{"id":17933,"date":"2021-12-16T10:58:35","date_gmt":"2021-12-16T03:58:35","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=17933"},"modified":"2021-12-15T11:14:51","modified_gmt":"2021-12-15T04:14:51","slug":"refleksi-penyakit-unggas-2021","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/refleksi-penyakit-unggas-2021\/","title":{"rendered":"Refleksi Penyakit Unggas 2021"},"content":{"rendered":"<h6><strong>POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211; <\/strong>Dalam industri perunggasan, gangguan kesehatan atau penyakit pada unggas merupakan penghambat utama, karena dampak yang ditimbulkan oleh gangguan kesehatan pada unggas pun tidak bisa dianggap enteng. Ditambah dengan faktor cuaca dan kerusakan lingkungan, kejadian penyakit pada unggas menjadi tak terhindarkan. Tren penyakit yang menyerang unggas dari tahun ke tahun cenderung sama. Kejadian berulang seperti ini perlu menjadi perhatian, baik bagi kalangan peternak maupun <em>stakeholder<\/em> perunggasan lainnya.<\/h6>\n<blockquote class=\"td_pull_quote td_pull_center\"><p><span style=\"color: #000000;\">Dari berbagai kejadian penyakit yang muncul pada unggas, yang wajib diperhatikan adalah manajemen kandang, pemberian pakan, dan hal lain yang menyakut gizi dan kesehatan ayam. Jangan sampai kasus penyakit ini dibiarkan dan berkepanjangan karena nantinya bisa menurunkan produktivitas<\/span><\/p><\/blockquote>\n<h6>Tren penyakit yang terjadi setiap tahunnya relatif sama. Beberapa penyakit masih menjadi \u2018juara\u2019 dalam hal menyerang kesehatan ayam. Hal ini disampaikan oleh drh. Hadi Wibowo selaku Wakil Ketua Umum Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia (ADHPI). Hadi mengatakan bahwa tren penyakit unggas di lapangan dari tahun ke tahun selalu sama. \u201cBeberapa penyakit yang muncul antara lain penyakit viral, penyakit bakterial, penyakit yang disebabkan oleh protozoa, parasit darah, dan cacing atau helmintiasis,\u201d ungkapnya dalam webinar Poultry Indonesia Forum pada Sabtu (13\/11).<\/h6>\n<h6>Lebih lanjut lagi, Hadi menjelaskan bahwa penyakit yang muncul yang disebabkan oleh virus antara lain <em>Newcastle Disease<\/em> (ND), <em>Infectious Bursal Disease<\/em> (IBD) atau Gumboro, <em>Infectious Bronchitis Variant<\/em> (IB-Variant), dan Avian influenza (AI). Menurut laporan yang ia dapatkan dari lapangan, kejadian penyakit ND sepanjang tahun dan setiap tahunnya selalu terjadi. \u201cND ini lebih banyak terjadi pada broiler. Hal ini bisa diakibatkan oleh faktor vaksin atau faktor lainnya yang kurang mendapatkan perhatian. Kalau pada layer, kejadian ND menyangkut masalah resistensi,\u201d ungkapnya.<\/h6>\n<h6><strong>Baca juga : <span style=\"color: #0000ff;\"><a style=\"color: #0000ff;\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/situasi-penyakit-unggas-dan-proyeksinya\/\">Situasi Penyakit Unggas dan Proyeksinya<\/a><\/span><\/strong><\/h6>\n<h6>Menurutnya penyakit ND ini selalu berulang karena Maternal Antibody (MAB) yang rendah. \u201cSepertinya kebanyakan pemilik ternak agak sedikit malas untuk memeriksakan MAB pada saat ayam tiba di kandang. Dengan MAB yang rendah atau mendekati titik nol, maka akan terjadi reaksi antigen-antibodi yang tidak baik saat kita vaksin. Jika serangan dari ND kuat, maka akan terjadi kasus ND. Sehingga, sebaiknya MAB dideteksi lebih awal dan kita bisa mencari solusi agar ketahanannya lebih bagus,\u201d jelas Hadi.<\/h6>\n<h6>Senada dengan Hadi, Prof. Dr. drh. I Wayan T Wibawan, MSc., selaku guru besar Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB University) juga mengatakan bahwa untuk kejadian penyakit ND, biasanya ayam sudah divaksin, namun kemudian timbul gejala. \u201cGejala yang timbul itu merupakan kegagalan ayam merespon vaksin. Bisa disebabkan oleh banyak hal dan salah satunya adanya agen imunosupresi,\u201d jelasnya pada tim Poultry Indonesia ketika disambangi ke kediamannya, Selasa (10\/11).<\/h6>\n<h6>Menurut Wayan, penyakit unggas yang mendominasi adalah penyakit saluran pernapasan dan pencernaan. \u201cApalagi di bulan Desember, mulai ada kelembaban yang meningkat, musim hujan juga mulai. Predisposisi pada bulan tertentu selalu berulang setiap tahunnya. Pada musim hujan, sering terjadi penyakit yang disebabkan oleh <em>E. coli<\/em>, yaitu <em>Colibacillosis<\/em>. Hal ini terjadi seolah-olah akibat adanya kegagalan dari vaksin <em>Coryza-Coli<\/em>,\u201d ujarnya.<\/h6>\n<h6><em>Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Desember 2021 dengan judul&nbsp;<strong>\u201cRefleksi Penyakit Unggas 2021<\/strong><\/em><em><strong>\u201d<\/strong>. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silakan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153<\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211; Dalam industri perunggasan, gangguan kesehatan atau penyakit pada unggas merupakan penghambat utama, karena dampak yang ditimbulkan oleh gangguan kesehatan pada unggas pun tidak bisa dianggap enteng. Ditambah dengan faktor cuaca dan kerusakan lingkungan, kejadian penyakit pada unggas menjadi tak terhindarkan. Tren penyakit yang menyerang unggas dari tahun ke tahun cenderung sama. Kejadian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":17934,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[5],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/refleksi-penyakit-unggas-2021\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Refleksi Penyakit Unggas 2021 | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211; Dalam industri perunggasan, gangguan kesehatan atau penyakit pada unggas merupakan penghambat utama, karena dampak yang ditimbulkan oleh gangguan kesehatan pada unggas pun tidak bisa dianggap enteng. Ditambah dengan faktor cuaca dan kerusakan lingkungan, kejadian penyakit pada unggas menjadi tak terhindarkan. Tren penyakit yang menyerang unggas dari tahun ke tahun cenderung sama. Kejadian [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/refleksi-penyakit-unggas-2021\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-12-16T03:58:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-12-15T04:14:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i2.wp.com\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_1247-scaled.jpg?fit=2560%2C1707&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/refleksi-penyakit-unggas-2021\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_1247-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_1247-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1707},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/refleksi-penyakit-unggas-2021\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/refleksi-penyakit-unggas-2021\/\",\"name\":\"Refleksi Penyakit Unggas 2021 | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/refleksi-penyakit-unggas-2021\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-12-16T03:58:35+00:00\",\"dateModified\":\"2021-12-15T04:14:51+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/refleksi-penyakit-unggas-2021\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/refleksi-penyakit-unggas-2021\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/refleksi-penyakit-unggas-2021\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/refleksi-penyakit-unggas-2021\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/refleksi-penyakit-unggas-2021\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/refleksi-penyakit-unggas-2021\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/3e45996316f48c14f19983edebd9c8d4\"},\"headline\":\"Refleksi Penyakit Unggas 2021\",\"datePublished\":\"2021-12-16T03:58:35+00:00\",\"dateModified\":\"2021-12-15T04:14:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/refleksi-penyakit-unggas-2021\/#webpage\"},\"wordCount\":510,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/refleksi-penyakit-unggas-2021\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_1247-scaled.jpg\",\"articleSection\":[\"Laporan Utama\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/3e45996316f48c14f19983edebd9c8d4\",\"name\":\"Diana Putri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/135d83e1d7a26c0da84966512304f41e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/135d83e1d7a26c0da84966512304f41e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Diana Putri\"},\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/dianarpt\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_1247-scaled.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-4Ff","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17933"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17933"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17933\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17935,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17933\/revisions\/17935"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17934"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17933"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17933"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17933"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}