{"id":16398,"date":"2021-05-07T12:35:28","date_gmt":"2021-05-07T05:35:28","guid":{"rendered":"https:\/\/poultryindonesia.com\/?p=16398"},"modified":"2021-05-07T12:36:07","modified_gmt":"2021-05-07T05:36:07","slug":"patogenitas-gallibacterium-anatis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/patogenitas-gallibacterium-anatis\/","title":{"rendered":"Patogenitas Gallibacterium anatis"},"content":{"rendered":"<h6><strong>oleh: drh. Esti Dhamayanti*<\/strong><\/h6>\n<h6>Faktor virulensi yang terkandung dalam <em>Gallibacterium anatis <\/em>dikenal dengan GtxA (<em>Gallibacterium <\/em>toxin A), toksin yang berada pada biovar <em>haemolytica<\/em>. Biovar ini menghasilkan zona beta-hemolitik di sekitar koloni yang berkembang pada agar darah. Pada hewan, toksin ini dapat menyebabkan hemolisis pada eritrosit dan leukotoksik pada makrofag cell line HD11 ayam (Kristensen <em>et al<\/em>. 2010). Tambahan lainnya, enzim Metaloprotease pada bakteri juga dapat mendegradasi IgY pada unggas (Persson dan Bojesen 2015).<\/h6>\n<h6>Bakteri juga memiliki Fimbria F-17 yang berfungsi untuk melekatnya bakteri pada permukaan sel mukosa inang maupun sarana untuk berkolonisasinya bakteri. Kapsula pada bakteri juga dapat berfungsi sebagai perlekatan (adhesi) dan untuk melindungi bakteri dari sistem imun inang (Persson dan Bojesen 2015).<\/h6>\n<h6><em>Gallibacterium anatis <\/em>dapat memproduksi biofilm yang dapat memperpanjang proses infeksi serta meningkatkan resistensi bakteri. Komponen untuk memproduksi biofilm ini salah satunya adalah <em>Outer Membrane Vesicle <\/em>(Persson dan Bojesen 2015).<\/h6>\n<h6><strong>Identifikasi dan penanganan penyakit<\/strong><\/h6>\n<h6>Identifikasi lebih lanjut untuk memastikan keberadaan <em>G. anatis <\/em>yaitu dengan isolasi sampel dari jantung, hati, ovarium, dan paru-paru. Sampel yang dibiakan dalam agar darah untuk melihat morfologinya dan uji biokimia dasar (katalase, oksidase, urea, indol, nitrat, dan tumbuhnya pada Mac Conkey Agar), sedangkan pengujian lebih spesifik lagi dapat dilakukan dengan pemeriksaan <em>Internal Transcribed Spacer Polymerase Chain Reaction<\/em> (ITS-PCR). \u201cUntuk mengidentifikasi bakteri <em>G. anatis <\/em>sebenarnya dapat menggunakan uji sederhana saja, jadi tidak terlalu sulit,\u201d ujarnya.<\/h6>\n<h6>Sebelum terjadinya penyakit, maka tindak pencegahan ini perlu dilakukan untuk meminimalkan kerugian akibat kematian dan penurunan produksi\/performa akibat penyakit. Tindakan tersebut dapat dilakukan dengan perbaikan manajerial yang termasuk di dalamnya biosekuriti, sanitasi, desinfeksi, meminimalkan faktor imunosupresi seperti stres dan mikotoksin, dan mengendalikan vektor penyakit.<\/h6>\n<h6>Mengingat bahwa <em>G. anatis <\/em>merupakan bakteri, maka penanganan penyakit dari bakteri ini dapat menggunakan antibiotik, namun resistensi terhadap antibiotik juga sudah ditemukan pada bakteri ini. Michael menyebutkan bahwa dari sampel yang ia teliti, yaitu sampel pertama yang hanya ditemukan bakteri <em>G. anatis <\/em>dan sampel kedua berupa <em>G. anatis <\/em>+ <em>E. coli<\/em>, keduanya memiliki pola resistensi yang berbeda. Antibiotik yang dipakai untuk uji sensitivitas tersebut di antaranya Gentamicin, Erythromycin, Ampicillin, Tetrasiklin, Streptomycin, Enrofloxacin, dan Doxycyclin.<\/h6>\n<h6><strong>Baca Juga:&nbsp;<span style=\"color: #0000ff;\"><a style=\"color: #0000ff;\" href=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/waspada-bahaya-mikotoksin-di-musim-penghujan\/\">Waspada Bahaya Mikotoksin di Musim Penghujan<\/a><\/span><\/strong><\/h6>\n<h6>\u201cIsolat pertama cenderung lebih sensitif pada hampir semua antibiotik sementara isolat kedua, hampir semuanya resisten. Ini akan berpengaruh pada manajemen pengobatan dalam peternakan,\u201d ujarnya. Beberapa penelitian lainnya turut menyebutkan bahwa isolat <em>Gallibacterium <\/em>yang didapatkan dari ayam resisten terhadap novobiocin, tylosin, clindamycin, spectinomycin, tetracycline, dan penisilin.<\/h6>\n<h6>Michael menegaskan bahwa untuk mengurangi atau mencegah resistensi bakteri, maka diperlukan pemahaman mengenai penggunaan antibiotik. Seperti kepatuhan dalam pemakaian antibiotik, melihat <em>drug of choice<\/em>, dosis, dan ekskresi dari obat. \u201cJika obat ekskresinya cepat, misalnya diberikan di pagi hari, maka di pertengahan hari <em>Minimum Inhibition Concentration <\/em>(MIC)<em>&#8211;<\/em>nya sudah turun. Itu bisa jadi yang menjadi salah satu pemicu resistensi antibiotik,\u201d ucap Micahel. *<strong>Wartawan Poultry Indonesia<\/strong><\/h6>\n<h6><em>Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel Majalah Poultry Indonesia edisi April 2021 dengan judul \u201c<span style=\"color: #0000ff;\"><strong><a style=\"color: #0000ff;\" href=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/tingkatkan-kewaspadaan-hadapi-infeksi-gallibacterium-anatis\/\">Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Infeksi Gallibacterium anatis<\/a><\/strong><\/span>\u201d. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153<\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>oleh: drh. Esti Dhamayanti* Faktor virulensi yang terkandung dalam Gallibacterium anatis dikenal dengan GtxA (Gallibacterium toxin A), toksin yang berada pada biovar haemolytica. Biovar ini menghasilkan zona beta-hemolitik di sekitar koloni yang berkembang pada agar darah. Pada hewan, toksin ini dapat menyebabkan hemolisis pada eritrosit dan leukotoksik pada makrofag cell line HD11 ayam (Kristensen et [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":16399,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[10],"tags":[156,235,1862,223,1043],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/patogenitas-gallibacterium-anatis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Patogenitas Gallibacterium anatis | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"oleh: drh. Esti Dhamayanti* Faktor virulensi yang terkandung dalam Gallibacterium anatis dikenal dengan GtxA (Gallibacterium toxin A), toksin yang berada pada biovar haemolytica. Biovar ini menghasilkan zona beta-hemolitik di sekitar koloni yang berkembang pada agar darah. Pada hewan, toksin ini dapat menyebabkan hemolisis pada eritrosit dan leukotoksik pada makrofag cell line HD11 ayam (Kristensen et [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/patogenitas-gallibacterium-anatis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-05-07T05:35:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-05-07T05:36:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/gambar-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"766\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"718\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/patogenitas-gallibacterium-anatis\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/gambar-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/gambar-2.jpg\",\"width\":\"766\",\"height\":\"718\",\"caption\":\"Oophoritis pada ayam yang diakibatkan oleh G. anatis (dok: Prof. Dr. drh. Michael Haryadi W)\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/patogenitas-gallibacterium-anatis\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/patogenitas-gallibacterium-anatis\/\",\"name\":\"Patogenitas Gallibacterium anatis | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/patogenitas-gallibacterium-anatis\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-05-07T05:35:28+00:00\",\"dateModified\":\"2021-05-07T05:36:07+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/patogenitas-gallibacterium-anatis\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/patogenitas-gallibacterium-anatis\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/patogenitas-gallibacterium-anatis\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/patogenitas-gallibacterium-anatis\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/patogenitas-gallibacterium-anatis\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/patogenitas-gallibacterium-anatis\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Patogenitas Gallibacterium anatis\",\"datePublished\":\"2021-05-07T05:35:28+00:00\",\"dateModified\":\"2021-05-07T05:36:07+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/patogenitas-gallibacterium-anatis\/#webpage\"},\"wordCount\":491,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/patogenitas-gallibacterium-anatis\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/gambar-2.jpg\",\"keywords\":[\"#Penyakit\",\"ayam\",\"gallibacterium annatis\",\"kesehatan\",\"Poultry Indonesia\"],\"articleSection\":[\"Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/gambar-2.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-4gu","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16398"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16398"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16398\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16400,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16398\/revisions\/16400"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16399"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16398"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16398"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16398"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}