{"id":16579,"date":"2021-06-12T18:57:32","date_gmt":"2021-06-12T11:57:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=16579"},"modified":"2021-06-12T18:59:58","modified_gmt":"2021-06-12T11:59:58","slug":"musim-kemarau-tiba-ayam-modern-butuh-proteksi-terhadap-ancaman-panas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/musim-kemarau-tiba-ayam-modern-butuh-proteksi-terhadap-ancaman-panas\/","title":{"rendered":"Musim Kemarau Tiba, Ayam Modern Butuh Proteksi Terhadap Ancaman Panas"},"content":{"rendered":"<h6><strong>POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211;<\/strong> Ayam modern merupakan ayam yang dibekali dengan potensi genetik yang mumpuni berupa cepatnya pertumbuhan dan tingkat efisiensi yang baik. Namun, di balik keunggulan ayam modern tersebut memerlukan perhatian khusus akan kondisi tubuhnya, yaitu kerentanan terhadap cuaca panas seperti pada musim kemarau.<\/h6>\n<h6>Oleh sebab itu, memasuki musim kemarau, para peternak perlu meningkatkan kewaspadaannya. Hal ini diungkapkan oleh drh. Eko Prasetio selaku Veterinary Poultry Technical and Consultant yang mengatakan bahwa musim kemarau di Indonesia cukup unik, yaitu walaupun siang itu temperatur udara cenderung tinggi, namun malamnya terkadang suhu udara turun dan disertai hujan. Meskipun kondisi tersebut di setiap daerah memang berbeda.<\/h6>\n<h6>\u201cKondisi yang berbeda di tiap daerah ini penting karena pada saat kondisi sangat panas sekali kemudian masih disertai hujan, akan memberikan pengaruh kepada kondisi broiler,\u201d jelas Eko pada saat menjadi narasumber Poultry Indonesia Forum (PIF) edisi ke 15 yang dilaksanakan melalui Zoom, Sabtu (12\/6).<\/h6>\n<h6>Masih menurut Eko, variasi pola cuaca di Indonesia yang berbeda tersebut memerlukan tata laksana atau manajemen pemeliharaan yang harus menyesuaikan kondisi perubahan lingkungan tersebut.<\/h6>\n<h6>\u201cTantangan peternak yang tinggal di daerah dengan curah hujan tinggi memiliki tantangan yang lebih besar dibandingkan peternak yang tinggal di curah hujan rendah,\u201d ujar Eko.<\/h6>\n<h6><strong>Baca Juga:&nbsp;<span style=\"color: #0000ff;\"><a style=\"color: #0000ff;\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/cegah-heat-stress-dengan-manajemen-sirkulasi-udara\/\">Cegah Heat Stress dengan Manajemen Sirkulasi Udara<\/a><\/span><\/strong><\/h6>\n<h6>Eko menjelaskan bahwa karakter broiler modern saat ini yaitu akselerasi pertumbuhannya yang terbilang tinggi menjadikan tingkat stres tubuhnya tinggi, atau mengalami kenaikan 10 kali lipat jumlah hormon kortisol, yaitu homon stress, dalam kurun waktu lima tahun.<\/h6>\n<h6>\u201cHal tersebut menandakan bahwa dalam tubuh broiler sudah ada faktor stres yang muncul yang berdampak pada bagaimana broiler menyesuaikan diri terhadap keadaan yang ada,&#8221; imbuhnya.<\/h6>\n<h6>Kerentanan ayam modern terhadap stres juga disampaikan oleh drh. Vetnizah Juniantito, P.hD, APVet selaku Pakar Patologi Veteriner FKH IPB University. Rentannya ayam terhadap kondisi panas disebabkan karena ayam tidak memiliki kelenjar keringat dan ayam memiliki lemak yang tebal dibawah kulit sehingga terjadi retensi panasi oleh lemak tersebut.<\/h6>\n<h6>\u201cMemang tidak mudah bagi ayam untuk mengeluarkan panas dari tubuhnya, sehingga pengeluaran panas bagi ayam perlu mekanisme lain,\u201d jelas Tito.<\/h6>\n<h6>Tito menyebutkan bahwa dalam pemeliharaan, usaha untuk mencapai suhu thermoneutral diperlukan untuk memberikan kondisi nyaman bagi ayam agar dapat makan dan minum dengan baik. Kondisi yang terlalu panas dapat menimbulkan heat stress pada ayam.<\/h6>\n<h6>\u201cKondisi yang terlalu panas menimbulkan perubahan perilaku pada ayam. Jika suhu lingkungan lebih dari 38 derajat celcius, maka suhu tubuh ayam dapat mencapai 45 derajat celcius akibat ayam kesulitan untuk mengelurkan panas. Hal itu dapat menimbulkan kerusakan organ pada ayam,\u201d terangnya.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211; Ayam modern merupakan ayam yang dibekali dengan potensi genetik yang mumpuni berupa cepatnya pertumbuhan dan tingkat efisiensi yang baik. Namun, di balik keunggulan ayam modern tersebut memerlukan perhatian khusus akan kondisi tubuhnya, yaitu kerentanan terhadap cuaca panas seperti pada musim kemarau. Oleh sebab itu, memasuki musim kemarau, para peternak perlu meningkatkan kewaspadaannya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":16580,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[7],"tags":[1882,34,803,1746,1043],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/musim-kemarau-tiba-ayam-modern-butuh-proteksi-terhadap-ancaman-panas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Musim Kemarau Tiba, Ayam Modern Butuh Proteksi Terhadap Ancaman Panas | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211; Ayam modern merupakan ayam yang dibekali dengan potensi genetik yang mumpuni berupa cepatnya pertumbuhan dan tingkat efisiensi yang baik. Namun, di balik keunggulan ayam modern tersebut memerlukan perhatian khusus akan kondisi tubuhnya, yaitu kerentanan terhadap cuaca panas seperti pada musim kemarau. Oleh sebab itu, memasuki musim kemarau, para peternak perlu meningkatkan kewaspadaannya. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/musim-kemarau-tiba-ayam-modern-butuh-proteksi-terhadap-ancaman-panas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-06-12T11:57:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-06-12T11:59:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/white-broiler-chicken-poultry-farm_109285-3691.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"626\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"417\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/musim-kemarau-tiba-ayam-modern-butuh-proteksi-terhadap-ancaman-panas\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/white-broiler-chicken-poultry-farm_109285-3691.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/white-broiler-chicken-poultry-farm_109285-3691.jpg\",\"width\":626,\"height\":417,\"caption\":\"Ayam modern saat ini memiliki kadar kortisol lebih tinggi, sehingga lebih rawan terhadap stress akibat panas\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/musim-kemarau-tiba-ayam-modern-butuh-proteksi-terhadap-ancaman-panas\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/musim-kemarau-tiba-ayam-modern-butuh-proteksi-terhadap-ancaman-panas\/\",\"name\":\"Musim Kemarau Tiba, Ayam Modern Butuh Proteksi Terhadap Ancaman Panas | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/musim-kemarau-tiba-ayam-modern-butuh-proteksi-terhadap-ancaman-panas\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-06-12T11:57:32+00:00\",\"dateModified\":\"2021-06-12T11:59:58+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/musim-kemarau-tiba-ayam-modern-butuh-proteksi-terhadap-ancaman-panas\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/musim-kemarau-tiba-ayam-modern-butuh-proteksi-terhadap-ancaman-panas\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/musim-kemarau-tiba-ayam-modern-butuh-proteksi-terhadap-ancaman-panas\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/musim-kemarau-tiba-ayam-modern-butuh-proteksi-terhadap-ancaman-panas\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/musim-kemarau-tiba-ayam-modern-butuh-proteksi-terhadap-ancaman-panas\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/musim-kemarau-tiba-ayam-modern-butuh-proteksi-terhadap-ancaman-panas\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/f39e3166157e4636733ac2dec2af3501\"},\"headline\":\"Musim Kemarau Tiba, Ayam Modern Butuh Proteksi Terhadap Ancaman Panas\",\"datePublished\":\"2021-06-12T11:57:32+00:00\",\"dateModified\":\"2021-06-12T11:59:58+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/musim-kemarau-tiba-ayam-modern-butuh-proteksi-terhadap-ancaman-panas\/#webpage\"},\"wordCount\":414,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/musim-kemarau-tiba-ayam-modern-butuh-proteksi-terhadap-ancaman-panas\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/white-broiler-chicken-poultry-farm_109285-3691.jpg\",\"keywords\":[\"ayam modern\",\"berita2\",\"heat stress\",\"PIF\",\"Poultry Indonesia\"],\"articleSection\":[\"Peristiwa\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/f39e3166157e4636733ac2dec2af3501\",\"name\":\"Esti Damayanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/382a1b98958ea959336d399296aada33?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/382a1b98958ea959336d399296aada33?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Esti Damayanti\"},\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/estdhmyntp\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/white-broiler-chicken-poultry-farm_109285-3691.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-4jp","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16579"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16579"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16579\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16581,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16579\/revisions\/16581"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16580"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16579"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16579"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16579"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}