{"id":14633,"date":"2020-07-14T13:37:31","date_gmt":"2020-07-14T06:37:31","guid":{"rendered":"https:\/\/poultryindonesia.com\/?p=14633"},"modified":"2020-07-14T13:42:39","modified_gmt":"2020-07-14T06:42:39","slug":"tantangan-penggunaan-maggot-di-industri-pakan-ikan-dan-unggas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/tantangan-penggunaan-maggot-di-industri-pakan-ikan-dan-unggas\/","title":{"rendered":"Tantangan Penggunaan Maggot di Industri Pakan Ikan dan Unggas"},"content":{"rendered":"<h6><strong>POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211;<\/strong> Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam (Hermetia illucens), adalah lalat yang berasal dari Amerika Selatan yang saat ini sudah kosmopolitas. Larva dari lalat yang dikenal dengan istilah maggot tersebut bertahan hidup dengan memakan sampah organik dengan telur lalat yang memerlukan sekitar 4 hari untuk menetas, dan biasanya diletakkan oleh induknya pada celah-celah atau pada permukaan di atas pakan. Dengan ukuran larva berkisar dari 3-19 mm, larva BSF biasanya migrasi pada saat akan membentuk prepupa\/pupa.<\/h6>\n<h6>Hal itu disampaikan oleh Desianto Budi Utomo selaku Ketua Umum GPMT dalam Seminar Online AINI 4 dengan tema Budi Daya Maggot dan Aplikasinya dalam Industri Pakan Ikan dan Unggas, melalui aplikasi daring, Kamis (9\/7).<\/h6>\n<h6>Narasumber lain dalam acara itu yakni Aminudi (CEO Biomagg), Prof Dr Dewi A Astuti (Guru Besar Fapet IPB), Prof Dr Sumiati (Dekan Fapet IPB), dan Dr Ichsan Achmad Fauizi (Dosen FPIK IPB). Seminar yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam tersebut dipandu oleh Dekan Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako, Palu Prof. Ir. Burhanudin Sundu, M.Sc.Ag., Ph.D.<\/h6>\n<h6>Budi daya maggot untuk menghasilkan sumber protein sudah banyak dikembangkan di luar negeri seperti di Belanda, Jerman, dan Cina. Biokonversi tersebut di Indonesia diharapkan dapat bersinergi dengan masalah lingkungan melalui pengelolaan limbah organik menjadi bahan pakan alternatif pengganti tepung ikan dan MBM yang lebih murah dan berkelanjutan.<\/h6>\n<h6><strong>Baca Juga:&nbsp;<span style=\"color: #0000ff;\"><a style=\"color: #0000ff;\" href=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/industri-pakan-menghadapi-tantangan-serius-di-era-globalisasi-dan-digitalisasi\/\">Industri Pakan Menghadapi Tantangan Serius di Era Globalisasi dan Digitalisasi<\/a><\/span><\/strong><\/h6>\n<h6>Desianto menandaskan, BSF merupakan lalat yang dapat dikatagorikan sebagai dekomposer, karena maggot atau belatung BSF dapat memakan bahan organik hidup atau mati. &#8220;Dari segi lingkungan serangga ini memiliki peran ekologis yang penting dalam ekosistem,&#8221; kata Desianto.<\/h6>\n<h6>Ia menambahkan, telah banyak penelitian mengenai periode hidup BSF yang bergantung pada pakan larva, periode hidup larva, prepupa, pupa, dewasa hingga masa inkubasi telur dapat berbeda-beda. Faktor abiotik juga akan berpengaruh pada periode hidup BSF.<\/h6>\n<h6>Masih menurut Desianto, sebuah penelitian menunjukkan, subtitusi BSF atas tepung ikan pada formula pakan ikan lele, maksimal penggunaan bisa mencapai 20%, yang menyumbang 8,9% dari total protein pada formula.<\/h6>\n<h6>Tentang apakah BSF ini menguntungkan untuk digunakan, Desianto menjelaskan, hal itu sangat tergantung pada harga BSF dibandingkan dengan tepung ikan dan bahan baku lain, serta kualitas BSF yang digunakan. Tantangan lain adalah dalam hal jumlah ketersediaan dan keberlanjutannya.<\/h6>\n<h6>&#8220;Tantangan ketersediaan dan penggunaan bahan baku lokal secara umum adalah dalam hal kualitas yang tidak stabil, produksi yang masih skala kecil, harga yang relatif mahal sehingga kurang kompetitif, serta keberlanjutan ketersediaan atau suplainya,&#8221; kata Desianto.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211; Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam (Hermetia illucens), adalah lalat yang berasal dari Amerika Selatan yang saat ini sudah kosmopolitas. Larva dari lalat yang dikenal dengan istilah maggot tersebut bertahan hidup dengan memakan sampah organik dengan telur lalat yang memerlukan sekitar 4 hari untuk menetas, dan biasanya diletakkan oleh induknya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":14634,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[7],"tags":[33,934,1043],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/tantangan-penggunaan-maggot-di-industri-pakan-ikan-dan-unggas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tantangan Penggunaan Maggot di Industri Pakan Ikan dan Unggas | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211; Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam (Hermetia illucens), adalah lalat yang berasal dari Amerika Selatan yang saat ini sudah kosmopolitas. Larva dari lalat yang dikenal dengan istilah maggot tersebut bertahan hidup dengan memakan sampah organik dengan telur lalat yang memerlukan sekitar 4 hari untuk menetas, dan biasanya diletakkan oleh induknya [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/tantangan-penggunaan-maggot-di-industri-pakan-ikan-dan-unggas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-07-14T06:37:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-07-14T06:42:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/nusabudidaya.com_.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1333\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/tantangan-penggunaan-maggot-di-industri-pakan-ikan-dan-unggas\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/nusabudidaya.com_.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/nusabudidaya.com_.jpg\",\"width\":\"2000\",\"height\":\"1333\",\"caption\":\"budidaya maggot bsf sebagai alternatif pakan (sumber gambar: nusabudidaya.com)\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/tantangan-penggunaan-maggot-di-industri-pakan-ikan-dan-unggas\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/tantangan-penggunaan-maggot-di-industri-pakan-ikan-dan-unggas\/\",\"name\":\"Tantangan Penggunaan Maggot di Industri Pakan Ikan dan Unggas | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/tantangan-penggunaan-maggot-di-industri-pakan-ikan-dan-unggas\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2020-07-14T06:37:31+00:00\",\"dateModified\":\"2020-07-14T06:42:39+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/tantangan-penggunaan-maggot-di-industri-pakan-ikan-dan-unggas\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/tantangan-penggunaan-maggot-di-industri-pakan-ikan-dan-unggas\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/tantangan-penggunaan-maggot-di-industri-pakan-ikan-dan-unggas\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/tantangan-penggunaan-maggot-di-industri-pakan-ikan-dan-unggas\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/tantangan-penggunaan-maggot-di-industri-pakan-ikan-dan-unggas\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/tantangan-penggunaan-maggot-di-industri-pakan-ikan-dan-unggas\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Tantangan Penggunaan Maggot di Industri Pakan Ikan dan Unggas\",\"datePublished\":\"2020-07-14T06:37:31+00:00\",\"dateModified\":\"2020-07-14T06:42:39+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/tantangan-penggunaan-maggot-di-industri-pakan-ikan-dan-unggas\/#webpage\"},\"wordCount\":411,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/tantangan-penggunaan-maggot-di-industri-pakan-ikan-dan-unggas\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/nusabudidaya.com_.jpg\",\"keywords\":[\"berita1\",\"peristiwa\",\"Poultry Indonesia\"],\"articleSection\":[\"Peristiwa\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/nusabudidaya.com_.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-3O1","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14633"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14633"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14633\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14635,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14633\/revisions\/14635"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14634"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14633"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14633"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14633"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}