{"id":18992,"date":"2022-05-06T10:56:10","date_gmt":"2022-05-06T03:56:10","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=18992"},"modified":"2022-06-03T11:09:29","modified_gmt":"2022-06-03T04:09:29","slug":"colibacillosis-dan-penanganannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/colibacillosis-dan-penanganannya\/","title":{"rendered":"Colibacillosis dan Penanganannya"},"content":{"rendered":"<h6><strong>Tanya<\/strong><br \/>\nAyam saya mati 1-2 ekor dalam 1-2 minggu. Pada saat bedah bangkai ditemukan adanya selaput putih pada jantung, telur pecah di dalam rongga perut dan ovarium mengalami perdarahan? Bagaimana penanganannya?<br \/>\nSdr. Manggala<br \/>\nEmail: manggalayr25@gmail.com<\/h6>\n<h6>\n<strong>Jawab:<\/strong><br \/>\nYth. Sdr. Manggala, terima kasih atas pertanyaannya. Berdasarkan informasi tersebut, dari perubahan yang saudara jelaskan dapat mengarah ke penyakit colibacillosis. Akan tetapi diperlukan penggalian informasi yang lebih lengkap lagi untuk memperkuat arahan diagnosa. Colibacillosis merupakan penyakit tak kenal musim yang seringkali dijumpai dalam peternakan yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli (E. coli). Bakteri E. coli adalah bakteri enterik Gram negatif dan merupakan flora normal di saluran pencernaan ternak, namun dapat menimbulkan penyakit apabila populasinya meningkat. Colibacillosis dapat ditularkan melalui kontaminasi air minum ayam, litter, udara, dan feses. Penyakit ini dapat menular baik secara vertikal melalui induk ke anaknya dan secara horizontal melalui kontak langsung maupun tidak langsung dari ayam yang sakit. Selain itu, penyakit ini dapat berupa infeksi primer atau sebagai penyakit utama maupun infeksi sekunder yang mengikuti penyakit lain.<br \/>\nInfeksi colibacillosis ada beberapa bentuk, yaitu:<br \/>\n\u2022 Bentuk infeksi lokal, berupa omphalitis (peradangan pada pusar), cellulitis (peradangan di bawah kulit), diare (terjadinya peradangan pada mukosa usus dan akumulasi cairan pada usus sehingga ayam diare), dan salphingitis (peradangan pada saluran telur, sehingga dapat menyebabkan produksi telur menurun).<br \/>\n\u2022 Bentuk infeksi sistemik, dimana bakteri E. Coli masuk ke dalam sirkulasi darah menyebabkan colicepticemia. Ada dua bentuk yaitu colicepticemia yaitu bentuk pernapasan dan bentuk neonatal. Pada colicepticemia bentuk pernapasan, bakteri masuk ke sirkulasi darah akibat kerusakan mukosa saluran pernapasan sehingga dapat diamati peradangan pada trakea dan paru-paru, serta kantung udara keruh. Hal tersebut dapat lebih parah jika bersamaan dengan penyakit lain seperti Newcastle Disease (ND), Infectious Bronchitis (IB), mycoplasmosis, atau faktor lain seperti tingginya kadar amonia di kandang. Ciri yang lain yaitu adanya selaput fibrin pada jantung (pericarditis) dan hati (perihepatitis), dan peritonitis (peradangan pada peritoneum\/ dinding rongga perut). Sedangkan colicepticemia bentuk neonatal menyerang pada anak ayam umur 1-2 hari yang ditandai adanya gangguan pertumbuhan dan kematian 10-20%.<br \/>\n\u2022 Bentuk lanjutan, yaitu colicepticemia yang berkelanjutan menyebabkan terjadinya meningitis (peradangan di selaput otak), panopthalmitis (mata kemerahan, bengkak, bola mata buram, perkejuan di mata, hingga kebutaan), coligranuloma (adanya bungkul-bungkul pada hati, usus, dan penggantungnya), bursitis sternalis (sternum tertutup cairan lendir kental bernanah), dan arthritis (sendi meradang, bengkak, ada cairan bening mengkeju).<\/h6>\n<h6><strong>Penanganan Secara Efektif<\/strong><br \/>\nApabila ayam terlanjur sakit, penanganan yang dapat dilakukan antara lain:<br \/>\n\u2022 Culling (seleksi) ayam dengan gejala penyakit parah karena pada kondisi parah tingkat kesembuhan penyakitnya relatif kecil.<br \/>\n\u2022 Pengobatan dengan antibiotik yang efektif untuk bakteri Gram negatif. Pada kasus yang belum parah dapat diberikan antibiotik melalui air minum misalnya Neo Meditril, Tinolin atau Proxan-S. Namun jika kondisi ayam sulit untuk minum, antibiotik injeksi (Neo Meditril-I atau Tinolin Injection) dapat menjadi pilihan. Rolling antibiotik dari golongan yang berbeda, ketepatan dosis, serta lama pemberian antibiotik perlu diperhatikan untuk menghindari resistensi antibiotik.<br \/>\n\u2022 Pemberian vitamin untuk meningkatkan nafsu makan dan daya tahan tubuh, misalnya dengan Vita Stress atau Fortevit.<br \/>\n\u2022 Desinfeksi kandang dan lingkungan dengan Medisep atau Neo Antisep setiap hari untuk mengurangi bibit penyakit di lingkungan.<br \/>\n\u2022 Perbaikan manajemen pemeliharaan seperti pengaturan kepadatan, memastikan sirkulasi udara baik, manajemen litter agar tidak basah dan lembap, serta kontrol kadar amonia.<br \/>\nPencegahan Colibacillosis<br \/>\nAgar penyakit tersebut tidak terjadi kembali, maka langkah pencegahan yang dapat diterapkan yaitu:<br \/>\n\u2022 Seleksi atau culling DOC dengan kualitas tidak baik seperti pusar belum menutup, dubur basah karena dapat menyebabkan penularan bakteri E. Coli.<br \/>\n\u2022 Untuk membantu memelihara kesehatan saluran pencernaan, menjaga keseimbangan mikroflora usus, dan meningkatkan penyerapan nutrisi dapat diberikan produk herbal seperti Optigrin dan Fithera.<br \/>\n\u2022 Melakukan sanitasi kandang dan peralatan. Setelah kandang dibersihkan, semprot dengan Formades, kemudian diistirahatkan 2 minggu. Tiga hari sebelum DOC masuk, dapat dilakukan penyemprotan desinfektan kembali.<br \/>\n\u2022 Sanitasi air minum menggunakan antiseptik seperti Desinsep. Saat terjadi kasus colibacillosis program desinfeksi dapat dilakukan pada malam hari setelah pengobatan selesai dilakukan. Selain itu perlu dilakukan pengecekan air minum secara berkala. Pemeriksaan ini dapat dilakukan di Laboratorium Medion (MediLab).<br \/>\n\u2022 Desinfeksi tempat pakan dan minum, secara periodik, misalnya dengan Medisep atau Zaldes. Penambahan Asortin di air minum (tidak dicampur dengan desinfektan\/antibiotik) juga dapat menekan perkembangbiakan bakteri patogen di saluran pencernaan dan meningkatkan performa ayam.<br \/>\n\u2022 Membatasi tamu dan mencegah hewan liar masuk kandang<br \/>\nLangkah pengobatan yang didukung dengan perbaikan manajemen pemeliharaan dan biosecurity, diharapkan kasus colibacillosis bisa ditekan. Semoga bermanfaat. Adv<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanya Ayam saya mati 1-2 ekor dalam 1-2 minggu. Pada saat bedah bangkai ditemukan adanya selaput putih pada jantung, telur pecah di dalam rongga perut dan ovarium mengalami perdarahan? Bagaimana penanganannya? Sdr. Manggala Email: manggalayr25@gmail.com Jawab: Yth. Sdr. Manggala, terima kasih atas pertanyaannya. Berdasarkan informasi tersebut, dari perubahan yang saudara jelaskan dapat mengarah ke penyakit [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":18993,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[19],"tags":[163,31,2065],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/colibacillosis-dan-penanganannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Colibacillosis dan Penanganannya | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tanya Ayam saya mati 1-2 ekor dalam 1-2 minggu. Pada saat bedah bangkai ditemukan adanya selaput putih pada jantung, telur pecah di dalam rongga perut dan ovarium mengalami perdarahan? Bagaimana penanganannya? Sdr. Manggala Email: manggalayr25@gmail.com Jawab: Yth. Sdr. Manggala, terima kasih atas pertanyaannya. Berdasarkan informasi tersebut, dari perubahan yang saudara jelaskan dapat mengarah ke penyakit [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/colibacillosis-dan-penanganannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-06T03:56:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-06-03T04:09:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/medion.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"676\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"407\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/colibacillosis-dan-penanganannya\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/medion.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/medion.jpg\",\"width\":676,\"height\":407},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/colibacillosis-dan-penanganannya\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/colibacillosis-dan-penanganannya\/\",\"name\":\"Colibacillosis dan Penanganannya | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/colibacillosis-dan-penanganannya\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-05-06T03:56:10+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-03T04:09:29+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/colibacillosis-dan-penanganannya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/colibacillosis-dan-penanganannya\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/colibacillosis-dan-penanganannya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/colibacillosis-dan-penanganannya\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/colibacillosis-dan-penanganannya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/colibacillosis-dan-penanganannya\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Colibacillosis dan Penanganannya\",\"datePublished\":\"2022-05-06T03:56:10+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-03T04:09:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/colibacillosis-dan-penanganannya\/#webpage\"},\"wordCount\":710,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/colibacillosis-dan-penanganannya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/medion.jpg\",\"keywords\":[\"#Medion\",\"adv5\",\"KONSULMEDION\"],\"articleSection\":[\"Advertorial\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/medion.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-4Wk","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18992"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18992"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18992\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18994,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18992\/revisions\/18994"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18993"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18992"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18992"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18992"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}