{"id":17466,"date":"2021-10-16T16:19:50","date_gmt":"2021-10-16T09:19:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=17466"},"modified":"2021-10-16T16:21:45","modified_gmt":"2021-10-16T09:21:45","slug":"upaya-aplikatif-pengendalian-mikotoksin-pada-pakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-aplikatif-pengendalian-mikotoksin-pada-pakan\/","title":{"rendered":"Upaya Aplikatif Pengendalian Mikotoksin pada Pakan"},"content":{"rendered":"<h6><strong>POULTRYINDONESIA, Jakarta<\/strong> &#8211; Pakan merupakan sumber nutrisi utama bagi ternak unggas. Pakan yang diberikan kepada ternak harus selalu terjaga kualitasnya karena pakan berperan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan ternak. Buruknya manajemen penanganan, pengolahan, dan penyimpanan bahan pakan kerap menjadi masalah serius yang dapat memberikan dampak buruk bagi ternak unggas, salah satunya ialah mikotoksin.<br \/>\nDampak buruk yang diakibatkan oleh mikotoksin akan berimplikasi kepada kesehatan manusia juga selaku konsumen produk ternak unggas. Menanggapi hal tersebut, Poultry Indonesia mengadakan Poultry TechniClass seri ke-4 dengan tema \u2018Pengendalian Mikotoksin dalam Pakan untuk Pangan yang Berkualitas\u2019 via aplikasi Zoom, Sabtu (15\/10).<\/h6>\n<h6><strong>Baca juga : <\/strong><a href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/waspada-bahaya-mikotoksin-di-musim-penghujan\/\"><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Waspada Bahaya Mikotoksin di Musim Penghujan<\/strong><\/span><\/a><\/h6>\n<h6>Pemaparan pertama dibawakan oleh Prof. Budi Tangendjaja selaku Konsultan Teknis, Nutrisi dan Teknologi Pakan menyatakan bahwa mikotoksin merupakan senyawa sekunder yang dihasilkan oleh jamur dan keberadaannya memberikan dampak negatif kepada ternak unggas. Terbentuknya mikotoksin berasal dari tingkat stress pada jamur yang dipengaruhi juga oleh oksigen, suhu, kadar air, dan kandungan gizi atau substrat. Di Indonesia sendiri, jagung merupakan bahan baku pertama yang berpotensi paling besar untuk diserang mikotoksin, yang kemudian disusul oleh bungkil kelapa.<\/h6>\n<h6>\u201cSaat ini, telah lebih dari 300 jenis mikotoksin yang telah diidentifikasi. Namun yang paling sering dijumpai di Indonesia adalah jenis aflatoksin yang diproduksi oleh jamur Aspergillus flavus dan A. parasiticus. Jamur dengan genus aspergillus merupakan yang dominan terhadap mikotoksin,\u201d papar Budi.<\/h6>\n<h6>Pencegahan pertumbuhan jamur dan mikotoksin harus dilakukan sepanjang rantai pasok jagung mulai dari proses penanaman sampai penyimpanan dan perlu diperhatikan pula bahwa kadar air memegang peranan paling penting. Langkah yang harus diperhatikan pada saat panen jagung ialah harus dipanen pada umur tua dan kadar air di bawah 22%.<br \/>\nSelanjutnya untuk pascapanen, kadar air jagung harus diturunkan secepatnya menjadi 14% dan bersihkan jagung dari kotoran serta tempat penyimpanan jagung. Apabila kadar air melebihi 15% dan jagung ingin disimpan lama, maka disarankan untuk menggunakan bahan pengawet anti jamur.<\/h6>\n<h6>\u201cSaya menyarankan di Indonesia harus mengendalikan penanaman jagung yang baik, lahannya diolah, pengendalian hama, penyediaan irigasi, pemberian pupuk yang efisien dan penyediaan bibit produk rekayasa genetika,\u201d lanjut Budi.<\/h6>\n<h6>Dalam kesempatan yang sama, Pui Wah Lai, PhD selaku Technical Application Lead Provimi membawakan materi terkait manajemen risiko mikotoksin. Dalam setiap kasus pada ternak unggas, mikotoksin dapat menurunkan imunitas dan performa serta menyebabkan gangguan reproduksi dan sistem gerak ternak. Namun perlu digarisbawahi bahwa tiap jenis unggas memiliki sensitivitas yang berbeda terhadap mikotoksin. Seperti broiler yang lebih sensitif terhadap jenis T2 Toksin, aflatoksin, dan ochratoksin.<\/h6>\n<h6>Kemudian ayam breeder sangat sensitif terhadap zeraleone dan ochratoksin. Lalu untuk ayam ras petelur sensitif terhadap zearalenone, deoxynivalenol, T2 toksin, dan aflatoksin. Sensitivitas terhadap jenis unggas tertentu disebabkan oleh masing-masing genetik dari jenis unggas tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi yang berbeda untuk setiap jenis mikotoksin tertentu.<\/h6>\n<h6>\u201cSalah satu solusi ketika adanya indikasi mikotoksin yaitu dengan pemberian produk anti mikotoksin yang diberikan pada pakan. Pemberian anti mikotoksin ini meliputi agen pengikat, agen pelindung usus dan hati, serta agen biotransforming yang berupa enzim dan mikroorganisme. Kelebihan dari produk anti mikotoksin ini yaitu dapat menghadapi berbagai varian mikotoksin dan berlaku juga kepada setiap jenis ternak unggas,\u201d ucap Lai.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211; Pakan merupakan sumber nutrisi utama bagi ternak unggas. Pakan yang diberikan kepada ternak harus selalu terjaga kualitasnya karena pakan berperan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan ternak. Buruknya manajemen penanganan, pengolahan, dan penyimpanan bahan pakan kerap menjadi masalah serius yang dapat memberikan dampak buruk bagi ternak unggas, salah satunya ialah mikotoksin. Dampak buruk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":15758,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[7],"tags":[35,87],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-aplikatif-pengendalian-mikotoksin-pada-pakan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Upaya Aplikatif Pengendalian Mikotoksin pada Pakan | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211; Pakan merupakan sumber nutrisi utama bagi ternak unggas. Pakan yang diberikan kepada ternak harus selalu terjaga kualitasnya karena pakan berperan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan ternak. Buruknya manajemen penanganan, pengolahan, dan penyimpanan bahan pakan kerap menjadi masalah serius yang dapat memberikan dampak buruk bagi ternak unggas, salah satunya ialah mikotoksin. Dampak buruk [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-aplikatif-pengendalian-mikotoksin-pada-pakan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-10-16T09:19:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-10-16T09:21:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/PoultryFeed.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"844\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-aplikatif-pengendalian-mikotoksin-pada-pakan\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/PoultryFeed.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/PoultryFeed.jpg\",\"width\":\"1500\",\"height\":\"844\",\"caption\":\"Pengendalian mikotoksin pada pakan penting untuk dilakukan (https:\/\/cals.ncsu.edu\/)\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-aplikatif-pengendalian-mikotoksin-pada-pakan\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-aplikatif-pengendalian-mikotoksin-pada-pakan\/\",\"name\":\"Upaya Aplikatif Pengendalian Mikotoksin pada Pakan | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-aplikatif-pengendalian-mikotoksin-pada-pakan\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-10-16T09:19:50+00:00\",\"dateModified\":\"2021-10-16T09:21:45+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-aplikatif-pengendalian-mikotoksin-pada-pakan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-aplikatif-pengendalian-mikotoksin-pada-pakan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-aplikatif-pengendalian-mikotoksin-pada-pakan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-aplikatif-pengendalian-mikotoksin-pada-pakan\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-aplikatif-pengendalian-mikotoksin-pada-pakan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-aplikatif-pengendalian-mikotoksin-pada-pakan\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/2697b3b8e518f035b41d7530b5f0f3f0\"},\"headline\":\"Upaya Aplikatif Pengendalian Mikotoksin pada Pakan\",\"datePublished\":\"2021-10-16T09:19:50+00:00\",\"dateModified\":\"2021-10-16T09:21:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-aplikatif-pengendalian-mikotoksin-pada-pakan\/#webpage\"},\"wordCount\":503,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/upaya-aplikatif-pengendalian-mikotoksin-pada-pakan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/PoultryFeed.jpg\",\"keywords\":[\"berita3\",\"pakan\"],\"articleSection\":[\"Peristiwa\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/2697b3b8e518f035b41d7530b5f0f3f0\",\"name\":\"yoga kusuma\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocIgoamjAzoR_xDvLmWgcajqXjlWmDsuWvgX2I6XDTjQXR7vEg=s96-c\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocIgoamjAzoR_xDvLmWgcajqXjlWmDsuWvgX2I6XDTjQXR7vEg=s96-c\",\"caption\":\"yoga kusuma\"},\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/yoga-kusuma\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/PoultryFeed.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-4xI","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17466"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17466"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17466\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17469,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17466\/revisions\/17469"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15758"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17466"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17466"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17466"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}