{"id":16223,"date":"2021-04-06T22:47:45","date_gmt":"2021-04-06T15:47:45","guid":{"rendered":"https:\/\/poultryindonesia.com\/?p=16223"},"modified":"2021-04-06T22:47:45","modified_gmt":"2021-04-06T15:47:45","slug":"mengevaluasi-kualitas-anak-ayam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengevaluasi-kualitas-anak-ayam\/","title":{"rendered":"Mengevaluasi Kualitas Anak Ayam"},"content":{"rendered":"<h6>Istilah \u201ckualitas anak ayam\u201d agak kurang jelas, karena dapat merujuk pada berbagai aspek yakni dari ciri fisik yang terlihat langsung hingga yang tersembunyi seperti kadar antibodi, gangguan fisiologis, infeksi, dan kekurangan nutrisi. Banyak di antaranya berasal jauh sebelum telur mencapai tempat penetasan. Kondisi lingkungan dan waktu dapat berdampak buruk pada kualitas anak ayam. Skor kualitas anak ayam hanyalah cerminan dari status sementara dan ekspresi prospek terkini untuk keberhasilan peternakan.<\/h6>\n<h6>Tanggung jawab hatchery biasanya terbatas pada minggu pertama kehidupan anak ayam (periode sensitif ), saat perkembangan tercepat. Awal yang baik dan mulus sangat penting dan menentukan hasil akhirnya. Seiring berjalannya waktu, faktor yang terkait dengan peternakan mulai mendominasi faktor-faktor dari hatchery. Meskipun demikian, penyakit yang ditularkan secara vertikal yang ditemukan di kemudian hari masih dapat memengaruhi reputasi hatchery.<\/h6>\n<div class=\"page\" title=\"Page 77\">\n<div class=\"section\">\n<div class=\"layoutArea\">\n<div class=\"column\">\n<h6>Dari sudut pandang pembibitan, anak ayam umur sehari yang baik bebas dari gangguan fisik dan menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut: kuat, berdiri di atas kakinya; berbulu halus (termasuk bulu berdiri di atas kepala); aktif tapi santai; bersih; mata bulat terbuka; perut lembut dan kenyal; pusar yang tertutup rapat&nbsp; dan tidak terlihat; tidak bertulang; tidak mengalami dehidrasi; bebas dari cedera dan deformasi.<\/h6>\n<div class=\"page\" title=\"Page 77\">\n<div class=\"section\">\n<div class=\"layoutArea\">\n<div class=\"column\">\n<h6>&nbsp;<\/h6>\n<h6>Ciri-ciri ini terkait dan sesuai dengan berbagai aspek prosedur inkubasi dan pembibitan. Meskipun skor sifat dapat memiliki rentang yang luas (misalnya untuk mendeskripsikan ukuran perut atau tingkat kebugaran), yang terbaik adalah meminimalkan subjektivitas dan menyederhanakan penilaian menjadi sistem 0\/1. Apakah sifat tersebut benar atau tidak.<\/h6>\n<h6>Bisnis pembibitan saat ini adalah operasi massal yang memproses ribuan anak ayam per hari. Penetasan harian sering terdiri dari banyak sub-kelompok (berdasarkan flok, umur, umur telur). Sistem kendali mutu harus komprehensif, cepat, mudah dan dapat diulang. Ini harus memungkinkan batch untuk dibandingkan dan memberikan ekspresi kualitas numerik.<\/h6>\n<h6>Contohnya adalah Pasgar\u00a9Score berdasarkan 5 sifat yang mudah dievaluasi. Beberapa di antaranya, seperti paruh merah atau hock, mungkin tampak menarik tetapi sebenarnya menunjukkan masalah serius.<\/h6>\n<h6>1. Anak ayam yang kuat dan berbentuk baik akan pulih dengan sendirinya dalam waktu 3 detik jika diletakkan telentang di permukaan yang rata dan tidak licin. Kemampuan ini merupakan bentuk refleks indikasi kebugaran pada umumnya.<\/h6>\n<h6>2. Pusar harus tertutup dengan baik dan tidak terlihat. Pusar yang kering dan berwarna kulit tetapi cembung dan kasar saat dirasa tidak tepat, tetapi jauh lebih baik daripada pusar yang bocor atau hiperemis. Mengikuti prinsip \u2018benar atau tidak\u2019, kedua bentuk akan mendapat skor negatif.<\/h6>\n<h6>3. Evaluasi perut (ukuran dan kekerasannya) membutuhkan kepekaan dan pengalaman. Konteks itu penting karena ukuran perut sebagian besar terkait dengan penurunan berat telur. Beberapa cadangan air tambahan dapat menjadi keuntungan bagi anak ayam ketika waktu atau jarak pengiriman yang direncanakan untuk batch cukup jauh.<\/h6>\n<div class=\"page\" title=\"Page 77\">\n<div class=\"section\">\n<div class=\"layoutArea\">\n<div class=\"column\">\n<h6>4. Kaki merah menunjukkan penurunan berat badan yang tidak cukup (perut buncit) dan atau kepanasan.<\/h6>\n<h6>5. Bintik merah di atas paruh atau keluarnya darah dari lubang hidung menandakan panas berlebih. Paruh yang kotor merupakan tanda gangguan metabolisme yang berkaitan dengan penurunan berat telur.<\/h6>\n<div class=\"page\" title=\"Page 77\">\n<div class=\"section\">\n<div class=\"layoutArea\">\n<div class=\"column\">\n<h6>Dalam sistem Pasgar\u00a9Score, satu poin dikurangi dari 10 awal untuk setiap \u2018errors\u2019 di atas. Skor rata-rata 50-100 anak ayam mewakili skor kualitas akhir untuk kelompok (skor kualitas yang baik setidaknya 9,0) dan memungkinkan masalah utama diidentifikasi.<\/h6>\n<h6>Saran:<\/h6>\n<h6>\u2022 Putuskan skor apa: kualitas saat menetas atau kualitas anak ayam yang dapat dijual?<\/h6>\n<h6>\u2022 Simpan catatan skor kualitas dan analisis tren.<\/h6>\n<h6>\u2022 Identifikasi masalah utama dan gunakan informasi ini untuk memperbaiki program inkubasi dan prosedur pembenihan. Adv<\/h6>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Istilah \u201ckualitas anak ayam\u201d agak kurang jelas, karena dapat merujuk pada berbagai aspek yakni dari ciri fisik yang terlihat langsung hingga yang tersembunyi seperti kadar antibodi, gangguan fisiologis, infeksi, dan kekurangan nutrisi. Banyak di antaranya berasal jauh sebelum telur mencapai tempat penetasan. Kondisi lingkungan dan waktu dapat berdampak buruk pada kualitas anak ayam. Skor kualitas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":16224,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[19],"tags":[31],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengevaluasi-kualitas-anak-ayam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengevaluasi Kualitas Anak Ayam | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Istilah \u201ckualitas anak ayam\u201d agak kurang jelas, karena dapat merujuk pada berbagai aspek yakni dari ciri fisik yang terlihat langsung hingga yang tersembunyi seperti kadar antibodi, gangguan fisiologis, infeksi, dan kekurangan nutrisi. Banyak di antaranya berasal jauh sebelum telur mencapai tempat penetasan. Kondisi lingkungan dan waktu dapat berdampak buruk pada kualitas anak ayam. Skor kualitas [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengevaluasi-kualitas-anak-ayam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-04-06T15:47:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Screen-Shot-2021-04-06-at-22.53.48.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"588\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"306\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengevaluasi-kualitas-anak-ayam\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Screen-Shot-2021-04-06-at-22.53.48.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Screen-Shot-2021-04-06-at-22.53.48.png\",\"width\":\"588\",\"height\":\"306\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengevaluasi-kualitas-anak-ayam\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengevaluasi-kualitas-anak-ayam\/\",\"name\":\"Mengevaluasi Kualitas Anak Ayam | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengevaluasi-kualitas-anak-ayam\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-04-06T15:47:45+00:00\",\"dateModified\":\"2021-04-06T15:47:45+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengevaluasi-kualitas-anak-ayam\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengevaluasi-kualitas-anak-ayam\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengevaluasi-kualitas-anak-ayam\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengevaluasi-kualitas-anak-ayam\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengevaluasi-kualitas-anak-ayam\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengevaluasi-kualitas-anak-ayam\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Mengevaluasi Kualitas Anak Ayam\",\"datePublished\":\"2021-04-06T15:47:45+00:00\",\"dateModified\":\"2021-04-06T15:47:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengevaluasi-kualitas-anak-ayam\/#webpage\"},\"wordCount\":539,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengevaluasi-kualitas-anak-ayam\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Screen-Shot-2021-04-06-at-22.53.48.png\",\"keywords\":[\"adv5\"],\"articleSection\":[\"Advertorial\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Screen-Shot-2021-04-06-at-22.53.48.png","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-4dF","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16223"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16223"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16223\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16225,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16223\/revisions\/16225"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16224"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16223"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16223"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16223"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}