{"id":20852,"date":"2022-10-18T13:11:30","date_gmt":"2022-10-18T06:11:30","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=20852"},"modified":"2023-01-13T13:14:48","modified_gmt":"2023-01-13T06:14:48","slug":"konsul-medion-mencegah-kelumpuhan-pada-ayam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsul-medion-mencegah-kelumpuhan-pada-ayam\/","title":{"rendered":"Konsul Medion : Mencegah Kelumpuhan pada Ayam"},"content":{"rendered":"<p>Tanya<br \/>\nApa penyebab kaki ayam lumpuh dan banyak yang mati? Bagaimana cara mengantisipasinya?<br \/>\nSdr. Fikal Chaniago<br \/>\nEmail : syufikaladnando19@gmail.com<\/p>\n<p>Jawab:<br \/>\nTerima kasih atas pertanyaan yang disampaikan. Kelumpuhan pada ayam merupakan salah satu masalah serius di peternakan ayam. Kasus kelumpuhan memang lebih banyak menyerang ayam pedaging. Namun, pada beberapa kasus juga dapat terjadi juga pada ayam petelur. Ayam tidak akan tumbuh dan berkembang dengan optimal. Akhirnya menimbulkan kerugian yang lebih tinggi akibat meningkatnya angka culling dan peningkatan feed convertion ratio (FCR).<br \/>\nKelumpuhan pada ayam dapat disebabkan faktor non infeksius maupun infeksius (penyakit) sebagai berikut:<br \/>\na. Non infeksius<br \/>\n\u2022 Terluka (terjepit dinding atau lantai kandang, dll)<br \/>\nLuka pada kaki ayam bisa disebabkan akibat benda tajam atau terjepit di sela-sela keranjang\/boks DOC atau lantai kandang. Penyebab kelumpuhan ayam karena terluka paling mudah diketahui, karena secara kasat mata akan terlihat bagian yang terluka. Gejala awal dari kasus ini adalah pincang, kemudian semakin lama ayam lumpuh. Daerah yang sakit antara bagian kaki sampai pangkal paha akan terasa lebih panas, bengkak dan ayam akan kesakitan ketika diraba.<br \/>\n\u2022 Kekurangan vitamin dan mineral<br \/>\nKekurangan kalsium dan zat besi dapat menyebabkan kelumpuhan pada ayam, terutama pada ayam di umur produksi. Defisiensi vitamin B dan D3, serta mineral mangan (Mn) juga bisa menimbulkan gejala lumpuh, terutama pada ayam-ayam muda.<br \/>\nb. Infeksius<br \/>\nKelumpuhan karena penyakit infeksius biasanya diikuti dengan gejala klinis dan perubahan anatomi tubuh lainnya.<br \/>\n\u2022 Akibat Staphylococcus aureus<br \/>\nUmumnya berawal dari kejadian kulit robek atau terluka yang tidak segera diobati, kemudian terinfeksi dan terjadi pembengkakan. Kulit yang terluka tersebut terjadi pada telapak kaki (foot pads), seperti terkena kawat atau belahan bambu yang tajam. Di dalam jaringan telapak kaki, bakteri S. aureus menyebabkan pembentukan nanah sehingga telapak kaki lama-kelamaan membesar\/membengkak berisi perkejuan dan ayam pincang, lumpuh, serta lemah.<br \/>\n\u2022 Akibat Mycoplasma synoviae<br \/>\nGejala klinis yang paling terlihat saat ayam terinfeksi M. synoviae adalah ada pembengkakan pada persendian lutut (hock joints) dan jari kaki (toe joints). Bedanya dengan kasus infeksi S. aureus ialah tidak ada bekas luka, baik di lutut atau telapak kaki ayam. Jika pada bagian yang bengkak tersebut dibedah, maka ada eksudat\/cairan kental, berwarna putih, abu-abu sampai kekuningan. Selain ditemukan pada persendian kaki, eksudat fibrinous (jaringan terkikis) dan atau caseous (nanah agak padat) juga bisa ditemukan pada persendian sayap, kantung udara, selaput hati dan jantung, dan jaringan subkutan (di bawah kulit) kantung perut dekat bursa.<br \/>\n\u2022 Marek Disease (Herpesvirus)<br \/>\nPenyakit lain yang dapat menyebabkan kelumpuhan, yaitu Marek Disease. Pada kasus akut, ayam dapat mati secara mendadak tanpa menunjukkan gejala klinis. Sedangkan pada ayam yang masih dapat bertahan akan menunjukkan gejala depresi dan lesu, susah bergerak, dan berlanjut dengan kelumpuhan pada alat gerak (kaki dan sayap), baik parsial (salah satu sisi) maupun seluruhnya. Pada kasus kronis, ditemukan adanya kerusakan pada saraf tepi yaitu pada saraf ischiadicus yang bengkak sehingga menyebabkan kelumpuhan pada kaki, saraf brachialis yang menyebabkan kelumpuhan di sayap (terkulai), serta saraf vagus yang menyebabkan gangguan bernapas, serta leher terpuntir atau tortikolis.<br \/>\n\u2022 Akibat Reovirus<br \/>\nGejala klinis pada ayam yang terkena infeksi Reovirus tergantung pada umur dan status imunitas ayam. Infeksi Reovirus umumnya menyebabkan pertumbuhan tidak merata, kekerdilan (Runting Stunting Syndrome), bulu terbalik, dan kematian meningkat. Kepincangan atau kelumpuhan terjadi karena peradangan pada tendon metatarsal extensor dan digital flexor.<br \/>\n\u2022 Avian encephalomyelitis (AE)<br \/>\nAE merupakan penyakit viral yang disebabkan oleh picornavirus yang dapat menyerang sistem saraf ayam. Gejala klinis utama yang muncul pada anak ayam (biasanya kurang dari umur 4 minggu) yang terinfeksi secara vertikal maupun horizontal adalah ataksia dan kelemahan kaki. Kelemahan kaki ini pun bervariasi, mulai dari duduk di atas persendian tarsus (hock-sitting), sampai paresis (kelemahan otot kaki) yang mengarah pada kelumpuhan, sehingga anak ayam tampak berbaring di salah satu sisi tubuhnya.<br \/>\nAgar terhindar dari kasus kelumpuhan, kita perlu melakukan tindakan antisipasi antara lain:<br \/>\n\u2022 Lakukan seleksi DOC saat chick in sehingga diharapkan ayam mempunyai kemampuan hidup lebih tinggi dan lebih tahan terhadap perubahan lingkungan sehat. Datangkan DOC yang berasal dari induk yang sebelumnya telah divaksin Marek.<br \/>\n\u2022 Optimalkan manajemen persiapan kandang dan masa brooding. Lakukan sanitasi dan disinfeksi kandang (Medisep, Antisep atau Neo Antisep) serta perketat biosekuriti.<br \/>\n\u2022 Pastikan ketercukupan nutrisi terutama kandungan mineral dari pakan yang diberikan, dapat dilakukan pengujian di MediLab (Laboratorium Medion). Sehingga kejadian kelumpuhan akibat defisiensi nutrisi dapat dicegah.<br \/>\n\u2022 Tambahkan premiks yang mengandung multivitamin, asam amino dan mineral untuk memacu pertumbuhan yang optimal (Mix Plus).<br \/>\n\u2022 Berikan juga multivitamin dan mineral Calvita untuk mencegah terjadinya kelumpuhan.<br \/>\n\u2022 Cegah penyakit infeksius yang disebabkan virus dengan melakukan vaksinasi. Seperti memberikan vaksinasi pada ayam pembibit dan ayam petelur menggunakan Medivac Reo untuk mencegah infeksi Reovirus. Berikan juga vaksin kombinasi pox (cacar) dan AE menggunakan Medivac AE-Pox.<br \/>\n\u2022 Untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh kita juga dapat memberikan pengobatan suportif dengan pemberian Imustim sebagai imunostimulan (peningkat sistem imun) atau multivitamin seperti Vita Stress dan Fortevit. Adv<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanya Apa penyebab kaki ayam lumpuh dan banyak yang mati? Bagaimana cara mengantisipasinya? Sdr. Fikal Chaniago Email : syufikaladnando19@gmail.com Jawab: Terima kasih atas pertanyaan yang disampaikan. Kelumpuhan pada ayam merupakan salah satu masalah serius di peternakan ayam. Kasus kelumpuhan memang lebih banyak menyerang ayam pedaging. Namun, pada beberapa kasus juga dapat terjadi juga pada ayam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":20853,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[19],"tags":[163,67,1167],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsul-medion-mencegah-kelumpuhan-pada-ayam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Konsul Medion : Mencegah Kelumpuhan pada Ayam | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tanya Apa penyebab kaki ayam lumpuh dan banyak yang mati? Bagaimana cara mengantisipasinya? Sdr. Fikal Chaniago Email : syufikaladnando19@gmail.com Jawab: Terima kasih atas pertanyaan yang disampaikan. Kelumpuhan pada ayam merupakan salah satu masalah serius di peternakan ayam. Kasus kelumpuhan memang lebih banyak menyerang ayam pedaging. Namun, pada beberapa kasus juga dapat terjadi juga pada ayam [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsul-medion-mencegah-kelumpuhan-pada-ayam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-10-18T06:11:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-01-13T06:14:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/foto-ayam-kerdil-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"570\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsul-medion-mencegah-kelumpuhan-pada-ayam\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/foto-ayam-kerdil-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/foto-ayam-kerdil-1.jpg\",\"width\":800,\"height\":570},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsul-medion-mencegah-kelumpuhan-pada-ayam\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsul-medion-mencegah-kelumpuhan-pada-ayam\/\",\"name\":\"Konsul Medion : Mencegah Kelumpuhan pada Ayam | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsul-medion-mencegah-kelumpuhan-pada-ayam\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-10-18T06:11:30+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-13T06:14:48+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsul-medion-mencegah-kelumpuhan-pada-ayam\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsul-medion-mencegah-kelumpuhan-pada-ayam\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsul-medion-mencegah-kelumpuhan-pada-ayam\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsul-medion-mencegah-kelumpuhan-pada-ayam\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsul-medion-mencegah-kelumpuhan-pada-ayam\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsul-medion-mencegah-kelumpuhan-pada-ayam\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Konsul Medion : Mencegah Kelumpuhan pada Ayam\",\"datePublished\":\"2022-10-18T06:11:30+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-13T06:14:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsul-medion-mencegah-kelumpuhan-pada-ayam\/#webpage\"},\"wordCount\":787,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/konsul-medion-mencegah-kelumpuhan-pada-ayam\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/foto-ayam-kerdil-1.jpg\",\"keywords\":[\"#Medion\",\"adv7\",\"konsul medion\"],\"articleSection\":[\"Advertorial\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/foto-ayam-kerdil-1.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-5qk","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20852"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20852"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20852\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20854,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20852\/revisions\/20854"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20853"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20852"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20852"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20852"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}