{"id":18997,"date":"2022-05-06T11:09:39","date_gmt":"2022-05-06T04:09:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=18997"},"modified":"2022-06-03T11:14:56","modified_gmt":"2022-06-03T04:14:56","slug":"optimalisasi-manajemen-stres-untuk-hasilkan-telur-yang-optimal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-manajemen-stres-untuk-hasilkan-telur-yang-optimal\/","title":{"rendered":"Optimalisasi Manajemen Stres untuk Hasilkan Telur yang Optimal"},"content":{"rendered":"<h6>Di dalam industri peternakan, stres berkepanjangan akan sangat berpengaruh terhadap penurunan jumlah produksi, performa, jumlah telur, imunitas tubuh dan kualitas telur pada ayam. Hal ini tentu harus menjadi perhatian peternak, dikarenakan banyak sekali faktor pendukung terjadinya stres pada ayam seperti, reaksi vaksinasi, potong paruh, pindah kandang, cuaca, dan lain &#8211; lain.<br \/>\nAtas dasar hal tersebut, PT Biochem Zusatzstoffe Indonesia bekerjasama dengan PT SHS International yang merupakan salah satu perusahaan distributor produk dari Biochem memperkenalkan kembali produk Stress Pack\u00ae SL dan LiquiVit\u00ae Strong pada seminar daring pada hari Kamis (14\/4) bertajuk : \u201c Optimal Stress Management \u2013 Every egg Counts ; Strengthen Relaxation, Immunity, Egg Production and Fertility\u201d.<br \/>\nDalam kesempatan ini drh. Veny Wibowo Direktur PT Biochem Zusatzstoffe Indonesia mengatakan bahwa seminar ini akan membahas mengenai manajemen unggas yang baik agar dapat menghasilkan produktivitas dan performa ayam yang optimal sehingga berdampak pada keuntungan peternak.<br \/>\n\u201cStres dapat mengakibatkan gangguan berat badan atau tidak memenuhi standar, produksi menurun dan terjadi imunosupresi. Untuk mengetahui penyebab ayam mudah stres dan cara penanganannya akan banyak dibahas pada seminar ini,\u201d jelas Veny.<br \/>\nBiochem Zusatzstoffe Indonesia berkomitmen untuk memberikan produk yang aman dan berkualitas tinggi, dengan moto \u201cFeed Safety for Food Safety\u201d Biochem terus berupaya agar produk yang dihasilkan dapat memberikan dampak positif bagi berbagai hewan ternak dan semakin mudah dijangkau oleh masyarakat secara luas.<br \/>\nTurut hadir dalam kesempatan ini, drh. Lusianingsih Winoto selaku Product Manager PT SHS International. Ia mengucapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran para peserta seminar ini. \u201cKondisi pandemi saat ini membuat banyak perubahan pada berbagai sektor, termasuk pada sektor perunggasan. Melalui seminar ini diharapkan bapak\/ibu mendapatkan ilmu bermanfaat dan dapat diimplementasikan di peternakan anda,\u201d jelas Lusi.<br \/>\nStress pada ayam modern<br \/>\nPada seminar ini, Tony Unandar selaku private poultry consultant memaparkan materi mengenai \u201cPathobiology of stress in modern birds : Potential molecular intervention and its limitation\u201d. Dalam sebuah publikasi diketahui bahwa terdapat beberapa hal yang dapat mengakibatkan stres pada ayam modern, yakni pengaruh teknologi, nutrisi, lingkungan dan internal.<br \/>\nTony menyebutkan bahwa faktor teknologi yang dimaksud ini seperti waktu penyebaran ayam, kepadatan ayam di kandang closed house dan proses transfer pullet atau DOC ke kandang. Sedangkan nutrisi dipengaruhi oleh mikotoksin, oksidasi lemak, dan toxic metals. Stres karena kondisi lingkungan dan stres internal yang diakibatkan oleh vaksinasi.<br \/>\n\u201cDari stres yang terjadi ini akan mengakibatkan terbentuknya radikal bebas atau prooxidant dalam tubuh ayam yang akan mengganggu produktivitas, hormon reproduksi, imunitas, dan kualitas produk yang dihasilkan,\u201d terang Tony.<br \/>\nFaktor stres dan proses pencernaan sangat berpengaruh pada performa broiler maupun layer. Hal ini dipengaruhi oleh nutrisi yang diberikan pada ayam modern yang secara umum memiliki karakter metabolit rate atau sistem pencernaan yang tinggi. \u201cBanyak yang tidak menyadari jika proses pencernaan secara mekanik, biologi, enzimatik, dan penyerapan nutrisi ini dapat mengakibatkan intensive stres secara tidak langsung. Apalagi kondisi lingkungan, manajemen, tantangan penyakit dan lemahnya biosekuriti dapat berdampak langsung pada kondisi ayam,\u201d jelas Tony. Jika ayam dalam kondisi stres dan apabila terjadi terus menerus akan membawa penyakit dan terbentuk radikal bebas. Hal ini sebagai indikator adanya oxidative stress yang terjadi di kandang. Infeksi virus dari lapangan maupun proses pemberian vaksin harus sangat hati-hati karena ayam akan menjadi stres.<br \/>\n\u201cPada pemberian vaksin yang berulang dan tidak terprogram dengan baik akan menimbulkan performa ayam menjadi tidak maksimal, hal ini karena stres yang dialami oleh ayam. Memang ayam membutuhkan stres, untuk melatih sistem imun pada ayam namun pada level tertentu yang dapat ditoleransi ujar Tony.<br \/>\nPemberian vitamin<br \/>\nPemaparan selanjutnya, Tony pun menjelaskan mengenai \u201cFat Soluble Vitamins &#8211; Immunomodulatory Effect In Modern Poultry\u201d. Kondisi saat ini, dimana pasca diberlakukannya penggunaan pakan non AGP. Semakin banyak peternak yang mencari solusi agar dapat menghadapi gangguan dari patogen maupun mikroba. Sudah banyak peneliti dan praktisi lapangan yang memperhatikan penggunaan vitamin dan trace element pada ternak. Disamping penggunaan probiotik, prebiotik, acidifire, essential oil dan enzim.<br \/>\nNamun dalam 3 tahun terakhir penggunaan vitamin dan trace element untuk memperbaiki daya tahan ayam, lebih disukai karena lebih aman dan juga dapat melengkapi nutrisi atau mikro nutrisi yang dibutuhkan ayam. Peranan vitamin dan trace element tadi pada sistem imunitas (cellular, innate imunity atau adaptive immunity)<br \/>\n\u201cPenggunaan vitamin dan trace element masih jarang digunakan pada ayam, kebanyakan hewan ternak besar yang sudah banyak menggunakan komponen ini untuk menjaga daya tahan tubuhnya,\u201d ujar Tony.<br \/>\nIa pun mengatakan jika terdapat 3 vitamin yang dapat larut dalam lemak yakni vitamin A, D3 dan E, yang memiliki manfaat yang beragam dan saling berhubungan. Vitamin A, umumnya didapatkan dari komponen tumbuhan yang dapat ditambahkan pada campuran pakan. Pada tumbuhan yang memiliki kandungan vitamin A ini akan terjadi proses perubahan aktivasi retinol menjadi asam retinoat.<br \/>\n\u201cAsam retinoat ini akan bekerja untuk menginduksi komponen pada inti sel, yang mana akan menghasilkan innate imunity. Keberadaan vitamin A dan D pada tubuh akan bersinergi untuk menstimulasi sistem imun pada ayam,\u201d kata Tony.<br \/>\nMaka dari itu, sediaan imunomodulator pada ayam modern harus memiliki komposisi campuran vitamin A dan D. Keduanya ini dapat memberikan efek positif pada usus untuk membantu memperbaiki mucosal imunity. Pada vitamin D yang sudah banyak dikenal dapat meningkatkan imunitas tubuh.<br \/>\n\u201cSaat ini, sudah banyak yang memilih innate imunity sebagai capaian yang diharapkan dan menjadi patokan dalam pemberian dosis vitamin karena untuk mendapatkan efek imunomodulasi. Pada vitamin D tidak menggunaan dosis minimum lagi, namun menggunakan dosis tengah dan dosis maksimum,\u201d terang Tony.<br \/>\nTony menambahkan jika pemberian vitamin pada dosis rendah akan mengakibatkan ternak menjadi ringkih dan peka terhadap penyakit. Performa yang diharapkan tidak tercapai di lapangan. \u201cMaka dari itu, penggunaan vitamin D dosis tinggi efek imunomodulasi ini akan jauh lebih nyata,\u201d tambah Tony.<br \/>\nSelain itu, vitamin lainnya adalah vitamin E yang sudah dikenal sebagai antioksidan. Vitamin ini bekerja untuk mencegah oksidasi berlebih pada tingkat mitokondria sel dan mencegah oksidasi pada inti sel. Pada tingkat cellular peranan vitamin E untuk mencegah serangan radikal bebas akibat kondisi stres. Bila kondisi oksidasi yang berlebih akan mengakibatkan kerusakan sel imun.<br \/>\n\u201cJadi sediaan vitamin E dalam suplementasi untuk mencegah munculnya serangan radikal bebas. Ini akan berefek pada imunomodulasi, dan sistem saluran cerna. Jika saluran cerna rusak, maka intake nutrisi yang masuk akan terganggu,\u201d jelasnya.<br \/>\nPemberian antioksidan dapat mencegah kerusakan sel-sel dalam tubuh dan pada ujungnya adalah mencegah kerusakan atau fungsi organ tertentu serta menjaga sel-sel imun yang terstimulasi oleh vitamin A maupun vitamin D.<\/h6>\n<h6><strong>Bantu atasi stres<\/strong><br \/>\nBerdasarkan pemaparan dari drh. Kristiana Rini A selaku Product Manager PT Biochem Zusatzstoffe Indonesia turut hadir memberikan persentasinya mengenai \u201cOptimal Stress Management \u2013 Every egg Counts; Strengthen Relaxation, Immunity, Egg Production and Fertility\u201d . Rini mengingatkan bahwa kondisi stres pada layer akan mengganggu produksi telur, kualitas kerabang telur dan ujungnya bisa menimbulkan kematian. Terlebih dalam satu farm tingkat stres yang dialami masing-masing ayam berbeda dan kita kesulitan dalam membedakan ayam yang terkena stres akut atau stres kronis. Maka dari itu, untuk mengatasi stres hingga akarnya Biochem memperkenalkan Stress Pack\u00ae SL.<br \/>\n\u201cStress Pack\u00ae SL bisa bekerja langsung pada sistem pengaturan stres yaitu sistem neuroendokrin. Berbeda dengan produk lainnya yang biasa dijumpai di lapangan yang rata-rata mengatasi gejala simptomatis tetapi tidak langsung menekan pusat dari sistem saraf atau hormonal tersebut,\u201d terang Rini.<br \/>\nSelain itu untuk membantu peternak dalam menghadapi tantangan stres ternaknya di era non AGP, Biochem menghadirkan solusi yang berupa program \u201cBiochem Care Concept\u201c dengan menyediakan produk anti stres yaitu Stress Pack\u00ae SL dapat berfungsi sebagai relaxation produk dengan kandungan yang dapat menekan hormon stres yaitu kortisol dan adrenalin namun bisa meningkatkan hormon serotonin sehingga mengurangi stres pada ayam. Selain itu Biochem juga menghadirkan LiquiVit\u00ae Strong yang berfungsi untuk meningkatkan kekuatan tulang dan kerabang telur, imunitas dan fertilitas.<br \/>\nPada Stress Pack\u00ae SL, mengandung vitamin C yang berperan menekan pelepasan kortisol dan juga sebagai antioksidan. Selain itu, mengandung L-Tryptophan yang dapat memberikan stimulus hormon serotonin, dan terkandung pula Magnesium organik yang berperan untuk membantu pelepasan ketegangan dan pelepasan hormon adrenalin serta kandungan betain yang mampu menjaga keseimbangan stabilitas dalam usus.<br \/>\nLiquiVit\u00ae Strong yaitu produk vitamin yang mengandung Vitamin A, Vitamin D3, dan Vitamin E yang dapat meningkatkan produktivitas telur,imunitas dan fertilitas. Vitamin yang larut dalam lemak dapat meningkatkan ketahanan terhadap penyakit dan meningkatkan respon imun. Keberadaan vitamin ini dapat membantu mengatur metabolisme mineral yang diperlukan untuk kekuatan tulang, merangsang produksi antibodi untuk kekebalan yang lebih baik dan meningkatkan kesuburan.<br \/>\nVitamin yang larut dalam lemak dapat meningkatkan ketahanan terhadap penyakit dan meningkatkan respon imun. Keberadaan vitamin ini dapat membantu mengatur metabolisme mineral yang diperlukan untuk kekuatan tulang, merangsang produksi antibodi untuk kekebalan yang lebih baik dan meningkatkan kesuburan.<br \/>\nVitamin A untuk perbaikan epitel yang dapat membantu meningkatkan fertilitas dan imunitas unggas, Vitamin D3 untuk metabolisme kalsium dan phosphor untuk meningkatkan kekuatan tulang juga imunitas, dan Vitamin E sebagai antioksidan yang akan membantu meningkatkan imunitas, kesehatan, dan kualitas kerabang telur.<br \/>\nLiquiVit\u00ae Strong direkomendasikan untuk mempertahankan kinerja hewan yang tinggi. Terutama pada saat metabolism rate meningkat, selama produksi tinggi, stres, dan apabila terjadi gangguan pada asupan pakan yang dapat menyebabkan terjadinya kekurangan vitamin sehingga diperlukan tambahan suplementasi melalui air minum.<br \/>\n\u201cDengan konsentrasi dan stabilitas vitamin yang tinggi, LiquiVit\u00ae Strong dapat menjadi booster fertilitas, produksi telur dan performa yang lebih baik. Selain itu dapat meningkatkan imunitas selama periode tinggi dan mendukung stabilitas tulang dan kerabang telur,\u201d tutup Rini. ADV<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di dalam industri peternakan, stres berkepanjangan akan sangat berpengaruh terhadap penurunan jumlah produksi, performa, jumlah telur, imunitas tubuh dan kualitas telur pada ayam. Hal ini tentu harus menjadi perhatian peternak, dikarenakan banyak sekali faktor pendukung terjadinya stres pada ayam seperti, reaksi vaksinasi, potong paruh, pindah kandang, cuaca, dan lain &#8211; lain. Atas dasar hal tersebut, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":18999,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[19],"tags":[67,506,2066],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-manajemen-stres-untuk-hasilkan-telur-yang-optimal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Optimalisasi Manajemen Stres untuk Hasilkan Telur yang Optimal | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di dalam industri peternakan, stres berkepanjangan akan sangat berpengaruh terhadap penurunan jumlah produksi, performa, jumlah telur, imunitas tubuh dan kualitas telur pada ayam. Hal ini tentu harus menjadi perhatian peternak, dikarenakan banyak sekali faktor pendukung terjadinya stres pada ayam seperti, reaksi vaksinasi, potong paruh, pindah kandang, cuaca, dan lain &#8211; lain. Atas dasar hal tersebut, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-manajemen-stres-untuk-hasilkan-telur-yang-optimal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-06T04:09:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-06-03T04:14:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/biochem.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"677\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"482\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-manajemen-stres-untuk-hasilkan-telur-yang-optimal\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/biochem.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/biochem.jpg\",\"width\":677,\"height\":482},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-manajemen-stres-untuk-hasilkan-telur-yang-optimal\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-manajemen-stres-untuk-hasilkan-telur-yang-optimal\/\",\"name\":\"Optimalisasi Manajemen Stres untuk Hasilkan Telur yang Optimal | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-manajemen-stres-untuk-hasilkan-telur-yang-optimal\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-05-06T04:09:39+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-03T04:14:56+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-manajemen-stres-untuk-hasilkan-telur-yang-optimal\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-manajemen-stres-untuk-hasilkan-telur-yang-optimal\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-manajemen-stres-untuk-hasilkan-telur-yang-optimal\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-manajemen-stres-untuk-hasilkan-telur-yang-optimal\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-manajemen-stres-untuk-hasilkan-telur-yang-optimal\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-manajemen-stres-untuk-hasilkan-telur-yang-optimal\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Optimalisasi Manajemen Stres untuk Hasilkan Telur yang Optimal\",\"datePublished\":\"2022-05-06T04:09:39+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-03T04:14:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-manajemen-stres-untuk-hasilkan-telur-yang-optimal\/#webpage\"},\"wordCount\":1502,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/optimalisasi-manajemen-stres-untuk-hasilkan-telur-yang-optimal\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/biochem.jpg\",\"keywords\":[\"adv7\",\"Biochem\",\"manajemen stress\"],\"articleSection\":[\"Advertorial\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/biochem.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-4Wp","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18997"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18997"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18997\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19000,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18997\/revisions\/19000"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18999"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18997"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18997"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18997"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}