{"id":18105,"date":"2022-01-12T15:08:50","date_gmt":"2022-01-12T08:08:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=18105"},"modified":"2022-01-14T15:33:38","modified_gmt":"2022-01-14T08:33:38","slug":"evant-with-hipramune-t-atasi-100-koksidiosis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/evant-with-hipramune-t-atasi-100-koksidiosis\/","title":{"rendered":"EVANT\u00ae with HIPRAMUNE\u00ae T Atasi 100% Koksidiosis"},"content":{"rendered":"<h6>Koksidiosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit protozoa dan sering ditemukan pada industri perunggasan. Penyakit ini menyebabkan gangguan pada intestinal yang<br \/>\ndapat menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar pada produksi unggas di seluruh dunia. Oleh karena itu, peneliti terus melakukan studi untuk menemukan strategi yang tepat untuk pengendalian koksidiosis. Melihat kondisi perunggasan yang masih dihantui oleh koksidiosis, HIPRA Indonesia menyelenggarakan peluncuran produk EVANT\u00ae with HIPRAMUNE\u00ae T secara daring melalui aplikasi zoom pada Rabu (15\/12).<\/h6>\n<h6>\nHadir dalam kesempatan ini, Dr. Ong Shyong Wey, DVM, MBA selaku Regional Technical Marketing Manager, Asia &amp; Oceania HIPRA. Ia menyebutkan bahwa keseragaman dan berkurangnya tingkat mortalitas serta ancaman penyakit menjadi perhatian para pelaku<br \/>\nusaha, khususnya pada proses produksi industri perunggasan. \u201cAdanya produk vaksin dari HIPRA yaitu EVALON\u00ae with HIPRAMUNE\u00ae T dan EVANT\u00ae with HIPRAMUNE\u00ae T diharapkan dapat mengatasi ancaman penyakit koksidiosis dan mengurangi penggunaan antibiotik pada industri perunggasan ini,\u201d harap Ong Shyong Wey.<\/h6>\n<h6>\nMasih menurut Shyong Wey, ia mengungkapkan bahwa dengan penggunaan vaksin yang tepat dapat mengontrol kesehatan hewan dan kesehatan manusia. \u201cKonsep \u201cOne World One Health\u201d yang dicanangkan secara global dapat berjalan bersama-sama denganpara stakeholder dan dapat mengatasi koksidiosis dan meningkatkan produktivitas ternak di lapangan,\u201d ungkapnya.<\/h6>\n<p><img data-attachment-id=\"18109\" data-permalink=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/evant-with-hipramune-t-atasi-100-koksidiosis\/sesi-foto-bersama-antara-hipra-indonesia-dan-pelanggannya-di-seluruh-indonesia\/\" data-orig-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Sesi-foto-bersama-antara-HIPRA-INDONESIA-dan-Pelanggannya-di-Seluruh-Indonesia.png\" data-orig-size=\"752,410\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"Sesi foto bersama antara HIPRA INDONESIA dan Pelanggannya di Seluruh Indonesia\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Sesi-foto-bersama-antara-HIPRA-INDONESIA-dan-Pelanggannya-di-Seluruh-Indonesia-300x164.png\" data-large-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Sesi-foto-bersama-antara-HIPRA-INDONESIA-dan-Pelanggannya-di-Seluruh-Indonesia.png\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-18109\" style=\"color: #111111; font-family: Roboto, sans-serif; font-size: 16px;\" src=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Sesi-foto-bersama-antara-HIPRA-INDONESIA-dan-Pelanggannya-di-Seluruh-Indonesia-300x164.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"164\" srcset=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Sesi-foto-bersama-antara-HIPRA-INDONESIA-dan-Pelanggannya-di-Seluruh-Indonesia-300x164.png 300w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Sesi-foto-bersama-antara-HIPRA-INDONESIA-dan-Pelanggannya-di-Seluruh-Indonesia-696x379.png 696w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Sesi-foto-bersama-antara-HIPRA-INDONESIA-dan-Pelanggannya-di-Seluruh-Indonesia.png 752w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<h6>Pempaparan selanjutnya menurut Diptya Cinantya, DVM selaku Technical and Marketing Manager PT HIPRA INDONESIA, menjelaskan mengenai \u201cCoccidiosis Concept : EVALON\u00ae Experience\u201d. Dalam mengatasi koksidiosis, HIPRA memiliki vaksin pertamanya yang<br \/>\ndiperkenalkan di Indonesia pada tahun 2019 yaitu EVALON\u00ae yang dilengkapi dengan HIPRAMUNE\u00ae T. Vaksin EVALON\u00ae ini merupakan vaksin live attenuated yang ditujukan untuk proteksi terhadap penyakit koksidiosis pada breeder dan layer.<br \/>\n\u201cVaksin EVALON\u00ae berisi oocysts yang bersporulasi yang didapatkan dengan metode precocious yang telah berisi strain Eimeria yang banyak ditemui pada ayam, yaitu Eimeria acervulina, Eimeria maxima, Eimeria necatrix, Eimeria brunetti dan Eimeria tenella yang sangat penting pada ayam yang dipelihara dalam jangka panjang. Selain itu telah<br \/>\ndilengkapi dengan HIPRAMUNE\u00ae T yang berisi tiga komponen utama yaitu colouring agent berwarna ungu muda, beraroma vanilla dan merupakan adjuvant bersifat imunomodulator,\u201d terang Diptya.<\/h6>\n<h6>Kunci utama vaksin koksidiosis dari HIPRA adalah vaksin live yang diatenuasi secara precocious dan imunomodulator di dalam HIPRAMUNE\u00ae T sehingga dapat meningkatkan respon imun seluler. Selain itu, dapat dipastikan bahwa penggunaan vaksin ini sangat baik<br \/>\njika ditunjang dengan metode vaksinasi yang tepat dan dilakukan manajemen pascavaksinasi sesuai rekomendasi.<\/h6>\n<h6>Diptya pun mengatakan bahwa dengan metode precocious, lesi pada usus yang dilihat secara makroskopis maupun mikroskopis dapat berkurang dibandingkan jenis vaksin yang lain, sehingga tidak perlu menggunakan obat antikoksi setelah aplikasi vaksinasi. \u201cHal tersebut juga berkaitan dengan potensial reproduksi strain Eimeria pada vaksin yang lebih rendah jika dibandingkan dengan parental strain. Penggunaan vaksin dapat mengatasi koksidiosis,\u201d ucap Diptya. Selanjutnya, respon imun terhadap koksidiosis ialah imunitas yang bersifat species-specific dan protective immunity terbentuk setelah terjadi replikasi secara berulang. Protective immunity terbentuk ditandai dengan adanya penurunan produksi oocyst sebagai akibat terjadinya hambatan perkembangan Eimeria di usus.<br \/>\nKemudian, Diptya pun memberikan tip teknis untuk mengatasi koksidiosis. Ia menyebutkan bahwa dengan vaksinasi yang baik merupakan awal yang baik. Dimana perlu dipastikan pengaplikasian vaksin yang tepat dan benar dengan memperhatikan pengenceran yang baik, keseragaman distribusi, ukuran droplet dan penambahan colouring agent. Selanjutnya, penting untuk menghindari komponen-komponen yang dapat menghambat replikasi dari pemberian vaksinasi tersebut, dengan menghindari obat antikoksi apapun<br \/>\nselama pemeliharaan ayam dan beberapa antibiotik (spiramycin dan tetracycline) yang perlu dihindari 3 minggu awal selama masa replikasi Eimeria yang berasal dari vaksin pada masa hidup unggas.<\/h6>\n<h6>\u201cLitter management perlu diperhatikan, karena diperlukan media yang optimum untuk replikasi Eimeria yang berasal dari vaksin dan kita juga harus memastikan untuk dapat meminimalisir faktor imunosupresi,\u201d tambah Diptya.<\/h6>\n<h6>\n<strong>Perlunya ketelitian<\/strong><\/h6>\n<h6>Dalam launching EVANT\u00ae with HIPRAMUNE\u00ae T ini, hadir pula Marc Pages Bosch selaku Senior Manager R&amp;D Biologicals HIPRA. Ia mengingatkan untuk secara teliti melihat gejala klinis koksidiosis dan skor lesi pada ayam di kandang. \u201cMetode skor lesio dapat digunakan untuk menentukan spesies Eimeria yang menginfeksi di kandang dan dapat mendukung diagnosa yang dilakukan,\u201d jelas Marc.<\/h6>\n<h6>Selanjutnya, dapat dilakukan pemeriksaan Eimeriacheck dengan sampel feses segar dan litter untuk melihat jenis Eimeria yang bereplikasi di kandang, menentukan program vaksinasi, dan mengetahui tingkat infeksi koksidiosis di Kandang. \u201cDapat pula dilakukan morphometry untuk melihat ukuran oocyst agar dapat menentukan jenis Eimeria yang mengkontaminasi,\u201d terang Marc.<\/h6>\n<h6>HIPRA menggembangkan metode PCR kuantitatif yang menggunakan sider green sehingga dapat memberikan informasi jumlah setiap spesies tunggal dalam suatu sampel. Melaui plot atau kurva amplifikasi yang diperoleh untuk setiap spesies dapat menginformasikan nilai CT (cycle threshold) untuk mengetahui tingkat materi genetik yang terdeteksi.<br \/>\n\u201cDengan kombinasi semua alat diagnosa yang berbeda, dapat memberikan gagasan yang sangat baik untuk mengetahui tentang kinerja kandang dan dapat menilai kondisi penyakit di kandang, maka kita dapat menentukan program pengendalian koksidia atau penyakit<br \/>\nlain selanjutnya\u201d jelas Marc.<\/h6>\n<h6><strong>Vaksinasi lengkap terbaru<\/strong><\/h6>\n<h6>Joan Molist Badiola, selaku Corporate Product Manager Coccidiosis Vaccines HIPRA menjelaskan sejarah perkembangan penanganan koksidiosis di dunia pada tahun 50an &#8211; 90an. Pada 1952 dikembangkan vaksin pertama yang belum diatenuasi untuk melawan<br \/>\nkoksidiosis dan pada 1970 ditemukan koksidiostat baru yang disebut ionofor. Namun ditakutkan terjadi resistensi. Hingga saat ini resistensi terhadap obat antikoksi masih menjadi perhatian serius para peneliti.<\/h6>\n<h6>\u201cAdanya resistensi ini dapat menyebabkan koksidiosis klinis dan subklinis, memburuknya kesehatan usus dengan munculnya dysbiosis dan akibatnya kerugian ekonomi yang sangat besar, pada tahun 90an pertama kalinya dikembangakan vaksin yang diatenuasi dan hingga saat ini, vaksin koksidiosis HIPRA mengandung Eimeria yang diatenuasi,\u201d jelas Joan.<\/h6>\n<h6>EVALON\u00ae, merupakan vaksin HIPRA untuk proteksi koksidiosis pada unggas berumur panjang telah menjadi langkah maju dalam mengendalikan koksidiosis.<br \/>\n\u201cEVALON\u00ae telah diberikan kepada 700 juta unggas, dan tersebar di 65 negara di seluruh dunia dan sekitar 50% pangsa pasar global,\u201djelas Joan.<br \/>\nMaka dari itu, untuk memberikan tingkat perlindungan yang lebih besar terhadap koksidiosis pada ayam, HIPRA memperkenalkan vaksin terbaru yaitu EVANT\u00ae with HIPRAMUNE\u00ae T. \u201cDengan vaksin terbaru kami, vaksinasi koksidiosis 100% dapat dilakukan pada ayam broiler dan layer, dapat melindungi lengkap tanpa harus menggunakan obat antikoksi,\u201d terangnya.<\/h6>\n<h6>\nEVANT\u00ae telah terbukti menjadi vaksin koksidiosis yang sangat andal dengan 3 fitur unik yang membedakan dengan vaksin lain yang ada dipasaran, yaitu dengan strain Eimeria pilihan yang telah diatenuasi secara precocious sehingga memiliki imunogenisitas yang kuat, dengan bahan inovatif yang termasuk dalam HIPRAMUNE\u00ae T yang mampu memodulasi respon imun dan layanan terpercaya yang diberikan oleh HIPRA.<\/h6>\n<h6>\nStrain yang diatenuasi secara precocious yang terdapat pada EVANT\u00ae dapat bereplikasi lebih awal dan menghasilkan lesi yang lebih ringan dibandingkan dengan strain lapangan atau dibandingkan dengan vaksin yang tidak diatenuasi. Manfaat lain adalah pengurangan<br \/>\nresistensi terhadap obat antikoksi. \u201cSeleksi genetik yang dilakukan dalam atenuasi secara precocious menghasilkan lesi makroskopis dan mikroskopis yang lebih sedikit yang berarti kesehatan usus ayam yang lebih baik mendukung pengembalian investasi vaksin atau ROI.<br \/>\nJuga tidak perlu menggunakan obat antikoksi untuk mengendalikan koksidiosis lapangan atau strain vaksin dan tidak ada wabah koksidiosis yang disebabkan oleh strain vaksin,\u201d jelas Joan.<\/h6>\n<h6>Keunggulan lain EVANT\u00ae yaitu kandungan spesies Eimeria didalamnya termasuk pada spesies yang menyebabkan koksidiosis klinis dan subklinis, seperti Eimeria acervulina, Eimeria maxima, Eimeria mitis, Eimeria praecox dan Eimeria tenella. Adjuvant inovatif dari HIPRA yaitu HIPRAMUNE\u00ae T terdapat pada EVALON\u00ae dan juga EVANT\u00ae, dimana mampu memodulasi respon imun terhadap penyakit koksidiosis dan memiliki warna ungu muda, beraroma vanilla, serta dilengkapi dukungan Smart Vaccination.<\/h6>\n<h6>Selain itu, HIPRA pun melakukan beberapa percobaan dalam kondisi lapangan berbeda yang dilakukan di Belgia dan Brazil, dengan membandingkan kerja EVANT\u00ae dengan vaksin koksidia atau obat antikoksi lainnya. Hasilnya, setelah diberikan EVANT\u00ae nilai FCR menjadi<br \/>\nlebih rendah dan dapat mengembalikan kepekaan terhadap obat antikoksi dan memperbaiki kematian mendekati 1,5%. Selanjutnya dilakukan pula percobaan dengan berbagai macam perlakuan, hasilnya dengan penggunaan vaksin EVANT\u00ae dapat mencegah munculnya koksidiosis.<\/h6>\n<h6>\nVaksin koksidia yang diproduksi HIPRA telah dilengkapi chip RFID pada labelnya, didukung perangkat aplikasi coarse spray yang dikembangkan secara eksklusif yaitu HIPRASPRAY\u00ae dan perangkat lunak khusus yaitu HIPRALINK\u00ae VACCINATION untuk mengelola dan melacak proses vaksinasi serta HIPRA DIAGNOS untuk layanan pemeriksaan Laboratorium. ADV<\/h6>\n<h6><strong>Untung Eko Purnomo &#8211; Manager PT Satwa Indo Perkasa<\/strong><br \/>\nSatu lagi produk HIPRA yang baru diluncurkan, aplikatif dan mudah dimonitor hasilnya, EVANT\u00ae memberikan perlindungan yang komprehensif terhadap koksidiosis, membuat kita lebih tenang dalam memelihara ayam, dan tentu akan menurunkan biaya pemakaian antikoksi, selain itu menambah keuntungan bagi peternak yang memakainya. HIPRA selalu selangkah lebih maju dibidangnya.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Koksidiosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit protozoa dan sering ditemukan pada industri perunggasan. Penyakit ini menyebabkan gangguan pada intestinal yang dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar pada produksi unggas di seluruh dunia. Oleh karena itu, peneliti terus melakukan studi untuk menemukan strategi yang tepat untuk pengendalian koksidiosis. Melihat kondisi perunggasan yang masih dihantui [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":18108,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[19],"tags":[67,2026,2025,1902,2027,248],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/evant-with-hipramune-t-atasi-100-koksidiosis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"EVANT\u00ae with HIPRAMUNE\u00ae T Atasi 100% Koksidiosis | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Koksidiosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit protozoa dan sering ditemukan pada industri perunggasan. Penyakit ini menyebabkan gangguan pada intestinal yang dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar pada produksi unggas di seluruh dunia. Oleh karena itu, peneliti terus melakukan studi untuk menemukan strategi yang tepat untuk pengendalian koksidiosis. Melihat kondisi perunggasan yang masih dihantui [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/evant-with-hipramune-t-atasi-100-koksidiosis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-01-12T08:08:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-01-14T08:33:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Amke-Wijayatman-dan-Tim-HIPRA-secara-simbolis-meluncurkan-EVANT-with-HIPRAMUNE-T-di-Indonesia.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"582\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/evant-with-hipramune-t-atasi-100-koksidiosis\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Amke-Wijayatman-dan-Tim-HIPRA-secara-simbolis-meluncurkan-EVANT-with-HIPRAMUNE-T-di-Indonesia.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Amke-Wijayatman-dan-Tim-HIPRA-secara-simbolis-meluncurkan-EVANT-with-HIPRAMUNE-T-di-Indonesia.png\",\"width\":1080,\"height\":582},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/evant-with-hipramune-t-atasi-100-koksidiosis\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/evant-with-hipramune-t-atasi-100-koksidiosis\/\",\"name\":\"EVANT\\u00ae with HIPRAMUNE\\u00ae T Atasi 100% Koksidiosis | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/evant-with-hipramune-t-atasi-100-koksidiosis\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-01-12T08:08:50+00:00\",\"dateModified\":\"2022-01-14T08:33:38+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/evant-with-hipramune-t-atasi-100-koksidiosis\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/evant-with-hipramune-t-atasi-100-koksidiosis\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/evant-with-hipramune-t-atasi-100-koksidiosis\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/evant-with-hipramune-t-atasi-100-koksidiosis\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/evant-with-hipramune-t-atasi-100-koksidiosis\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/evant-with-hipramune-t-atasi-100-koksidiosis\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"EVANT\\u00ae with HIPRAMUNE\\u00ae T Atasi 100% Koksidiosis\",\"datePublished\":\"2022-01-12T08:08:50+00:00\",\"dateModified\":\"2022-01-14T08:33:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/evant-with-hipramune-t-atasi-100-koksidiosis\/#webpage\"},\"wordCount\":1328,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/evant-with-hipramune-t-atasi-100-koksidiosis\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Amke-Wijayatman-dan-Tim-HIPRA-secara-simbolis-meluncurkan-EVANT-with-HIPRAMUNE-T-di-Indonesia.png\",\"keywords\":[\"adv7\",\"evalon\",\"evant\",\"HIPRA\",\"hipramune T\",\"koksidiosis\"],\"articleSection\":[\"Advertorial\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Amke-Wijayatman-dan-Tim-HIPRA-secara-simbolis-meluncurkan-EVANT-with-HIPRAMUNE-T-di-Indonesia.png","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-4I1","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18105"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18105"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18105\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18110,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18105\/revisions\/18110"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18108"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18105"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18105"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18105"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}