{"id":18867,"date":"2022-05-12T17:34:53","date_gmt":"2022-05-12T10:34:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=18867"},"modified":"2022-05-12T17:41:09","modified_gmt":"2022-05-12T10:41:09","slug":"optimalisasi-pakan-untuk-tingkatkan-produksi-broiler","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-pakan-untuk-tingkatkan-produksi-broiler\/","title":{"rendered":"Optimalisasi Pakan untuk Tingkatkan Produksi Broiler"},"content":{"rendered":"<h6><strong>POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211;<\/strong> Berbagai materi seputar broiler tersaji dalam acara <em>Broiler Nutrition&nbsp; Feed Technology Conference<\/em>. Acara yang diselenggarakan secara hibrid di Jakarta oleh U.S. Soy Export Council (USSEC) ini, berhasil mendatangkan para pakar broiler dari berbagai belahan negara. pada pelaksanaan hari kedua, Kamis (12\/5) terdapat 6 materi yang tersaji di dalam 2 sesi waktu.<\/h6>\n<h6><strong>Baca juga : <span style=\"color: #0000ff;\"><a style=\"color: #0000ff;\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/perkembangan-teknologi-pakan-dan-kebutuhan-nutrisi-broiler\/\">Perkembangan Teknologi Pakan dan Kebutuhan Nutrisi Broiler<\/a><\/span><\/strong><\/h6>\n<h6>Dr. Wilmer Pacheco, Auburn Univesity, USA menjelaskan bahwa diameter pellet pakan broiler sangatlah bervariasi. Seperti di Amerika sekitar 4-4,4 mm,sedangkan di Amerika latin ukuran 2 mm untuk fase <i>pre starter<\/i> \/ <i>starter<\/i>, 3 mm untuk <i>grower<\/i> dan 4 mm untuk <i>finisher<\/i>. Dirinya melanjutkan bahwa luas permukaan pada pakan dapat berpengaruh terhadap kecernaan dan efisiensi pakan.<\/h6>\n<h6>\u201cUkuran partikel dapat memengaruhi tingkat FCR pada ayam. Rekomendasi ukuran partikel untuk <em>starter<\/em> adalah 0,9-1,0 mm, sedangkan <em>grower<\/em> dan <em>finisher<\/em> sebesar 1,2 mm,\u201d jelasnya.<\/h6>\n<h6>Dalam materi keduanya yang berjudul \u201cHygiene in Feed Production\u201d, Wilmer banyak menyinggung terkait bahaya Salmonella dan mikroba patogen lain dalam pakan. Menurutnya, Salmonella adalah bakteri patogen nomer satu penyebab terjadinya kematian bagi unggas. Kebanyakan jenis Salmonella yang terdapat dalam pakan unggas adalah <i>Salmonella pullorum, Salmonella gallinarum <\/i>atau <i>Salmonella enteritidis<\/i>. Selain itu, kontaminasi lain juga dapat berasal dari <i>Clostridium sp, E-coli, Campylobacter<\/i> dan <i>Mycotoxins<\/i>.<\/h6>\n<h6>\u201cKebersihan produksi pakan untuk mengontrol mikroba sangatlah diperlukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara design feedmill yang baik, kontrol kualitas bahan pakan, kontrol burung hewan pengerat dan hama lain, kontrol kepadatan, sanitasi peralatan serta penyimpanan yang baik,\u201d tegas Wilmer.<\/h6>\n<h6>Sementara itu, Dr. Ruben Kriseldi, Aviagen, USA dalam kesempatan yang sama membawakan materi tentang pengaruh interaksi asam amino bercabang terhadap performa produksi broiler. Menurutnya asam amino bercabang mempunyai peran penting dalam sintesis protein tubuh, pertumbuhan bulu dan tulang, transportasi glukosa serta metabolisme lemak. Dari beberapa penelitian, asam amino bercabang dalam rasio terhadap lisin menghasilkan data yang cukup bervariasi. Beberapa rekomendasi terakhir yang bisa diambil adalah rasio isoleusin\/lisin tercerna sebesar 64-68, leusin\/lisin tercerna 107-110 dan valin \/lisin tercerna 73-77.<\/h6>\n<h6>\u201cBiasanya susunan ransum komersial yang berbasis jagung atau gandum, memiliki rasio valin dan isoleusin terhadap lisin yang optimum. Namun, rasio leusin tercerna terhadap lisin tercerna melebihi batas maksimum yaitu antara 120-140, bahkan dapat mencapai 140-170. Untuk itu, penggunaan bahan pakan seperti bungkil inti sawit dan bungkil kacang tanah dapat mengurangi kadar leusin di dalam pakan, sehingga rasio leusin tercerna terhadap lisin tercerna dapat diperkecil,\u201d ucap Ruben.<\/h6>\n<h6>Pada kesempatan yang sama, Iani Adrian Chihaia, President RO Feed Association banyak menyampaikan terkait cara penyusunan ransum unggas yang ekonomis dan ramah lingkungan. Dirinya menjelaskan bahwa terdapat 3 hal yang harus dipertimbangkan dalam proses ransum unggas, yaitu <i>least coast<\/i> (biaya terendah), formula pakan dan pengaruh terhadap lingkungan. Untuk mendapatkan biaya terendah dalam penyusunan ransum unggas, dapat digunakan <i>linear programming<\/i> yang melibatkan kebutuhan nutrien ayam, demi mencapai performa produksi yang tinggi dan menguntungkan secara ekonomi.<\/h6>\n<h6>\u201cKemudian hal berikutnya yang harus dipertimbangkan adalah formulasi pakan dan pengaruhnya ke lingkungan. Formulasi pakan merupakan nilai dari setiap bahan pakan beserta bahan tambahan pakan yang akan digunakan. Formulasi pakan yang dibuat harus berkelanjutan dan mempunyai pengaruh minimal terhadap lingkungan,\u201d ujar Iani.<\/h6>\n<h6>Lebih lanjut, Richard Lim, Senior Techinical Manager, Animal Nutrition, PT Evonik Indonesia membawakan materi seputar upaya meningkatkan dan menjaga kesehatan saluran cerna ayam di masa pelarangan penggunaan AGP. Menurutnya, penyakit pada saluran cerna biasa disebabkan oleh ketidakseimbangan jumlah mikroba baik dan jahat dalam usus. Tantangan kian terasa kala adanya pelarangan penggunaan AGP di perunggasan.<\/h6>\n<h6>\u201cUntuk mencapai kesehatan saluran cerna yang baik tanpa AGP, memerlukan pendekatan yang holistik. Hal ini dapat diupayakan dengan menggabungkan konsep nutrisi modern dengan penggunaan tambahan pakan (<em>feed additive<\/em>) yang sudah terbukti secara ilmiah. Salah satu <em>feed additive<\/em> yang dapat digunakan oleh peternak adalah probiotik,\u201d paparnya.<\/h6>\n<h6>Materi terakhir di hari kedua, dibawakan oleh Dr. Richard Han selaku Technical Director- Animal Utilization, USSEC, Greater China. Dalam kesempatannya, Han mengulas terkait dinamika produksi broiler di Negara China.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211; Berbagai materi seputar broiler tersaji dalam acara Broiler Nutrition&nbsp; Feed Technology Conference. Acara yang diselenggarakan secara hibrid di Jakarta oleh U.S. Soy Export Council (USSEC) ini, berhasil mendatangkan para pakar broiler dari berbagai belahan negara. pada pelaksanaan hari kedua, Kamis (12\/5) terdapat 6 materi yang tersaji di dalam 2 sesi waktu. Baca [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":18870,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[20,7],"tags":[34],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-pakan-untuk-tingkatkan-produksi-broiler\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Optimalisasi Pakan untuk Tingkatkan Produksi Broiler | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211; Berbagai materi seputar broiler tersaji dalam acara Broiler Nutrition&nbsp; Feed Technology Conference. Acara yang diselenggarakan secara hibrid di Jakarta oleh U.S. Soy Export Council (USSEC) ini, berhasil mendatangkan para pakar broiler dari berbagai belahan negara. pada pelaksanaan hari kedua, Kamis (12\/5) terdapat 6 materi yang tersaji di dalam 2 sesi waktu. Baca [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-pakan-untuk-tingkatkan-produksi-broiler\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-12T10:34:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-05-12T10:41:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/IMG_20220512_142028-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1183\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-pakan-untuk-tingkatkan-produksi-broiler\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/IMG_20220512_142028-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/IMG_20220512_142028-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1183,\"caption\":\"Suasana Broiler Nutrition and Feed Technology Conference hari kedua\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-pakan-untuk-tingkatkan-produksi-broiler\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-pakan-untuk-tingkatkan-produksi-broiler\/\",\"name\":\"Optimalisasi Pakan untuk Tingkatkan Produksi Broiler | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-pakan-untuk-tingkatkan-produksi-broiler\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-05-12T10:34:53+00:00\",\"dateModified\":\"2022-05-12T10:41:09+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-pakan-untuk-tingkatkan-produksi-broiler\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-pakan-untuk-tingkatkan-produksi-broiler\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-pakan-untuk-tingkatkan-produksi-broiler\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-pakan-untuk-tingkatkan-produksi-broiler\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-pakan-untuk-tingkatkan-produksi-broiler\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-pakan-untuk-tingkatkan-produksi-broiler\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/10b8c0975e107de70b7a1b53fb2a3ead\"},\"headline\":\"Optimalisasi Pakan untuk Tingkatkan Produksi Broiler\",\"datePublished\":\"2022-05-12T10:34:53+00:00\",\"dateModified\":\"2022-05-12T10:41:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-pakan-untuk-tingkatkan-produksi-broiler\/#webpage\"},\"wordCount\":634,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-pakan-untuk-tingkatkan-produksi-broiler\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/IMG_20220512_142028-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"berita2\"],\"articleSection\":[\"Berita Terkini\",\"Peristiwa\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/10b8c0975e107de70b7a1b53fb2a3ead\",\"name\":\"Sandi Dwiyanto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/192bb3e0a2bbbed57b05f89f46fc1cd8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/192bb3e0a2bbbed57b05f89f46fc1cd8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Sandi Dwiyanto\"},\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/m-sandi-dwiyanto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/IMG_20220512_142028-scaled.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-4Uj","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18867"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18867"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18867\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18869,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18867\/revisions\/18869"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18870"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18867"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18867"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18867"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}