{"id":18057,"date":"2022-01-12T12:24:31","date_gmt":"2022-01-12T05:24:31","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=18057"},"modified":"2022-01-12T12:38:25","modified_gmt":"2022-01-12T05:38:25","slug":"bungkil-inti-sawit-sebagai-bahan-pakan-ternak-yang-perlu-dipertimbangkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bungkil-inti-sawit-sebagai-bahan-pakan-ternak-yang-perlu-dipertimbangkan\/","title":{"rendered":"Bungkil Inti Sawit sebagai Bahan Pakan Ternak yang perlu Dipertimbangkan"},"content":{"rendered":"<h6><strong>POULTRYINDONESIA, Jakarta-<\/strong> Pakan ternak adalah hal yang krusial karena memegang kontribusi terhadap biaya pakan sebesar 80-85%, maka dari itu perlu adanya substitusi bahan pakan yang terjangkau dan berkualitas. Salah satu bahan pakan yang sedang dikembangkan yakni bungkil inti sawit (BIS).<\/h6>\n<h6>Berangkat dari hal tersebut, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar webinar bertema \u201cPengelolaan Bungkil Inti Sawit sebagai Pakan\u201d. Acara yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom, Rabu (12\/1) ini bertujuan memberikan informasi dari pemerintah, pebisnis, dan masyarakat terkait kebijakan dan pemanfaatan bungkil inti sawit sebagai pakan.<\/h6>\n<h6><strong>Baca juga : <span style=\"color: #0000ff;\"><a style=\"color: #0000ff;\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/sinergi-integrasi-vertikal-dan-horizontal-untuk-perkembangan-peternakan-indonesia\/\">Sinergi Integrasi Vertikal dan Horizontal untuk Perkembangan Peternakan Indonesia<\/a><\/span><\/strong><\/h6>\n<h6>Dalam sambutannya, Rektor Univeristas IPB, Prof. Dr. Arif Satria, S.P, M.si. menyebutkan penelitian saat ini memberikan harapan baru bahwa hasil sampingan sawit dapat menjadi bahan pakan ternak. \u201cPeran perguruan tinggi untuk berkreasi meningkatkan kreatifitas untuk mengembangkan inovasi yang berorientasi future practice\u201d ucap Arif.<\/h6>\n<h6>Selanjutnya berdasarkan keynote speech dari drh. Agus Sunanto, MP sebagai Direktur pakan dan Plt. Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak mengatakan bahwa bahan pakan impor sudah sangat langka sehingga diperlukan pemanfaatan bahan pakan lokal. Selain bungkil inti sawit sebagai bahan protein, maggot juga perlu dipertimbangkan untuk mengganti bahan pakan yang diimpor.<\/h6>\n<h6>Berdasarkan pemaparan materi dari Narasumber pertama yang disampaikan oleh Ketua Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), drh. Desianto Budi Utomo, Ph.D menjelaskan, pemanfaatan bahan pakan lokal di Indonesia mencapai 65%. Namun, BIS belum diprioritaskan dikarenakan tingkat kecernaan yang rendah karena masih sering ditemukannya sisa batok atau cangkang. Selain itu peternak masih meragukan akibat warna gelap pakan akibat BIS.<\/h6>\n<h6>Ia menjelaskan teknologi pengelolaan BIS dapat dilakukan dengan teknologi pemisahan cangkang, extruder (pemanasan dengan uap air dan tekanan tinggi), dan fermentasi dengan bakteri, kapang serta formulasi ransum dengan enzim. \u201cPerlunya kerjasama antara peneliti, pemerintah, dan industri pakan serta perlu edukasi dalam peningkatan pemanfaatan sumber bahan pakan lokal\u201d kata Desianto.<\/h6>\n<h6>Narasumber kedua, Ir. Didiek Purwanto, IPU sebagai ketua ISPI membahas \u201cKontribusi Bungkil Inti Sawit dalam mendukung Industri Feedlot dan Dairy\u201d. Perkebunan kelapa sawit nasional tahun 2019 di Indonesia memiliki luas lebih dari 16 juta hektar, sehingga sangat berpotensi untuk menggunakan bungkil inti sawit. Beliau merekomendasikan untuk mengoptimalkan penggunaan bungkil sawit dengan terobosan strategis dengan tataniaga yang efisien, peningkatan kualitas, prioritas untuk kebutuhan dalam negeri dengan regulasi yang mendukung.<\/h6>\n<h6>\u201cPerlunya mengoptimalkan penggunaan bungkil sawit dengan terobosan strategis dengan tata niaga yang efisien, peningkatan kualitas, prioritas untuk kebutuhan dalam negeri dengan regulasi yang mendukung\u201d tuturnya.<\/h6>\n<h6>Masih dalam acara yang sama, menurut Prof. Dr. Ir. Nahrowi, M.Sc selaku peneliti dari IPB Univesrsity sebagai narasumber ketiga menuturkan BIS merupakan hasil samping dari sawit dan sangat berpotensi karena harga yang murah dan ketersediaan yang terjamin, tetapi perlu ditingkatkan kualitasnya. Teknologi pangan saat ini yang sedang digunakan adalah dengan fraksinasi dan hidrolisa sehingga menghasilkan Palmofeed dan mannan.<\/h6>\n<h6>Ia menambahkan, teknologi fraksinasi yang diikuti dengan proses hidrolisis tidak hanya dapat meningkatkan kualitas fisik, tetapi kualitas kimia BIS. \u201cBIS terhidrolisis (palmofeed) dapat dipakai dalam campuran ransum unggas sebesar 12,5%, dan masih dapat ditingkatkan lagi penggunaannya jika diikuti dengan penambahan enzim penghidrolisis serat,\u201d tambah Nahrowi.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POULTRYINDONESIA, Jakarta- Pakan ternak adalah hal yang krusial karena memegang kontribusi terhadap biaya pakan sebesar 80-85%, maka dari itu perlu adanya substitusi bahan pakan yang terjangkau dan berkualitas. Salah satu bahan pakan yang sedang dikembangkan yakni bungkil inti sawit (BIS). Berangkat dari hal tersebut, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar webinar bertema \u201cPengelolaan Bungkil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":18060,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[20,7],"tags":[1724,34,2010],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bungkil-inti-sawit-sebagai-bahan-pakan-ternak-yang-perlu-dipertimbangkan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bungkil Inti Sawit sebagai Bahan Pakan Ternak yang perlu Dipertimbangkan | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"POULTRYINDONESIA, Jakarta- Pakan ternak adalah hal yang krusial karena memegang kontribusi terhadap biaya pakan sebesar 80-85%, maka dari itu perlu adanya substitusi bahan pakan yang terjangkau dan berkualitas. Salah satu bahan pakan yang sedang dikembangkan yakni bungkil inti sawit (BIS). Berangkat dari hal tersebut, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar webinar bertema \u201cPengelolaan Bungkil [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bungkil-inti-sawit-sebagai-bahan-pakan-ternak-yang-perlu-dipertimbangkan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-01-12T05:24:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-01-12T05:38:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/SAVE_20220112_123256.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"754\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bungkil-inti-sawit-sebagai-bahan-pakan-ternak-yang-perlu-dipertimbangkan\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/SAVE_20220112_123256.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/SAVE_20220112_123256.jpg\",\"width\":1280,\"height\":754,\"caption\":\"Suasana webinar bungkil inti sawit sebagai bahan pakan\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bungkil-inti-sawit-sebagai-bahan-pakan-ternak-yang-perlu-dipertimbangkan\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bungkil-inti-sawit-sebagai-bahan-pakan-ternak-yang-perlu-dipertimbangkan\/\",\"name\":\"Bungkil Inti Sawit sebagai Bahan Pakan Ternak yang perlu Dipertimbangkan | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bungkil-inti-sawit-sebagai-bahan-pakan-ternak-yang-perlu-dipertimbangkan\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-01-12T05:24:31+00:00\",\"dateModified\":\"2022-01-12T05:38:25+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bungkil-inti-sawit-sebagai-bahan-pakan-ternak-yang-perlu-dipertimbangkan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bungkil-inti-sawit-sebagai-bahan-pakan-ternak-yang-perlu-dipertimbangkan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bungkil-inti-sawit-sebagai-bahan-pakan-ternak-yang-perlu-dipertimbangkan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bungkil-inti-sawit-sebagai-bahan-pakan-ternak-yang-perlu-dipertimbangkan\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bungkil-inti-sawit-sebagai-bahan-pakan-ternak-yang-perlu-dipertimbangkan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bungkil-inti-sawit-sebagai-bahan-pakan-ternak-yang-perlu-dipertimbangkan\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Bungkil Inti Sawit sebagai Bahan Pakan Ternak yang perlu Dipertimbangkan\",\"datePublished\":\"2022-01-12T05:24:31+00:00\",\"dateModified\":\"2022-01-12T05:38:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bungkil-inti-sawit-sebagai-bahan-pakan-ternak-yang-perlu-dipertimbangkan\/#webpage\"},\"wordCount\":501,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bungkil-inti-sawit-sebagai-bahan-pakan-ternak-yang-perlu-dipertimbangkan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/SAVE_20220112_123256.jpg\",\"keywords\":[\"bahan pakan\",\"berita2\",\"Bungkil sawit\"],\"articleSection\":[\"Berita Terkini\",\"Peristiwa\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/SAVE_20220112_123256.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-4Hf","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18057"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18057"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18057\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18061,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18057\/revisions\/18061"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18060"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18057"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18057"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18057"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}