{"id":16738,"date":"2021-07-01T17:36:00","date_gmt":"2021-07-01T10:36:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=16738"},"modified":"2021-07-01T17:36:00","modified_gmt":"2021-07-01T10:36:00","slug":"kemitraan-peternak-dan-petani-sebagai-solusi-gejolak-jagung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kemitraan-peternak-dan-petani-sebagai-solusi-gejolak-jagung\/","title":{"rendered":"Kemitraan Peternak dan Petani sebagai Solusi Gejolak Jagung"},"content":{"rendered":"<h6><strong>POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211;<\/strong> Gejolak ketersediaan dan harga jagung yang terus terjadi hingga saat ini membuat peternak kebingungan. Pasalnya fenomena sedari awal tahun ini dibarengi dengan turunnya daya beli masyarakat akan produk telur. Melihat kondisi tersebut, Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia (KOPITU) menggelar seminar virtual bertema \u201cKemitraan Petani Jagung dengan Peternak untuk Keberlangsungan Bisnis Unggas\u201d melalui aplikasi zoom, Kamis (1\/7).<\/h6>\n<h6>Yoyok Pitoyo, S.E Ketua Umum Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia (KOPITU) dalam sambutannya menyampaikan bahwa beberapa waktu terakhir terjadi kenaikan harga jagung yang signifikan sehingga membuat para peternak kelimpungan. Tak sampai di sini peternak juga dihadapkan pada turunnya permintaan telur masyarakat efek dari pandemi yang terjadi, sehingga harga tidak bisa terangkat.<\/h6>\n<h6>\u201cMenanggapi fenomena ini banyak asosiasi peternakan yang mendesak untuk melakukan impor jagung dari luar negeri. Untuk itu, perlu adanya diskusi untuk mencari benang merah masalah sehingga polemik yang terjadi tidak berkepanjangan, serta tidak ada pihak yang dirugikan,\u201d ujarnya.<\/h6>\n<h6>Dalam kesempatan yang sama, Suwandi, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian menjelaskan bahwa harga jagung yang naik saat ini juga terjadi ditingkat Internasional yang berada di atas 5000 per kilogram. Masalahnya saat ini adalah bagaimana menyeimbangkan antara pasokan dan kebutuhan.<\/h6>\n<h6>\u201cKarena sifat jagung musiman, padahal produksi telur harian maka kita perlu adanya sistem logistik yang baik. Sehingga petani jagung dan peternak unggas harus bermitra secara permanen. Selanjutnya peternak juga harus berkelompok membuat sistem logistik, pergudangan dan sistem pengering. Kami siap memfasilitasi itu,\u201d tegasnya.<\/h6>\n<h6>Hal senada disampaikan oleh Makmun Junaiddin, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Dirinya menjelaskan bahwa Peningkatan produksi jagung nasional perlu didukung dengan adanya sistem logistik dan cadangan yang baik karena sentra industri pakan masih berpusat dipulau Jawa dan pola produksi jagung yang tidak merata sepanjang tahun.<\/h6>\n<h6><strong>Baca Juga:&nbsp;<span style=\"color: #0000ff;\"><a style=\"color: #0000ff;\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/input-produksi-tinggi-daya-saing-perunggasan-dalam-negeri-cenderung-rendah\/\">Input Produksi Tinggi Daya Saing Perunggasan Dalam Negeri Cenderung Rendah<\/a><\/span><\/strong><\/h6>\n<h6>\u201cSekitar 93,75 % jagung yang diproduksi oleh petani diperdagangkan melalui pedagang perantara dan hanya 6,25% yang dijual petani ke konsumen akhir. Rata-rata margin perdagangan (rasio MPP) jagung pipil di Indonesia sebesar 32,00 % dengan rata-rata perolehan margin setelah dikurangi biaya pengangkutan (rasio MPP) sebesar 29,34%,\u201d jelasnya.<\/h6>\n<h6>Lebih lanjut, Suwardi selaku Ketua Koperasi Unggas Sejahtera, Kendal menyampaikan bahwa penyebab harga jagung yang tidak stabil dikarenakan oleh ketersediaan jagung yang kurang serta adanya fenomena jagung dipetani sudah ditebas oleh tengkulak atau feedmill dengan sistem ijon. Selain itu tidak adanya lumbung jagung di daerah sentra jagung dan peternak, sehingga saat panen raya harga jagung bisa sangat murah karena pasokan berlebih, dan saat tak ada panen harga tinggi karena stok habis.<\/h6>\n<h6>\u201cSaat ini saya berharap pemerintah melalui Bulog, RNI holding pangan agar dapat secepatnya mengadakan stok untuk menjaga keseimbangan harga maupun distribusi jagung, dengan komitmen bersama antara peternak dan Bulog atau RNI holding pangan,\u201d tegasnya.<\/h6>\n<h6>Dari sudut pandang pelaku usaha jagung, Nunik Sri Martini, Direktur Utama PT Sarrotama Dharma Kalpariksa menyampaikan keprihatinan yang sangat mendalam bahwa saat pandemi ini tata niaga jagung mengalami banyak persoalan, sehingga untuk memenuhi kebutuhan peternak di Indonesia banyak ditemukan masalah, kendala dan banyak juga yang mengalami kerugian.<\/h6>\n<h6>\u201cRuang lingkup kami ada di NTB, Jawa Tengah dan Jawa Barat, serta petani-petani yang berada dalam kemitraan kami beberapa waktu lalu memang mendedikasikan jagungnya kepada feedmill. Namun beberapa tahun terakhir kami telah mengubah skala prioritas kepada peternak unggas mandiri,\u201d tuturnya.<\/h6>\n<h6>Nunik menambahkan bahwa pihaknya bersama petani mitra telah sepakat untuk menanam jagung didaerah NTT yang didedikasikan kepada peternak mandiri. Dalam hal ini petani hanya mengharapkan surat kesepakatan sebagai jaminan pasar mereka serta PT Sarrotama Dharma Kalpariksa siap memfasilitasi hal tersebut.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211; Gejolak ketersediaan dan harga jagung yang terus terjadi hingga saat ini membuat peternak kebingungan. Pasalnya fenomena sedari awal tahun ini dibarengi dengan turunnya daya beli masyarakat akan produk telur. Melihat kondisi tersebut, Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia (KOPITU) menggelar seminar virtual bertema \u201cKemitraan Petani Jagung dengan Peternak untuk Keberlangsungan Bisnis Unggas\u201d [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":16739,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[7],"tags":[135,141,35,87,1043],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kemitraan-peternak-dan-petani-sebagai-solusi-gejolak-jagung\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kemitraan Peternak dan Petani sebagai Solusi Gejolak Jagung | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211; Gejolak ketersediaan dan harga jagung yang terus terjadi hingga saat ini membuat peternak kebingungan. Pasalnya fenomena sedari awal tahun ini dibarengi dengan turunnya daya beli masyarakat akan produk telur. Melihat kondisi tersebut, Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia (KOPITU) menggelar seminar virtual bertema \u201cKemitraan Petani Jagung dengan Peternak untuk Keberlangsungan Bisnis Unggas\u201d [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kemitraan-peternak-dan-petani-sebagai-solusi-gejolak-jagung\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-07-01T10:36:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/corn-field-sunset_342744-576.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"626\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"417\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kemitraan-peternak-dan-petani-sebagai-solusi-gejolak-jagung\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/corn-field-sunset_342744-576.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/corn-field-sunset_342744-576.jpg\",\"width\":626,\"height\":417,\"caption\":\"Ladang jagung (sumber: freepik.com)\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kemitraan-peternak-dan-petani-sebagai-solusi-gejolak-jagung\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kemitraan-peternak-dan-petani-sebagai-solusi-gejolak-jagung\/\",\"name\":\"Kemitraan Peternak dan Petani sebagai Solusi Gejolak Jagung | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kemitraan-peternak-dan-petani-sebagai-solusi-gejolak-jagung\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-07-01T10:36:00+00:00\",\"dateModified\":\"2021-07-01T10:36:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kemitraan-peternak-dan-petani-sebagai-solusi-gejolak-jagung\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kemitraan-peternak-dan-petani-sebagai-solusi-gejolak-jagung\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kemitraan-peternak-dan-petani-sebagai-solusi-gejolak-jagung\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kemitraan-peternak-dan-petani-sebagai-solusi-gejolak-jagung\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kemitraan-peternak-dan-petani-sebagai-solusi-gejolak-jagung\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kemitraan-peternak-dan-petani-sebagai-solusi-gejolak-jagung\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/10b8c0975e107de70b7a1b53fb2a3ead\"},\"headline\":\"Kemitraan Peternak dan Petani sebagai Solusi Gejolak Jagung\",\"datePublished\":\"2021-07-01T10:36:00+00:00\",\"dateModified\":\"2021-07-01T10:36:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kemitraan-peternak-dan-petani-sebagai-solusi-gejolak-jagung\/#webpage\"},\"wordCount\":572,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kemitraan-peternak-dan-petani-sebagai-solusi-gejolak-jagung\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/corn-field-sunset_342744-576.jpg\",\"keywords\":[\"#Harga #Pakan\",\"#Jagung\",\"berita3\",\"pakan\",\"Poultry Indonesia\"],\"articleSection\":[\"Peristiwa\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/10b8c0975e107de70b7a1b53fb2a3ead\",\"name\":\"Sandi Dwiyanto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/192bb3e0a2bbbed57b05f89f46fc1cd8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/192bb3e0a2bbbed57b05f89f46fc1cd8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Sandi Dwiyanto\"},\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/m-sandi-dwiyanto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/corn-field-sunset_342744-576.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-4lY","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16738"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16738"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16738\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16740,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16738\/revisions\/16740"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16739"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16738"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16738"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16738"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}