{"id":20880,"date":"2023-01-02T10:01:02","date_gmt":"2023-01-02T03:01:02","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=20880"},"modified":"2023-01-20T09:55:22","modified_gmt":"2023-01-20T02:55:22","slug":"rekam-jejak-perunggasan-2022","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/rekam-jejak-perunggasan-2022\/","title":{"rendered":"Rekam Jejak Perunggasan 2022"},"content":{"rendered":"<h6>Jika melihat kembali perjalanan bisnis perunggasan sepanjang tahun 2022, banyak hal yang terjadi dan bisa diangkat ke permukaan untuk menyegarkan ingatan para <em>stakeholder. <\/em>Setelah melalui pandemi Covid-19 selama kurang lebih dua tahun, di tahun 2022 pemerintah mulai mengendurkan pembatasan yang telah diberlakukan selama dua tahun berselang.<\/h6>\n<blockquote class=\"td_pull_quote td_pull_center\"><p><span style=\"color: #000000;\"><em>Perjalanan industri perunggasan tidak bisa dibilang mulus dari awal tahun 2022, bahkan hingga menuju pergantian tahun 2023. Berbagai macam kejadian tersebut tentu akan sangat berpengaruh terhadap perjalanan perunggasan di tahun 2023.<\/em><\/span><\/p><\/blockquote>\n<h6>Walaupun di awal tahun hingga kuartal pertama tahun 2022 kasus Covid-19 masih berada di angka yang cukup tinggi, sehingga pemerintah kembali memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).<\/h6>\n<h6><strong>Pandemi Covid 19<\/strong><\/h6>\n<h6>Setelah melihat kasus aktif terus menurun dan tingkat vaksinasi yang terus meningkat, akhirnya pemerintah memutuskan untuk \u2018menguji\u2019 tingkat laju penyebaran Covid-19 apakah memang sudah menurun atau masih dalam tahap yang mengkhawatirkan dengan melonggarkan kegiatan masyarakat berupa mudik lebaran 2022. Hasilnya, memang dengan pelonggaran tersebut tidak terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang berarti. Dampaknya terhadap perunggasan juga terlihat positif, yang mana konsumsi unggas ikut naik ketika restoran dan rumah makan diperbolehkan untuk menghidangkan berbagai menu untuk bisa santap di tempat.<\/h6>\n<h6>Menurut keterangan Istanto kepada majalah <em>Poultry Indonesia<\/em> di edisi Oktober 2022 dalam rubrik <em>Laporan Utama, <\/em>keterpurukan pelaku usaha kuliner sangat dirasakan ketika memasuki masa awal pandemi Covid-19 pada bulan Maret tahun 2020 silam hingga tahun 2021. Kala itu, pembatasan wilayah yang diterapkan oleh pemerintah menimbulkan kemelut ekonomi yang begitu parah. Hal ini terjadi lantaran pembatasan wilayah berimplikasi terhadap berhentinya proses distribusi barang dan berimbas kepada semua industri. Melalui jumlah <em>outlet<\/em>-nya, Istanto sangat merasakan dampak yang ditimbulkan kala pandemi Covid-19. \u201cPada saat sebelum pandemi, <em>outlet<\/em> Ayam Goreng Karawaci ada sekitar 140-an. Saat pandemi, <em>outlet <\/em>kami hanya tersisa 60-an saja. Setelah mulai transisi memasuki endemi, kami sudah mendekati 100 outlet yang tersebar khususnya di Jabodetabek dan di luar Pulau Jawa,\u201d cerita Istanto.<\/h6>\n<h6>Masih dalam sumber yang sama, dia mengakui bahwa penjualan <em>online <\/em>sangat membantunya untuk tetap eksis kala pandemi Covid-19<em>.<\/em> Transaksi yang dilakukan secara <em>online <\/em>dengan tanpa adanya pertemuan fisik secara langsung, membuat platform digital ramai digunakan oleh masyarakat. \u201cWaktu pandemi itu kita bisa bicara penjualan sebesar 75% dilakukan melalui platform digital. Dengan kondisi yang sudah berangsur-angsur pulih, mungkin sekarang penjualan <em>online <\/em>berkontribusi sekitar 25%,\u201d ucapnya.<\/h6>\n<h6><strong>Kondisi geopolitik dunia<\/strong><\/h6>\n<h6>Dengan adanya konflik geopolitik Rusia-Ukraina yang tak kunjung usai, membuat tatanan pasokan pangan global makin tidak menentu. Hal ini menyebabkan kenaikan harga pangan tidak dapat dihindari. Sebagai salah satu produsen energi terbesar, konflik Rusia-Ukraina sontak membuat lonjakan pada harga minyak bumi yang merupakan penopang utama sistem logistik dan perdagangan global. Selain itu, konflik ini juga menyebabkan harga pupuk global melonjak, karena kedua negara tersebut merupakan produsen besar gas dunia, yang digunakan sebagai bahan baku produksi pupuk. Hal ini secara langsung juga membuat biaya produksi pertanian kian mahal dan memengaruhi hasil produksi di berbagai negara.<\/h6>\n<h6>Merujuk pada Majalah <em>Poultry Indonesia<\/em> edisi November 2022 di rubrik laporan utama. berdasarkan pengamatan PBB, harga pangan global pada tahun 2022 meningkat sekitar 33%, serta harga pupuk meningkat lebih dari 50%. Harga urea di pasar global meningkat mendekati 1.000 dolar\/ton. Kemudian berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO), harga komoditas biji-bijian dunia, termasuk barley, gandum, dan jagung mengalami kenaikan mencapai 17,1%. Hal senada disampaikan oleh Prof. Budi Tangendjaja, Ph.D, selaku Technical Consultant Nutrition and Feed Technology. Menurutnya kesulitan persoalan biji-bijian ini bukan terjadi saat perang saja. Namun sebelum perang sebenarnya juga telah terjadi kesulitan yang disebabkan oleh transportasi dan logistik yang mengalami stagnasi luar biasa, sehingga biayanya menjadi sangat mahal. Dilain sisi, dirinya tidak menampik tren kenaikan harga internasional, seperti jagung yang naik hingga 2 kali lipat, dimana awalnya 3,5 Dolar Amerika Serikat\/bushel, meningkat menjadi 6 Dolar AS lebih\/bushelnya. Sementara bungkil kedelai yang tadinya 9-10 Dolar AS\/bushel, sekarang sudah 14 Dolar AS\/bushel.<\/h6>\n<h6>Merespon kondisi global yang kian tidak menentu, membuat beberapa negara melakukan pembatasan ekspor guna menjaga stok pangan di dalam negeri masing-masing. Sebagai contoh, kebijakan larangan ekspor gandum yang dikeluarkan India. Larangan tersebut dilakukan guna mengantisipasi kenaikan harga gandum akibat terjadinya gelombang panas yang melanda negara tersebut. Selain itu, Malaysia juga sempat melarang kegiatan ekspor ayam, hingga memicu krisis di Singapura. Kondisi ini membuat tatanan pangan di dunia kian bergejolak.<\/h6>\n<h6>Dinamika ini sudah pasti akan berpengaruh terhadap aktivitas produksi pangan di Indonesia. Tak terkecuali pada bidang perunggasan. Kendati telah mampu berswasembada, namun lini usaha yang mempunyai proporsi terbesar dalam pemenuhan protein hewani nasional ini, tak bisa lepas dari pengaruh gejolak global yang tengah terjadi. Seperti halnya dalam penyediaan pakan. Dimana kita ketahui bahwa untuk saat ini bahan pakan sumber protein masih harus dipenuhi dari luar negeri (impor). Belum lagi beberapa <em>feed additive<\/em> lainnya.<\/h6>\n<h6><strong>Supply demand<\/strong><\/h6>\n<h6>Seiring dengan asumsi stok yang berlebih sepanjang tahun, maka pemerintah mengeluarkan SE <em>Cutting <\/em>dalam rangka menyeimbangkan harga di tingkat peternak. Menurut Achmad Dawami selaku ketua Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), dalam mengatasi ketidakseimbangan antara <em>supply and demand<\/em>, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan agar bisa mencapai titik keseimbangan tersebut. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan memberlakukan <em>Key Performance Index<\/em> (KPI) untuk perusahaan yang telah mendapat izin untuk impor <em>Grand Parent Stock<\/em> (GPS). \u201cRealisasi Impor GPS broiler mencapai 92% yaitu sebanyak 580.905 ekor, tapi sampai Desember sudah bisa terpenuhi. Bahkan sekarang dukungan pemerintah untuk menstabilkan harga diberikan beberapa aturan-aturan main, siapa pun yang ingin impor GPS harus memenuhi kriteria penilaian penetapan KPI Impor GPS,\u201d ungkap Dawami Selasa, (22\/11) di Menara 165.<\/h6>\n<h6>Masih menurut Dawami, pemerintah sesuai dengan amanat Undang Undang Pangan No. 18 tahun 2012, harus melakukan langkah\u2013langkah tertentu untuk menyeimbangkan <em>supply<\/em> dan <em>demand<\/em> \u201cKetidakseimbangan itu pasti akan dibantu oleh pemerintah, karena pemerintah berpacu pada UU Pangan 18 thn 2012, Pemerintah harus mengatur beberapa kebijakan yang dikeluarkan yaitu adanya pengendalian <em>supply<\/em> melalui Cutting HE,\u201d jelas Dawami.<\/h6>\n<h6>Kebijakan <em>Cutting<\/em> HE menurutnya, merupakan langkah jangka pendek yang diambil pemerintah dalam rangka menstabilkan harga di tingkat peternak. Hal tersebut diambil berdasarkan asumsi bahwa jika tidak dilakukan <em>cutting<\/em> maka akan terjadi <em>oversupply<\/em> untuk komoditas ayam ras pedaging<em>. \u201c<\/em>Pemerintah mengeluarkan kebijakan dengan melakukan <em>cutting<\/em>. Memang suplai menurun dan masih kelebihan 498 juta ekor per tahun. Hal ini saya rasa karena konsumsi ayam ras tidak naik, bahkan mengalami penurunan Karena tidak terjadi keseimbangan antara supply yang menurun dan permintaannya yang berkurang,\u201d ucap Dawami.<\/h6>\n<h6>Menurut Edy Wahyudin selaku Ketua Harian Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia saat ditemui di Menara 165, Jakarta, Selasa (22\/11), sepanjang tahun 2022 perjalanan bisnis untuk para peternak ayam ras sangat tidak menggembirakan. Menurutnya pada tahun tersebut berdasarkan data yang ia miliki, harga broiler di tingkat peternak yang berada di atas harga pokok peternak terjadi pada periode Februari \u2013 Maret. Selebihnya, terlihat berada di bawah harga pokok peternak. \u201cJika diibaratkan, usaha ayam broiler mandiri ini seperti kapal selam. Kalau tidak naik ke permukaan maka lambat laun akan mati,\u201d Jelas Edy.<\/h6>\n<h6>Masih menurut Edy, tahun 2022 juga merupakan tahun yang menuntut para pebisnis untuk berhitung ulang terkait dengan bisnisnya. Biaya produksi untuk para peternak anggota Pinsar Indonesia adalah RP21.000,00, sedangkan harga ayam di kandang itu harga jual ayam hidup hanya sebesar Rp13.000,00. Maka dari itu, Edy juga menegaskan bahwa pada tahun tersebut banyak sekali peternak yang lebih banyak menghitung rugi, daripada menghitung keuntungan.<\/h6>\n<h6>Edy juga menambahkan bahwa pada kenyataannya peternak mandiri yang beredar di Indonesia sudah tinggal 20 persen saja, sisanya pindah bergabung menjadi mitra dari perusahaan kemitraan. Bahkan menurutnya Kondisi peternakan di Indonesia saat ini sudah syarat dengan teknologi. \u201cPeternak mandiri sekalipun kebanyakan sudah meninggalkan sistem <em>open house<\/em>, diganti dengan sistem <em>closed house<\/em>, sehingga dengan menggunakan <em>closed house<\/em> peluang para peternak mandiri untuk bergabung menjadi mitra itu sangat tinggi, jadi nantinya mungkin para peternak mandiri itu akan berkolaborasi dengan para perusahaan kemitraan,\u201d ungkap Edy.<\/h6>\n<h6><em><strong>Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Laporan Utama pada majalah Poultry Indonesia edisi Januari 2023. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: 021-62318153 atau sirkulasi@poultryindonesia.com<\/strong><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika melihat kembali perjalanan bisnis perunggasan sepanjang tahun 2022, banyak hal yang terjadi dan bisa diangkat ke permukaan untuk menyegarkan ingatan para stakeholder. Setelah melalui pandemi Covid-19 selama kurang lebih dua tahun, di tahun 2022 pemerintah mulai mengendurkan pembatasan yang telah diberlakukan selama dua tahun berselang. Perjalanan industri perunggasan tidak bisa dibilang mulus dari awal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":8626,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[20,5],"tags":[33],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/rekam-jejak-perunggasan-2022\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rekam Jejak Perunggasan 2022 | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jika melihat kembali perjalanan bisnis perunggasan sepanjang tahun 2022, banyak hal yang terjadi dan bisa diangkat ke permukaan untuk menyegarkan ingatan para stakeholder. Setelah melalui pandemi Covid-19 selama kurang lebih dua tahun, di tahun 2022 pemerintah mulai mengendurkan pembatasan yang telah diberlakukan selama dua tahun berselang. Perjalanan industri perunggasan tidak bisa dibilang mulus dari awal [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/rekam-jejak-perunggasan-2022\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-01-02T03:01:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-01-20T02:55:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/chickens-poultry-farm.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1071\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/rekam-jejak-perunggasan-2022\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/chickens-poultry-farm.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/chickens-poultry-farm.jpg\",\"width\":\"1600\",\"height\":\"1071\",\"caption\":\"(image source: britannica.com)\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/rekam-jejak-perunggasan-2022\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/rekam-jejak-perunggasan-2022\/\",\"name\":\"Rekam Jejak Perunggasan 2022 | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/rekam-jejak-perunggasan-2022\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2023-01-02T03:01:02+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-20T02:55:22+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/rekam-jejak-perunggasan-2022\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/rekam-jejak-perunggasan-2022\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/rekam-jejak-perunggasan-2022\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/rekam-jejak-perunggasan-2022\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/rekam-jejak-perunggasan-2022\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/rekam-jejak-perunggasan-2022\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/813e5fc62846aab942f2be814089cf5e\"},\"headline\":\"Rekam Jejak Perunggasan 2022\",\"datePublished\":\"2023-01-02T03:01:02+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-20T02:55:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/rekam-jejak-perunggasan-2022\/#webpage\"},\"wordCount\":1249,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/rekam-jejak-perunggasan-2022\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/chickens-poultry-farm.jpg\",\"keywords\":[\"berita1\"],\"articleSection\":[\"Berita Terkini\",\"Laporan Utama\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/813e5fc62846aab942f2be814089cf5e\",\"name\":\"Domi Sattyananda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocIXhJe-sPcDQ8xWOWaR2hEXbnpNB7YsX2l52Q-bbJZozPGwwg=s96-c\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocIXhJe-sPcDQ8xWOWaR2hEXbnpNB7YsX2l52Q-bbJZozPGwwg=s96-c\",\"caption\":\"Domi Sattyananda\"},\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/m_domi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/chickens-poultry-farm.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-5qM","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20880"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20880"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20880\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20881,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20880\/revisions\/20881"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8626"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20880"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20880"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20880"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}