk ditendang dari kandang. Menurut M\u00fcller et al. (2012), IBDV masih bersifat infeksius sekitar 122 hari dalam kandang ayam dan 52 hari pada pakan dan air. drh. Pradifta Ramdani menyarankan untuk melakukan persiapan kandang yang lebih baik lagi. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":13803,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[10],"tags":[156,1630,424,670,223,1580,1043],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-kontrol-ibd-dalam-peternakan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Upaya Kontrol IBD dalam Peternakan | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: drh. Esti Dhamayanti Keberadaan dari IBDV dalam peternakan termasuk yang membutuhkan waktu lama dan kerja keras untuk ditendang dari kandang. Menurut M\u00fcller et al. (2012), IBDV masih bersifat infeksius sekitar 122 hari dalam kandang ayam dan 52 hari pada pakan dan air. drh. Pradifta Ramdani menyarankan untuk melakukan persiapan kandang yang lebih baik lagi. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-kontrol-ibd-dalam-peternakan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-07-02T00:45:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-07-02T02:56:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Gumboro-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"650\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"488\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-kontrol-ibd-dalam-peternakan\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Gumboro-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Gumboro-1.jpg\",\"width\":650,\"height\":488,\"caption\":\"Banyaknya franky yang menjadi vektor penyakit Gumboro\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-kontrol-ibd-dalam-peternakan\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-kontrol-ibd-dalam-peternakan\/\",\"name\":\"Upaya Kontrol IBD dalam Peternakan | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-kontrol-ibd-dalam-peternakan\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2020-07-02T00:45:14+00:00\",\"dateModified\":\"2020-07-02T02:56:38+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-kontrol-ibd-dalam-peternakan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-kontrol-ibd-dalam-peternakan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-kontrol-ibd-dalam-peternakan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-kontrol-ibd-dalam-peternakan\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-kontrol-ibd-dalam-peternakan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-kontrol-ibd-dalam-peternakan\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/f39e3166157e4636733ac2dec2af3501\"},\"headline\":\"Upaya Kontrol IBD dalam Peternakan\",\"datePublished\":\"2020-07-02T00:45:14+00:00\",\"dateModified\":\"2020-07-02T02:56:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-kontrol-ibd-dalam-peternakan\/#webpage\"},\"wordCount\":404,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-kontrol-ibd-dalam-peternakan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Gumboro-1.jpg\",\"keywords\":[\"#Penyakit\",\"franky\",\"gumboro\",\"ibd\",\"kesehatan\",\"pengendalian\",\"Poultry Indonesia\"],\"articleSection\":[\"Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/f39e3166157e4636733ac2dec2af3501\",\"name\":\"Esti Damayanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/382a1b98958ea959336d399296aada33?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/382a1b98958ea959336d399296aada33?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Esti Damayanti\"},\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/estdhmyntp\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Gumboro-1.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-3AB","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13801"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13801"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13801\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13810,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13801\/revisions\/13810"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13803"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13801"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13801"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13801"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}