{"id":18403,"date":"2022-02-22T14:33:57","date_gmt":"2022-02-22T07:33:57","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=18403"},"modified":"2022-03-08T14:44:28","modified_gmt":"2022-03-08T07:44:28","slug":"kenali-gejala-nd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-gejala-nd\/","title":{"rendered":"Kenali Gejala ND"},"content":{"rendered":"<h6><strong>Oleh : Diana Putri, S.Kh.*<\/strong><\/h6>\n<h6>Infeksi ND pada ayam muda atau <em>pullet<\/em> biasanya diawali dengan masalah pernapasan dan diikuti oleh kematian. Vinta mengatakan bahwa jika terdapat kejadian ND pada ayam petelur yang sudah mendapatkan program vaksinasi ND yang cukup lengkap, maka efeknya hanya akan terjadi penurunan produksi telur. Kerugian lainnya yang ditemukan berupa kematian yang bisa mencapai angka 100%, terpecahnya keseragaman pada kandang, dan jika terjadi pada fase <em>laying<\/em>, maka akan ditemukan abnormalitas pada kerabang telur.<\/h6>\n<h6><strong>Baca juga : <a href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/tingkatkan-upaya-pencegahan-cegah-munculnya-newcastle-disease\/\"><span style=\"color: #0000ff;\">Tingkatkan Upaya Pencegahan, Cegah Munculnya Newcastle Disease<\/span><\/a><\/strong><\/h6>\n<h6>Untuk mendapatkan hasil diagnosa yang tepat dan memutus rantai penularan serta memaksimalkan hasil produksi, Vinta mengatakan bahwa tidak bisa hanya dengan melakukan diagnosa secara terpotong. Sehingga, menganalisa <em>recording flock<\/em>, hasil serologi, dan PCR sangat penting dilakukan.<\/h6>\n<h6>\u201cSebagai praktisi perunggasan, saya pikir perlu dilakukan tahapan investigasi penyakit yang dilihat dari <em>recording flock<\/em> serta bedah bangkai atau nekropsi untuk melihat lesi atau patologi anatomi yang terjadi. Jika ditemukan ada perubahan patologi anatomi yang mengarah ke ND, maka perlu dilakukan peneguhan diagnosa melalui tes serologi, yaitu uji <em>Hemagglutination Inhibition Assay <\/em>(HI test) dan dilanjutkan dengan uji molekuler menggunakan PCR sampai dengan <em>sequencing <\/em>untuk mendapatkan identitas dari virus ND genotipe apa yang menyerang flok tersebut,\u201d jelasnya.<\/h6>\n<h6>Mengenai pencegahan, Vinta mengatakan bahwa sangatlah penting untuk memiliki protokol aplikasi biosekuriti yang baik dan tepat diikuti oleh manajemen yang baik serta status imunitas yang baik terhadap ND. Pemberian vaksin ND dengan menggunakan vaksin rekombinan dapat mengurangi <em>shedding <\/em>virus di lapangan, sehingga tantangan virus ND pada area peternakan tersebut dapat terkontrol.<\/h6>\n<h6>\u201cDengan dukungan modernisasi kandang dan perbaikan kualitas DOC yang diikuti oleh penerapan biosekuriti yang baik, tentu saja dapat meningkatkan kesehatan ayam dan menghasilkan produksi yang maksimal. Selain itu, dengan penerapan biosekuriti 3 zona dan catatan kandang yang tepat dan lengkap, kita dapat menganalisa hasil kerja kita,\u201d imbuhnya.<\/h6>\n<h6>Menurut Vinta, hingga saat ini, cara terbaik untuk menanggulangi kerugian akibat virus ND adalah dengan melakukan pencegahan. Pencegahan dapat dilakukan dengan memaksimalkan penerapan biosekuriti dan menjalankan program vaksinasi yang tepat untuk memberikan perlindungan yang maksimal terhadap virus ND. Vinta sendiri meyakini bahwa peternak sudah sangat sadar akan pentingnya vaksinasi. Namun, yang terpenting sebagai praktisi perunggasan adalah bagaimana memberikan informasi selengkap mungkin terkait proteksi terhadap virus ND.<\/h6>\n<h6>Program vaksinasi yang tepat dapat memberikan proteksi yang maksimal. Selain menekan <em>shedding<\/em> virus, keuntungan lainnya yang didapat dari program vaksinasi sendiri adalah dapat melindungi ayam dari gejala klinis dan kematian, menghindari terjadinya penurunan produksi dan kualitas produksi, serta menghasilkan produk makanan yang aman dari bakteri patogen. <strong><em>*Jurnalis Poultry Indonesia<\/em><\/strong><\/h6>\n<h6><em>Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel Majalah Poultry Indonesia edisi Februari 2022 dengan judul \u201c<\/em><a href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/cegah-tetelo-masuk-kandang\/\">Cegah Tetelo Masuk Kandang<\/a><em>\u201d. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silakan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153<\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Diana Putri, S.Kh.* Infeksi ND pada ayam muda atau pullet biasanya diawali dengan masalah pernapasan dan diikuti oleh kematian. Vinta mengatakan bahwa jika terdapat kejadian ND pada ayam petelur yang sudah mendapatkan program vaksinasi ND yang cukup lengkap, maka efeknya hanya akan terjadi penurunan produksi telur. Kerugian lainnya yang ditemukan berupa kematian yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":18405,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[10],"tags":[156,223,324],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-gejala-nd\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kenali Gejala ND | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh : Diana Putri, S.Kh.* Infeksi ND pada ayam muda atau pullet biasanya diawali dengan masalah pernapasan dan diikuti oleh kematian. Vinta mengatakan bahwa jika terdapat kejadian ND pada ayam petelur yang sudah mendapatkan program vaksinasi ND yang cukup lengkap, maka efeknya hanya akan terjadi penurunan produksi telur. Kerugian lainnya yang ditemukan berupa kematian yang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-gejala-nd\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-02-22T07:33:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-08T07:44:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/ND-052A-x750.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"274\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-gejala-nd\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/ND-052A-x750.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/ND-052A-x750.jpg\",\"width\":750,\"height\":274,\"caption\":\"Gejala awal dari Newcastle Disease umumnya meliputi penurunan drastis produksi telur. Pada petelur yang menghasilkan telur cokelat, warnanya akan mengalami perubahan atau abnormalitas (telur putih). Perubahan warna ini disebabkan oleh adanya abnormalitas pigmen akibat infeksi pada oviduk\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-gejala-nd\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-gejala-nd\/\",\"name\":\"Kenali Gejala ND | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-gejala-nd\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-02-22T07:33:57+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-08T07:44:28+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-gejala-nd\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-gejala-nd\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-gejala-nd\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-gejala-nd\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-gejala-nd\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-gejala-nd\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Kenali Gejala ND\",\"datePublished\":\"2022-02-22T07:33:57+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-08T07:44:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-gejala-nd\/#webpage\"},\"wordCount\":444,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-gejala-nd\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/ND-052A-x750.jpg\",\"keywords\":[\"#Penyakit\",\"kesehatan\",\"ND\"],\"articleSection\":[\"Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/ND-052A-x750.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-4MP","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18403"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18403"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18403\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18408,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18403\/revisions\/18408"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18405"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18403"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18403"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18403"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}