{"id":18498,"date":"2022-03-20T09:20:44","date_gmt":"2022-03-20T02:20:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=18498"},"modified":"2022-03-25T14:18:38","modified_gmt":"2022-03-25T07:18:38","slug":"konsep-one-health-untuk-atasi-permasalahan-resistensi-antimikroba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsep-one-health-untuk-atasi-permasalahan-resistensi-antimikroba\/","title":{"rendered":"Konsep One Health untuk Atasi Permasalahan Resistensi Antimikroba"},"content":{"rendered":"<h6><strong>POULTRYINDONESIA, Denpasar<\/strong> &#8211; Pandemi tidak terlepas dari penyakiti infeksi baru karena 60% penyakit pada manusia bersumber dari penyakit zoonosis ataupun dari hewan. Literatur menyebutkan 75% penyakit baru yang baru muncul pada manusia bersumber dari hewan. Resistensi antimikroba (AMR) merupakan ancaman yang serius bagi kesehatan dan ketahanan pangan.<\/h6>\n<h6><strong>Baca juga : <\/strong><a href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/menghindari-resistensi-antibiotik-dengan-menjaga-kesehatan-saluran-cerna\/\"><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Menghindari Resistensi Antibiotik dengan Menjaga Kesehatan Saluran Cerna<\/strong><\/span><\/a><\/h6>\n<h6>Berangkat dari hal tersebut, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana bersama dengan Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia, Kementrian Pertanian dan FAO menggelar <em>studium generale<\/em> atau kuliah umum bertema \u201cMateri Pengayaan Kontrol Penyakit Zoonosis, Penyakit Infeksi Baru dan Terbarukan, Kesehatan Unggas, AMR\/AMU dengan Pendekatan One Health\u201d. Acara yang diselenggarakan secara daring melalui Webex, Sabtu (19\/3) ini membicarakan mengenai zoonosis, penggunaan antimikroba serta peran FAO dalam lintas batas penyakit hewan.<\/h6>\n<h6>Sambutan pertama diawali oleh Prof. Dr. drh. I Nyoman Suartha, M.Si selaku dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana menyebutkan sangat penting memberikan pemahaman sejak dini kepada masyarakat dan mahasiswa mengenai penyakit zoonosis dan bahaya penggunaan antibiotika.<\/h6>\n<h6>Dilanjutkan sambutan oleh Luuk Schoonman DVM, PhD sebagai <em>Country Team Leader FAO Emergency Centre for Transboundary Animal Disease<\/em> (ECTAD) Indonesia menyebutkan kolaborasi ECTAD Indonesia dan AFKHI mendukung sebelas Fakultas Kedokteran Hewan di Indonesia untuk meningkatkan dan memperkaya materi tentang isu-isu global seperti zoonosis dan resistensi antimikroba serta penggunaannya dalam kesehatan unggas melalui pendekatan One Health.<\/h6>\n<h6>Sambutan oleh Dr. drh. Nuryani Zainuddin, M.Si selaku Direktorat Jendral PKH dan keynote speaker sekaligus membuka acara. Beliau mengatakan bahwa tahun 2016 dirilis sebuah laporan global <em>review<\/em> terkait dengan perkembangan resistensi antimikroba dimana pada tahun 2050 menyebabkan kematian 10 juta jiwa per tahun dan Asia menjadi <em>hotspot<\/em> kematian tertinggi Resistensi antimikroba dapat dikatakan <em>silent pandemic<\/em>. \u201cBerdasarkan berbagai laporan tercatat bahwa 2,5 miliar kasus zoonosis setiap tahun mengakibatkan 2,7 juta kematian pada manusia,\u201d lanjut Nuryani.<\/h6>\n<h6>Prioritas One Health meliputi Penguatan system pemantauan, surveilans dan pelaporan untuk mencegah dan mendeteksi munculnya penyakit hewan, mengembangkan kapasitas koordinasi dan pertukaran informasi, memperkuat infrastruktur kesehatan hewan, meningkatkan kapasitas sector pangan dan pertanian untuk memerangi dan meminimalkan risiko AMR serta mempromosikan keamanan pangan di tingkat nasional dan internasional.<\/h6>\n<h6>\u201cHampir 20% dari produksi hewan global hilang karena penyakit sehingga vaksinasi memastikan kesejahteraan yang lebih baik, menekan kasus penyakit dan kematian, membuat sumber daya lebih efisien dan mengurangi kebutuhan untuk penggunaan antibiotik,\u201d pungkas Nuryani.<\/h6>\n<h6>Masih dalam acara yang sama, narasumber Dr. drh. Agustina Dwi Wijayanti, MP selaku Kepala Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada membahas AMR-AMU dan kaitannya dengan <em>Poultry Health<\/em>. Beliau mengatakan penggunaan antimikroba yan tidak tepat (<em>misuse<\/em>) dan masalah penyebaran mikroba resisten menyebabkan tingkat kesembuhan yang semakin kecil pada pasien.<\/h6>\n<h6>Pada unggas, terjadinya resistensi antimikroba yang paling sering di karenakan oleh penggunaan antimikroba sebagai imbuhan pakan dalam dosis sub terapi dan untuk mengatasi infeksi sekunder serta antimikroba tidak sesuai dosis terapi dan tidak dilakukannya evaluasi terapi. \u201cObat-obatan antimikroba yang paling sering digunakan pada unggas adalah <em>neomycin<\/em> dan <em>penicilin<\/em> G digunakan untuk <em>growth promotor<\/em>, kesehatan hewan dan produksi telur,\u201d kata Agustina.<\/h6>\n<h6>Penggunaan antimikroba berkaitan dengan peresepan. Pada unggas, persepan ditujukan ke hewan populatif yang memiliki struktur resep sedikit berbeda dibandingkan resep individu. Peresepan ini digunakan karena pemberian obat yang paling rasional pada ternak unggas hanya melewati pakan dan air minum.<\/h6>\n<h6>\u201cDalam mengatasi AMR-AMU menuju One Health adalah dengan kita menurunkan penggunaan antibiotik. Laporan tahun lalu dari organisasi di Eropa mengatakan bahwa penggunaan antimikroba sudah mulai turun,\u201d pungkas Agustina.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POULTRYINDONESIA, Denpasar &#8211; Pandemi tidak terlepas dari penyakiti infeksi baru karena 60% penyakit pada manusia bersumber dari penyakit zoonosis ataupun dari hewan. Literatur menyebutkan 75% penyakit baru yang baru muncul pada manusia bersumber dari hewan. Resistensi antimikroba (AMR) merupakan ancaman yang serius bagi kesehatan dan ketahanan pangan. Baca juga : Menghindari Resistensi Antibiotik dengan Menjaga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":18499,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[20,7],"tags":[35],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsep-one-health-untuk-atasi-permasalahan-resistensi-antimikroba\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Konsep One Health untuk Atasi Permasalahan Resistensi Antimikroba | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"POULTRYINDONESIA, Denpasar &#8211; Pandemi tidak terlepas dari penyakiti infeksi baru karena 60% penyakit pada manusia bersumber dari penyakit zoonosis ataupun dari hewan. Literatur menyebutkan 75% penyakit baru yang baru muncul pada manusia bersumber dari hewan. Resistensi antimikroba (AMR) merupakan ancaman yang serius bagi kesehatan dan ketahanan pangan. Baca juga : Menghindari Resistensi Antibiotik dengan Menjaga [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsep-one-health-untuk-atasi-permasalahan-resistensi-antimikroba\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-20T02:20:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-25T07:18:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/WhatsApp-Image-2022-03-21-at-08.23.19.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsep-one-health-untuk-atasi-permasalahan-resistensi-antimikroba\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/WhatsApp-Image-2022-03-21-at-08.23.19.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/WhatsApp-Image-2022-03-21-at-08.23.19.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":800},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsep-one-health-untuk-atasi-permasalahan-resistensi-antimikroba\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsep-one-health-untuk-atasi-permasalahan-resistensi-antimikroba\/\",\"name\":\"Konsep One Health untuk Atasi Permasalahan Resistensi Antimikroba | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsep-one-health-untuk-atasi-permasalahan-resistensi-antimikroba\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-20T02:20:44+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-25T07:18:38+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsep-one-health-untuk-atasi-permasalahan-resistensi-antimikroba\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsep-one-health-untuk-atasi-permasalahan-resistensi-antimikroba\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsep-one-health-untuk-atasi-permasalahan-resistensi-antimikroba\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsep-one-health-untuk-atasi-permasalahan-resistensi-antimikroba\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsep-one-health-untuk-atasi-permasalahan-resistensi-antimikroba\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsep-one-health-untuk-atasi-permasalahan-resistensi-antimikroba\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Konsep One Health untuk Atasi Permasalahan Resistensi Antimikroba\",\"datePublished\":\"2022-03-20T02:20:44+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-25T07:18:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsep-one-health-untuk-atasi-permasalahan-resistensi-antimikroba\/#webpage\"},\"wordCount\":550,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsep-one-health-untuk-atasi-permasalahan-resistensi-antimikroba\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/WhatsApp-Image-2022-03-21-at-08.23.19.jpeg\",\"keywords\":[\"berita3\"],\"articleSection\":[\"Berita Terkini\",\"Peristiwa\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/WhatsApp-Image-2022-03-21-at-08.23.19.jpeg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-4Om","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18498"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18498"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18498\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18535,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18498\/revisions\/18535"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18499"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18498"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18498"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18498"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}