{"id":18092,"date":"2022-01-14T14:44:47","date_gmt":"2022-01-14T07:44:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=18092"},"modified":"2022-01-14T15:08:44","modified_gmt":"2022-01-14T08:08:44","slug":"biomin-mycotoxin-survey-indonesia-sangat-rentan-terpapar-mikotoksin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/biomin-mycotoxin-survey-indonesia-sangat-rentan-terpapar-mikotoksin\/","title":{"rendered":"BIOMIN\u00ae Mycotoxin Survey, Indonesia Sangat Rentan Terpapar Mikotoksin"},"content":{"rendered":"<p>BIOMIN Mycotoxin Survey merupakan survei mikotoksin terpanjang dan terlengkap yang menggunakan alat analitik seperti LC-MS\/MS dan alat canggih bernilai tinggi lainnya untuk<br \/>\nmengevaluasi kualitas pakan dan bahan baku pakan di berbagai market di seluruh dunia. Dalam tiga kuartal pertama tahun 2021, kami telah menganalisis lebih dari 100 sampel yang berasal dari Indonesia, termasuk jagung, pakan, dan bahan pakan alternatif yang digunakansebagai subtitusi akibat harga jagung dan kedelai yang cukup tinggi. Mikotoksin yang dianalisis adalah aflatoksin (Afla); zearalenon (ZEN); deoxynivalenol (DON); T-2 toxin; fumonisin (FUM); ochratoxin A (OTA), dan kami telah mencantumkan trichothecenes A dan B yang relevan.<\/p>\n<p><img data-attachment-id=\"18093\" data-permalink=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/biomin-mycotoxin-survey-indonesia-sangat-rentan-terpapar-mikotoksin\/bio1\/\" data-orig-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO1.jpg\" data-orig-size=\"351,204\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;Dite&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;1642170519&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"BIO1\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO1-300x174.jpg\" data-large-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO1.jpg\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-18093\" src=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO1-300x174.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO1-300x174.jpg 300w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO1.jpg 351w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Gambaran utama dari hasil analisa mikotoksin menunjukkan bahwa Indonesia berada pada risiko yang tinggi. Prevalensi dan rata-rata konsentrasi mikotoksin Fusarium yang tinggi merupakan kekhawatiran bagi produsen pakan dan peternak yang berdampak negatif bagi<br \/>\nperforma dan kualitas pakan. Konsentrasi ZEN yang tinggi dapat menjadi masalah bagi pelaku industri breeder dan layer. Karena bersifat estrogenik, mikotoksin jenis ini memiliki kemampuan untuk melakukan interaksi sinergis dengan mikotoksin lainnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jika dilihat hasil Level T-2 saat ini, serta kemampuan T-2 yang dapat berinteraksi sinergis dengan trichothecenes lainnya dapat menjadikan kekhawatiran bagi peternak, efek yang mungkin dapat terlihat yaitu ulserasi pada mulut, gizzard dan saluran pencernaan, yang pada akhirnya menyebabkan ternak tidak nafsu makan dan pertumbuhan bobot badan<br \/>\nmenurun. Kami menyarankan produsen pakan dan peternak untuk terus memantau bahan pakan dan menggunakan Mycofix\u00ae pada dosis yang tepat untuk melindungi performa hewan ternak.&nbsp;<\/p>\n<p><img data-attachment-id=\"18094\" data-permalink=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/biomin-mycotoxin-survey-indonesia-sangat-rentan-terpapar-mikotoksin\/bio2\/\" data-orig-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO2.jpg\" data-orig-size=\"348,197\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;Dite&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;1642170539&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"BIO2\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO2-300x170.jpg\" data-large-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO2.jpg\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-18094\" src=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO2-300x170.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"170\" srcset=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO2-300x170.jpg 300w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO2.jpg 348w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Jagung berada pada risiko sedang pada semua jenis ternak. Konsentrasi mikotoksin level sedang pada Afla, ZEN dan DON mungkin dapat menjadi permasalahan bagi produsen pakan dan peternak jika diabaikan. Tingkat Afla saat ini menunjukkan bahwa kondisi<br \/>\npenyimpanan mungkin tidak optimal. Untuk menghindari kenaikan level yang lebih jauh, penting untuk meminimalkan waktu penyimpanan, serta menerapkan protokol GAP dan GMP untuk memastikan praktik penyimpanan yang tepat.<\/p>\n<p>Jagung cukup rentan terhadap mikotoksin jenis Fusarium, khususnya FUM, karena dapat menyebabkan kerugian bagi kesehatan usus meskipun pada level rendah, terutama bila terjadi bersamaan dengan mikotoksin lainnya. Walaupun kadar FUM masih bisa dikatakan rendah, bisa saja kadar FUM naik menjadi medium dan FUM juga bisa diproduksi selama proses penyimpanan, oleh karena itu kami menyarankan untuk memantau mikotoksin ini secara rutin.<\/p>\n<p>Peternak disarankan secara rutin untuk memeriksa kondisi mikotoksin, dapat dilakukan sebelum pemberian pakan, untuk mengatasi kemungkinan adanya mikotoksin saat proses penyimpanan pakan. Penggunaan Mycofix\u00ae secara konstan akan membantu memaksimalkan performa dengan cara mengikat dan mendekativasi semua jenis mikotoksin utama.<\/p>\n<p><img data-attachment-id=\"18096\" data-permalink=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/biomin-mycotoxin-survey-indonesia-sangat-rentan-terpapar-mikotoksin\/bio3\/\" data-orig-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO3.jpg\" data-orig-size=\"348,223\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;Dite&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;1642170554&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"BIO3\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO3-300x192.jpg\" data-large-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO3.jpg\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-18096\" src=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO3-300x192.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"192\" srcset=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO3-300x192.jpg 300w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO3.jpg 348w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Corn gluten meal berada pada risiko yang sangat ekstrim pada semua jenis ternak. Produsen yang ingin menggunakan CGM sebagai sumber protein disarankan untuk mencampur dengan sumber bahan pakan lain dan melakukan pengujian ulang mikotoksin pada pakan, untuk memastikan bahwa level risikonya berkurang.<br \/>\nJika melihat konsentrasi mikotoksin pada CGM saat ini, efek negatif pada performa seperti menurunnya asupan pakan, gangguan pertumbuhan, dan supresi imun akan terlihat di lapangan. Selanjutnya, hewan cenderung menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan cenderung menjadi lebih sulit diobati.<\/p>\n<p>Meskipun trichothecenes hadir dalam konsentrasi yang lebih rendah, mereka dapat menyebabkan unggas mengalami lesion pada mulut dan gizzard, karena trichothecenes memiliki kemampuan untuk berinteraksi sinergis dengan mikotoksin lainnya. Stres akibat ulserasi pada hewan ternak dapat menyebabkan penurunan performa yang lebih<br \/>\nbesar. Solusi manajemen risiko mikotoksin sangat disarankan untuk mengikat dan menonaktifkan semua mikotoksin utama dan membantu performa tetap positif. Mencampur bahan pakan yang terkontaminasi dengan sumber bahan pakan lain yang memiliki kontaminasi rendah untuk mengurangi level mikotoksin secara keseluruhan sangat<br \/>\ndianjurkan untuk melindungi kesehatan hewan.<\/p>\n<p><img data-attachment-id=\"18098\" data-permalink=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/biomin-mycotoxin-survey-indonesia-sangat-rentan-terpapar-mikotoksin\/bio4\/\" data-orig-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO4.jpg\" data-orig-size=\"348,213\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;Dite&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;1642170909&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"BIO4\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO4-300x184.jpg\" data-large-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO4.jpg\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-18098\" src=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO4-300x184.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"184\" srcset=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO4-300x184.jpg 300w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO4.jpg 348w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>DDGS berada pada risiko ekstrim dengan menjadi perhatian utama untuk semua ternak. Konsentrasi B trichothecenes dan ZEN yang terdeteksi dalam sampel menjadi perhatian bagi industri unggas, terutama untuk breeder dan layer sangat disarankan untuk menerapkan solusi manajemen mikotoksin untuk mengatasi mikotoksin jenis ini.<\/p>\n<p>Selanjutnya, kami menyarankan untuk mencampur DDGS yang memiliki konsetrasi mikotoksin tinggi dengan DDGS yang lebih rendah mikotoksinnya untuk meminimalkan bahaya bagi kesehatan unggas. Konsentrasi A trichothecenes yang terdeteksi dalam sampel cukup tinggi yang dapat menyebabkan ulserasi mulut dan ampela sehingga dapat menurunkan performa secara signifikan. Kami menyarankan peternak untuk terus memantau kondisi DDGS dari semua jenis mikotoksin dan selalu menggunakan mycotoxin deactivator.<\/p>\n<p><img data-attachment-id=\"18099\" data-permalink=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/biomin-mycotoxin-survey-indonesia-sangat-rentan-terpapar-mikotoksin\/bio5\/\" data-orig-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO5.jpg\" data-orig-size=\"349,207\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;Dite&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;1642170930&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"BIO5\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO5-300x178.jpg\" data-large-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO5.jpg\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-18099\" src=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO5-300x178.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"178\" srcset=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO5-300x178.jpg 300w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO5.jpg 349w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Pakan berada pada risiko sedang untuk semua ternak. Mikotoksin Fusarium seperti ZEN, DON, dan B trichothecenes lainnya terdeteksi pada tingkat sedang, hal ini menunjukkan potensi yang tinggi untuk berinteraksi sinergis dan menyababkan menurunan performa. Selain itu, terdeteksinya Afla merupakan indikator adanya potensi masalah pada saat penyimpanan pakan.<\/p>\n<p>Kesalahpahaman yang sering terjadi adalah mikotoksin dapat dihancurkan dengan metode pengolahan pakan, seperti saat proses pembuatan pelet dan ekstrusi. Meskipun pengolahan memang akan mengurangi kontaminasi, namun tidak menghilangkannya, hal ini terbukti dengan konsentrasi mikotoksin yang ditunjukkan pada hasil di atas. Oleh karena itu, kami menyarankan untuk terus memantau kondisi mikotoksin dalam pakan dan meminimalkan waktu penyimpanannya, untuk menghindari produksi Afla dan OTA lebih lanjut.<\/p>\n<p><img data-attachment-id=\"18100\" data-permalink=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/biomin-mycotoxin-survey-indonesia-sangat-rentan-terpapar-mikotoksin\/bio6\/\" data-orig-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO6.jpg\" data-orig-size=\"353,209\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;Dite&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;1642170952&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"BIO6\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO6-300x178.jpg\" data-large-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO6.jpg\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-18100\" src=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO6-300x178.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"178\" srcset=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO6-300x178.jpg 300w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO6.jpg 353w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Wheat atau gandum berada pada risiko rendah pada semua jenis ternak. Karena gandum memiliki karakteristik yang cukup rentan terhadap mikotoksin Fusarium, peternak disarankan secara rutin untuk melakukan pemeriksaan keberadaan mikotoksin, untuk mengatasi kemungkinan adanya mikotoksin saat proses penyimpanan pakan.<br \/>\nJika gandum disimpan dalam waktu yang lama, disarankan untuk memantau penumpukan mikotoksin pada proses penyimpanan seperti Afla dan OTA.<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p>Indonesia saat ini menghadapi risiko mikotoksin pada katagori menengah-tinggi dengan berbagai mikotoksin yang dapat mencemari berbagai komoditas pakan, bahkan ada pada level yang tinggi. Bahan baku alternatif memang dapat memberikan solusi yang<br \/>\nmampu menghemat biaya dalam menghadapi kenaikan harga bahan pakan, namun bahan tersebut harus digunakan dengan bijak dan tetap memperhatikan kandungan mikotoksin didalamnya. Beberapa bahan pakan yang dianalisis dalam survei ini menunjukkan adanya<br \/>\nkontaminasi mikotoksin, jika strategi manajemen risiko mikotoksin yang tepat tidak diterapkan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan dan produktivitas hewan ternak. Pengujian pakan secara teratur sangat penting untuk menjaga kontaminasi tetap terkendali.<\/p>\n<p>Mycofix\u00ae adalah satu-satunya produk yang beredar di pasaran yang memiliki 6 registrasi EU dalam hal deaktivasi mikotoksin. Berkat kombinasi adsorpsi dan biotransformasi, Mycofix\u00ae mampu mendeaktivasi mikotoksin yang paling relevan, mendukung produksi<br \/>\nhewan maupun pakan. Berkat mekanisme kerja yang unik dan spektrum inaktivasi yang luas, penggunaan Mycofix\u00ae memungkinkan lebih banyak fleksibilitas dalam memilih bahan baku mana yang akan digunakan, sehingga secara signifikan mengurangi biaya pakan, dan memberikan pengembalian investasi yang luar biasa. Adv<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BIOMIN Mycotoxin Survey merupakan survei mikotoksin terpanjang dan terlengkap yang menggunakan alat analitik seperti LC-MS\/MS dan alat canggih bernilai tinggi lainnya untuk mengevaluasi kualitas pakan dan bahan baku pakan di berbagai market di seluruh dunia. Dalam tiga kuartal pertama tahun 2021, kami telah menganalisis lebih dari 100 sampel yang berasal dari Indonesia, termasuk jagung, pakan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":18101,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[19],"tags":[31,2023,373,595,2022,88],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/biomin-mycotoxin-survey-indonesia-sangat-rentan-terpapar-mikotoksin\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"BIOMIN\u00ae Mycotoxin Survey, Indonesia Sangat Rentan Terpapar Mikotoksin | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BIOMIN Mycotoxin Survey merupakan survei mikotoksin terpanjang dan terlengkap yang menggunakan alat analitik seperti LC-MS\/MS dan alat canggih bernilai tinggi lainnya untuk mengevaluasi kualitas pakan dan bahan baku pakan di berbagai market di seluruh dunia. Dalam tiga kuartal pertama tahun 2021, kami telah menganalisis lebih dari 100 sampel yang berasal dari Indonesia, termasuk jagung, pakan, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/biomin-mycotoxin-survey-indonesia-sangat-rentan-terpapar-mikotoksin\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-01-14T07:44:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-01-14T08:08:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO7.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"772\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"478\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/biomin-mycotoxin-survey-indonesia-sangat-rentan-terpapar-mikotoksin\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO7.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO7.jpg\",\"width\":772,\"height\":478},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/biomin-mycotoxin-survey-indonesia-sangat-rentan-terpapar-mikotoksin\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/biomin-mycotoxin-survey-indonesia-sangat-rentan-terpapar-mikotoksin\/\",\"name\":\"BIOMIN\\u00ae Mycotoxin Survey, Indonesia Sangat Rentan Terpapar Mikotoksin | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/biomin-mycotoxin-survey-indonesia-sangat-rentan-terpapar-mikotoksin\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-01-14T07:44:47+00:00\",\"dateModified\":\"2022-01-14T08:08:44+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/biomin-mycotoxin-survey-indonesia-sangat-rentan-terpapar-mikotoksin\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/biomin-mycotoxin-survey-indonesia-sangat-rentan-terpapar-mikotoksin\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/biomin-mycotoxin-survey-indonesia-sangat-rentan-terpapar-mikotoksin\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/biomin-mycotoxin-survey-indonesia-sangat-rentan-terpapar-mikotoksin\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/biomin-mycotoxin-survey-indonesia-sangat-rentan-terpapar-mikotoksin\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/biomin-mycotoxin-survey-indonesia-sangat-rentan-terpapar-mikotoksin\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"BIOMIN\\u00ae Mycotoxin Survey, Indonesia Sangat Rentan Terpapar Mikotoksin\",\"datePublished\":\"2022-01-14T07:44:47+00:00\",\"dateModified\":\"2022-01-14T08:08:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/biomin-mycotoxin-survey-indonesia-sangat-rentan-terpapar-mikotoksin\/#webpage\"},\"wordCount\":1012,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/biomin-mycotoxin-survey-indonesia-sangat-rentan-terpapar-mikotoksin\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO7.jpg\",\"keywords\":[\"adv5\",\"ATASI MIKOTOKSIN\",\"BIOMIN\",\"mikotoksin\",\"MYCOFIX\",\"unggas\"],\"articleSection\":[\"Advertorial\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/BIO7.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-4HO","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18092"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18092"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18092\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18102,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18092\/revisions\/18102"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18101"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18092"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18092"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18092"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}