{"id":19177,"date":"2022-06-25T20:30:44","date_gmt":"2022-06-25T13:30:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=19177"},"modified":"2022-06-25T20:38:20","modified_gmt":"2022-06-25T13:38:20","slug":"berkenalan-lebih-jauh-dengan-mycoplasmosis-dan-perkembangan-kasusnya-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/berkenalan-lebih-jauh-dengan-mycoplasmosis-dan-perkembangan-kasusnya-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Berkenalan Lebih Jauh dengan Mycoplasmosis dan Perkembangan Kasusnya di Indonesia"},"content":{"rendered":"<h6 class=\"p1\"><b>POULTRYINDONESIA, Jakarta \u2014 <\/b><i>Mycoplasmosis<\/i> atau lebih dikenal dengan <i>Chronic Respiratory Disease<\/i> (CRD) sudah menjadi perhatian utama dalam peternakan unggas yang harus dicegah dan ditangani dengan baik. Persoalan dan perkembangan kasus <i>mycoplasmosis<\/i> di Indonesia lebih jauh dibahas dalam OBRASS (Obrolan Ringan Akhir Pekan Seputar Unggas) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia (ADHPI) melalui zoom meeting pada Sabtu (25\/6).<\/h6>\n<h6 class=\"p1\">Dr. drh. Nuryani Zainuddin, M. Si. selaku Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menyampaikan dalam sambutannya bahwa perkembangan populasi unggas mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya. Peningkatan populasi harus disertai dengan langkah antisipasi terhadap mikroorganisme yang membahayakan dan berpengaruh pada produktifitas ternak.<\/h6>\n<h6 class=\"p1\">\u201c<i>Biosecurity<\/i> yang ketat perlu dilakukan mengingat negara kita termasuk dalam wilayah tropis yang sangat kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme,\u201d ucapnya.<\/h6>\n<h6 class=\"p1\"><span class=\"Apple-converted-space\">&nbsp;<\/span>Materi yang pertama disampaikan oleh drh. Faidah Rachmawati, M. Sc., selaku narasumber. Ia menyampaikan mengenai penelitian <i>Mycoplasma gallisepticum<\/i> dan perkembangannya.<\/h6>\n<h6><strong>Baca Juga: <span style=\"color: #0000ff;\"><a style=\"color: #0000ff;\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/mencetak-generasi-siap-kerja-melalui-sekolah-vokasi9172\/\">Mencetak Generasi Siap Kerja Melalui Sekolah Vokasi<\/a><\/span><\/strong><\/h6>\n<h6 class=\"p1\">\u201c<i>Mycoplasma gallisepticum<\/i> menyebabkan CRD yang gejalanya meliputi gangguan pernapasan, keluarnya lendir dari hidung, depresi, ngorok dan kesulitan bernafas. Penularan CRD bisa terjadi secara horizontal maupun vertikal,\u201d jelasnya.<\/h6>\n<h6 class=\"p1\">Faidah juga menambahkan bahwa untuk mendiagnosa penyakit mycoplasmosis dapat dilakukan dengan identifikasi agen penyakit, deteksi asam nukleat, dan serological test. Penelitian yang sudah dilakukan terhadap mycoplasmosis meliputi deteksi antibodi secara aglutinasi, uji sensitivitas antibiotik, efikasi antibiotik, dan pengembangan ELISA.<\/h6>\n<h6 class=\"p1\">\u201cHarapan saya deteksi lebih dini terhadap mycoplasmosis dapat lebih dikembangkan dan riset yang akan dilakukan yaitu pengembangan alat deteksi antibodi dan antigen, serta terapi dan pengendalian dengan bakteriofaga,\u201d pungkasnya.<\/h6>\n<h6 class=\"p1\">Materi yang kedua disampaikan oleh drh. Erry Setyawan, MM., MAHM. mengenai <i>mycoplasmosis<\/i> dan gejalanya di lapangan. Menurutnya, mycoplasma tidak hanya menyerang saluran pernafasan, tetapi dapat menginfeksi saluran reproduksi khususnya pada sektor pembibitan yang berdampak pada kontaminasi mycoplasma pada DOC. Penyebaran mycoplasma dapat secara vertikal seperti pada ayam breeding ke ayam komersil, secara horizontal melalui vektor pembawa atau hewan lain dan vektor mekanis seperti benda, serta faktor predisposisi seperti sanitasi dan higienitas yang tidak baik dan multi usia.<\/h6>\n<h6 class=\"p1\">\u201cMultifaktor yang menyertai terjadinya <i>mycoplasmosis<\/i> terdiri dari patogen utama, agen immunosupresi, faktor lingkungan, pakan, dan faktor kompleksitas lainnya. Sehingga untuk langkah penanganan bukan hanya berfokus pada bakteri mycoplasma saja, tetapi secara menyeluruh,\u201d jelasnya.<\/h6>\n<h6 class=\"p1\">Sesi diskusi berikutnya diawali dengan penyampaian pendapat dari drh. Hadi Wibowo selaku Wakil Ketua Umum ADHPI. Ia menyampaikan bahwa perlu adanya spesifikasi diagnosa lebih lanjut mengenai mycoplasmosis.<\/h6>\n<h6 class=\"p1\">\u201cPenyakit pada pernafasan menjadi perhatian utama karena akan berdampak pada seluruh sektor produksi. Selain itu, lingkungan kandang yang buruk dan mengandung banyak NH<span class=\"s1\"><sub>3 <\/sub><\/span>maka <i>Mycoplasma gallisepticum<\/i> akan sangat mudah berkembang biak,\u201d ujarnya.<\/h6>\n<h6 class=\"p1\">Sepakat dengan Hadi, drh. Teguh Prajitno selaku peserta diskusi menyampaikan bahwa manajemen perkandangan dan pelaksanaan <i>biosecurity<\/i> sangat penting untuk dilakukan sebagai upaya pencegahan.<\/h6>\n<h6 class=\"p1\"><span class=\"Apple-converted-space\">&nbsp;<\/span>\u201c<i>Mycoplasma<\/i> sangat mudah untuk menyebar dan bertahan di lingkungan. <i>Biosecurity<\/i> penting sekali dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terbawanya mycoplasma ke dalam kandang,\u201d jelasnya.<span class=\"Apple-converted-space\">&nbsp;<\/span><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POULTRYINDONESIA, Jakarta \u2014 Mycoplasmosis atau lebih dikenal dengan Chronic Respiratory Disease (CRD) sudah menjadi perhatian utama dalam peternakan unggas yang harus dicegah dan ditangani dengan baik. Persoalan dan perkembangan kasus mycoplasmosis di Indonesia lebih jauh dibahas dalam OBRASS (Obrolan Ringan Akhir Pekan Seputar Unggas) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia (ADHPI) melalui zoom [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":19178,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[20,7],"tags":[34],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/berkenalan-lebih-jauh-dengan-mycoplasmosis-dan-perkembangan-kasusnya-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Berkenalan Lebih Jauh dengan Mycoplasmosis dan Perkembangan Kasusnya di Indonesia | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"POULTRYINDONESIA, Jakarta \u2014 Mycoplasmosis atau lebih dikenal dengan Chronic Respiratory Disease (CRD) sudah menjadi perhatian utama dalam peternakan unggas yang harus dicegah dan ditangani dengan baik. Persoalan dan perkembangan kasus mycoplasmosis di Indonesia lebih jauh dibahas dalam OBRASS (Obrolan Ringan Akhir Pekan Seputar Unggas) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia (ADHPI) melalui zoom [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/berkenalan-lebih-jauh-dengan-mycoplasmosis-dan-perkembangan-kasusnya-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-06-25T13:30:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-06-25T13:38:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/12.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1366\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/berkenalan-lebih-jauh-dengan-mycoplasmosis-dan-perkembangan-kasusnya-di-indonesia\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/12.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/12.png\",\"width\":1366,\"height\":768,\"caption\":\"Mycoplasma tidak hanya menyerang saluran pernafasan, tetapi dapat menginfeksi saluran reproduksi khususnya pada sektor pembibitan yang berdampak pada kontaminasi mycoplasma pada DOC.\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/berkenalan-lebih-jauh-dengan-mycoplasmosis-dan-perkembangan-kasusnya-di-indonesia\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/berkenalan-lebih-jauh-dengan-mycoplasmosis-dan-perkembangan-kasusnya-di-indonesia\/\",\"name\":\"Berkenalan Lebih Jauh dengan Mycoplasmosis dan Perkembangan Kasusnya di Indonesia | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/berkenalan-lebih-jauh-dengan-mycoplasmosis-dan-perkembangan-kasusnya-di-indonesia\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-06-25T13:30:44+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-25T13:38:20+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/berkenalan-lebih-jauh-dengan-mycoplasmosis-dan-perkembangan-kasusnya-di-indonesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/berkenalan-lebih-jauh-dengan-mycoplasmosis-dan-perkembangan-kasusnya-di-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/berkenalan-lebih-jauh-dengan-mycoplasmosis-dan-perkembangan-kasusnya-di-indonesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/berkenalan-lebih-jauh-dengan-mycoplasmosis-dan-perkembangan-kasusnya-di-indonesia\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/berkenalan-lebih-jauh-dengan-mycoplasmosis-dan-perkembangan-kasusnya-di-indonesia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/berkenalan-lebih-jauh-dengan-mycoplasmosis-dan-perkembangan-kasusnya-di-indonesia\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Berkenalan Lebih Jauh dengan Mycoplasmosis dan Perkembangan Kasusnya di Indonesia\",\"datePublished\":\"2022-06-25T13:30:44+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-25T13:38:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/berkenalan-lebih-jauh-dengan-mycoplasmosis-dan-perkembangan-kasusnya-di-indonesia\/#webpage\"},\"wordCount\":474,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/berkenalan-lebih-jauh-dengan-mycoplasmosis-dan-perkembangan-kasusnya-di-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/12.png\",\"keywords\":[\"berita2\"],\"articleSection\":[\"Berita Terkini\",\"Peristiwa\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/12.png","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-4Zj","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19177"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19177"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19177\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19187,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19177\/revisions\/19187"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19178"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19177"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19177"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19177"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}