{"id":18438,"date":"2022-03-10T16:46:38","date_gmt":"2022-03-10T09:46:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=18438"},"modified":"2022-03-10T16:47:42","modified_gmt":"2022-03-10T09:47:42","slug":"teknis-peresepan-obat-untuk-hewan-populatif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teknis-peresepan-obat-untuk-hewan-populatif\/","title":{"rendered":"Teknis Peresepan Obat untuk Hewan Populatif"},"content":{"rendered":"<h6><strong>POULTRYINDONESIA, Jakarta<\/strong> \u2013 Kesalahan peresepan obat hewan seringkali terjadi karena proses peresepan dengan informasi yang kurang lengkap, dan informasi yang salah. Kesalahan yang terjadi berupa kesalahan dosis, durasi terapi, tulisan resep yang sulit dibaca, dan lain sebagainya. Penyusunan format peresepan obat hewan populatif merupakan kolaborasi PDHI, ASOHI, Fakultas Kedokteran Hewan UGM, dan Fakultas Farmasi UGM.<\/h6>\n<h6><strong>Baca juga : <\/strong><a href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/kementan-perkuat-kapasitas-laboratorium-kesehatan-hewan-nasional\/\"><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Kementan Perkuat Kapasitas Laboratorium Kesehatan Hewan Nasional<\/strong><\/span><\/a><\/h6>\n<h6>Aturan peresepan untuk hewan populatif seharusnya sudah diketahui oleh pala pelaku veteriner sejak berlakunya Permentan no. 14 tahun 2017 dan harus sudah dimplementasikan oleh semua dokter hewan yang menggunakan obat keras dan obat bebas terbatas di peternakan. Hal ini dilakukan agar pemerintah mengetahui metapenyakit di Indonesia sehingga dapat dilakukan monitoring. Berangkat dari hal tersebut, Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) menggelar webinar bertema \u201cWorkshop Peresepan Populatif\u201d. Acara yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom, Kamis, (10\/3) yang membicarakan mengenai peresepan secara umum dan peresepan dalam skala populatif.<\/h6>\n<h6>Narasumber apt. Muvita Rina Wati, M.Sc. membahas materi \u201cRefresh Peresepan\u201d yang mencakup pengertian resep, penggunaan obat yang rasional (POR), <em>antimicrobials therapy<\/em>, kedaluarsa obat dan <em>drug disposal<\/em>, serta interaksi obat.<\/h6>\n<h6>\u201cPemilihan bahasa latin dalam resep digunakan karena tiap kalimat dalam bahasa latin hanya memiliki satu arti, sehingga tidak digunakan untuk percakapan sehari-hari. Selain itu perubahan kata dasarnya sangat teratur sehingga mudah dipelajari,\u201d ujar Muvita.<\/h6>\n<h6>Masalah seperti resistensi antimikroba (<em>Antimicrobial Resistance \/ <\/em>AMR) dapat terjadi karena penggunaan yang tidak rasional. Peresepan antibiotik tidak rasional dapat ditemukan dengan penggunaan antibiotik empiris dengan durasi berlebih, penggunaan antibiotik nonterapetik seperti <em>growth promotor<\/em>, menggunakan antibiotik untuk profilaksasis\/preventif, dan tidak tepat pemilihan jenis antibiotik karena tidak memahami spektrum, penetrasi, pola resistensi dan pendosisan.<\/h6>\n<h6>Narasumber kedua Dr. apt. Nunung Yuniarti, S.F. M.Si. menjelaskan mengenai persesepan obat hewan baik secara individu dan populatif. Ia menyebutkan berbagai masalah yang sering dihadapi di lapangan. \u201cMasalah pelayanan obat hewan di apotek mencakup ketersediaan, pemilihan bentuk sediaan, penyesuaian dosis dan informasi kepada pemilik hewan sehingga perlu komunikasi dan kerjasama dokter hewan dan apotek,\u201d ucap Nunung.<\/h6>\n<h6>Peresepan obat hewan ternak secara populatif (dicampur pakan) dijelaskan sedikit berbeda dibanding resep obat umumnya. Peresepan diawali dengan nama obat yang diresepkan dan dosis akhir dalam pakan populasi (dalam gram obat\/kilogram pakan) untuk satu kali pemberian. Selain itu adanya penambahan lama pemberian, waktu henti obat, dan peringatan pada struktur <em>subcriptio<\/em>.<\/h6>\n<h6>Masih menurut Nunung, Permasalahan pada peresepan obat hewan populatif dapat berpengaruh pada efek obat. Hal ini diakibatkan populasi hewan tidak dibedakan berdasar status kesehatannya, populasi hewan tidak dibedakan berdasarkan bobot badan, populasi hewan tidak dibedakan berdasar usia dan jenis kelamin serta adanya variasi spesies dalam populasi.<\/h6>\n<h6>\u201cObat hewan ternyata termasuk dalam <em>food additive<\/em>, karena akan menjadi komponen makanan misalnya daging, susu dan telur. Oleh karena itu, obat <em>off-label<\/em> dilarang diberikan pada pakan ternak ketika ada residu obat yang berisiko mengganggu kesehatan masyarakat. Obat-obat yang dilarang pada pakan hewan seperti <em>amantadine, rimantadine, chloramphenicol, clenbuterol, phenylbutazone, fluoroquinolones, sulphonamide,<\/em> dan lain-lain,\u201d tambahnya.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POULTRYINDONESIA, Jakarta \u2013 Kesalahan peresepan obat hewan seringkali terjadi karena proses peresepan dengan informasi yang kurang lengkap, dan informasi yang salah. Kesalahan yang terjadi berupa kesalahan dosis, durasi terapi, tulisan resep yang sulit dibaca, dan lain sebagainya. Penyusunan format peresepan obat hewan populatif merupakan kolaborasi PDHI, ASOHI, Fakultas Kedokteran Hewan UGM, dan Fakultas Farmasi UGM. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":18440,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[20,7],"tags":[33],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teknis-peresepan-obat-untuk-hewan-populatif\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Teknis Peresepan Obat untuk Hewan Populatif | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"POULTRYINDONESIA, Jakarta \u2013 Kesalahan peresepan obat hewan seringkali terjadi karena proses peresepan dengan informasi yang kurang lengkap, dan informasi yang salah. Kesalahan yang terjadi berupa kesalahan dosis, durasi terapi, tulisan resep yang sulit dibaca, dan lain sebagainya. Penyusunan format peresepan obat hewan populatif merupakan kolaborasi PDHI, ASOHI, Fakultas Kedokteran Hewan UGM, dan Fakultas Farmasi UGM. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teknis-peresepan-obat-untuk-hewan-populatif\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-10T09:46:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-10T09:47:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/WhatsApp-Image-2022-03-10-at-3.27.32-PM.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"822\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"563\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teknis-peresepan-obat-untuk-hewan-populatif\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/WhatsApp-Image-2022-03-10-at-3.27.32-PM.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/WhatsApp-Image-2022-03-10-at-3.27.32-PM.jpeg\",\"width\":822,\"height\":563,\"caption\":\"Contoh peresepan obat hewan populatif\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teknis-peresepan-obat-untuk-hewan-populatif\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teknis-peresepan-obat-untuk-hewan-populatif\/\",\"name\":\"Teknis Peresepan Obat untuk Hewan Populatif | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teknis-peresepan-obat-untuk-hewan-populatif\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-10T09:46:38+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-10T09:47:42+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teknis-peresepan-obat-untuk-hewan-populatif\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teknis-peresepan-obat-untuk-hewan-populatif\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teknis-peresepan-obat-untuk-hewan-populatif\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teknis-peresepan-obat-untuk-hewan-populatif\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teknis-peresepan-obat-untuk-hewan-populatif\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teknis-peresepan-obat-untuk-hewan-populatif\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Teknis Peresepan Obat untuk Hewan Populatif\",\"datePublished\":\"2022-03-10T09:46:38+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-10T09:47:42+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teknis-peresepan-obat-untuk-hewan-populatif\/#webpage\"},\"wordCount\":476,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teknis-peresepan-obat-untuk-hewan-populatif\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/WhatsApp-Image-2022-03-10-at-3.27.32-PM.jpeg\",\"keywords\":[\"berita1\"],\"articleSection\":[\"Berita Terkini\",\"Peristiwa\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/WhatsApp-Image-2022-03-10-at-3.27.32-PM.jpeg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-4No","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18438"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18438"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18438\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18441,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18438\/revisions\/18441"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18440"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18438"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18438"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18438"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}