{"id":21595,"date":"2023-05-21T15:34:41","date_gmt":"2023-05-21T08:34:41","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=21595"},"modified":"2023-06-06T15:41:56","modified_gmt":"2023-06-06T08:41:56","slug":"pentingnya-vaksinasi-untuk-cegah-penyakit-marek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/pentingnya-vaksinasi-untuk-cegah-penyakit-marek\/","title":{"rendered":"Pentingnya Vaksinasi untuk Cegah Penyakit Marek"},"content":{"rendered":"<h6>Dalam 2 tahun terakhir, Wayan banyak mendapatkan laporan kasus Marek di lapangan. Menurutnya, virus Marek dapat ditularkan dari lingkungan. Di daerah endemik, virus penyakit Marek dapat bertahan pada suhu ruang selama beberapa bulan. Oleh karena itu, untuk mencegah penyakit ini, Wayan menyarankan untuk mengedepankan vaksinasi sedini mungkin.<\/h6>\n<blockquote class=\"td_pull_quote td_pull_center\"><p><span style=\"color: #000000;\">Vaksinasi sangat penting dalam kasus penyakit Marek karena virus Marek yang bersifat cell-associated, sehingga vaksin yang diaplikasikan harus tetap utuh dan hidup.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<h6>\u201cVaksinasi biasanya dilakukan pada <em>hatchery<\/em>. Jenis vaksin Marek ini adalah vaksin hidup, tetapi serotipenya ada bermacam-macam, tergantung dari kondisi di lapangan. Namun, pada umumnya, di lapangan digunakan vaksin lebih dari satu serotipe sesuai dengan kondisi yang ada. Dari apa yang saya amati di lapangan, biasanya penggunaan kombinasi dari serotipe yang ada ini memberikan hasil yang lebih baik daripada hanya menggunakan satu serotipe saja,\u201d terangnya.<\/h6>\n<h6>Menurut Wayan, vaksinasi memegang peranan penting dalam kasus penyakit Marek karena virus Marek yang bersifat cell-associated, sehingga vaksin yang diaplikasikan harus tetap utuh dan hidup. Ia mengatakan bahwa jika terdapat penyakit Marek pada suatu peternakan, maka dapat dipastikan ada kesalahan dalam mengelola dan mengaplikasikan vaksin Marek.<\/h6>\n<h6>\u201cVaksin yang diaplikasikan harus tetap utuh dan hidup, jangan sampai ada sel-sel pembawanya yang pecah. Pecahnya sel-sel pembawa ini dapat disebabkan oleh kesalahan pada thawing vaksin. Ada SOP dan petunjuk dari pabriknya yang harus diikuti untuk memindahkan vaksin dari beku ke suhu kamar atau suhu ruang. Jadi, mohon diikuti dan jangan sekali-sekali memodifikasi aplikasi vaksin Marek yang telah ditetapkan oleh produsen,\u201d himbaunya.<\/h6>\n<h6><strong>Faktor penting dalam vaksin Marek<\/strong><\/h6>\n<h6>Dalam pengaplikasian vaksinasi, tentu ada kegagalan yang bisa saja terjadi. Menurut Wayan, kegagalan vaksinasi Marek mungkin saja terjadi. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kegagalan vaksin adalah ketika kekebalan tubuh ayam tertekan atau mengalami imunosupresi, sehingga apa pun yang bersifat menekan kekebalan sangatlah penting untuk diperhatikan.<\/h6>\n<h6>\u201cImunosupresi bisa terjadi akibat adanya senyawa-senyawa tertentu yang menekan respons kebal atau respons ayam terhadap vaksin. Salah satunya adalah adanya mikotoksin yang disebabkan oleh aflatoksin, T2 toksin, okratoksin, dan lain sebagainya,\u201d terangnya.<\/h6>\n<h6>Selain toksin, Wayan juga menekankan pentingnya cara handling yang baik dan benar dalam proses pemberian vaksinasi untuk meminimalisasikan stres pada ayam. Fondasi penting lainnya yang harus diperhatikan adalah keseimbangan nutrien yang cukup untuk memaksimalkan dan mengoptimalkan respons imun.<\/h6>\n<h6>\u201cHanya ayam yang bugar yang nantinya akan memberikan respons terhadap vaksin secara maksimal, sehingga penting untuk memperhatikan faktor-faktor seperti nutrien, status imun, handling, dan stres pada ayam,\u201d tekannya.<\/h6>\n<h6><strong>Kiat cegah penyakit Marek<\/strong><\/h6>\n<h6>Dalam hal mencegah penyakit Marek, Wayan kembali mengingatkan bahwa penyakit Marek merupakan penyakit yang dapat diperoleh dari lingkungan, sehingga berkaitan dengan kaidah-kaidah dasar, yakni masa kering kandang atau masa istirahat kandang. Masa kering kandang biasanya dilakukan setidaknya tiga minggu setelah kandang itu dibersihkan dan kemudian didesinfeksi.<\/h6>\n<h6>\u201cHal ini sangat penting karena kandang dikosongkan dalam rangka memutus sirkulasi virus Marek yang ada di peternakan tersebut. Virus Marek bisa ada di lingkungan bersama dengan folikel bulu, folikel kulit, atau bulu dan sel-sel kulit yang terlepas yang kemudian berperan sebagai reservoir untuk menginfeksi ayam berikutnya,\u201d jelasnya.<\/h6>\n<h6>Wayan mengatakan masa kering kandang yang cukup panjang dapat membunuh virus Marek dengan efektif karena virus hanya bisa hidup di dalam sel yang hidup, sehingga setelah tiga minggu, kemampuannya untuk menginfeksi akan menurun. Menurunnya kemampuan infeksi virus dapat menekan kejadian penyakit pada kandang.<\/h6>\n<h6>\u201cHal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah penerapan prinsip biosekuriti yang di dalamnya terdapat isolasi, sanitasi, dan kontrol pergerakan. Yang paling berkaitan dengan penyakit Marek adalah sanitasi, seperti pencucian dan desinfeksi kandang. Virus Marek tidak sekuat Gumboro, sehingga desinfektan yang biasa digunakan untuk yang bisa membunuh virus relatif berguna,\u201d tuturnya.<\/h6>\n<h6>Meski terbilang lebih mudah dibasmi dibandingkan virus Gumboro, di akhir sesi wawancara, Wayan menyarankan para peternak untuk tetap meminta saran atau penjelasan dari para technical service di lapangan terkait langkah-langkah pencegahan penyakit Marek yang tepat dengan kondisi peternakan yang ada.<\/h6>\n<h6><em><strong>Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Kesehatan pada majalah Poultry Indonesia edisi Mei 2023. Baca selengkapnya pada majalah Poultry Indonesia edisi Mei 2023. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: 021-62318153 atau sirkulasi@poultryindonesia.com <\/strong><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam 2 tahun terakhir, Wayan banyak mendapatkan laporan kasus Marek di lapangan. Menurutnya, virus Marek dapat ditularkan dari lingkungan. Di daerah endemik, virus penyakit Marek dapat bertahan pada suhu ruang selama beberapa bulan. Oleh karena itu, untuk mencegah penyakit ini, Wayan menyarankan untuk mengedepankan vaksinasi sedini mungkin. Vaksinasi sangat penting dalam kasus penyakit Marek karena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":21129,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[20,10,8],"tags":[35],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/pentingnya-vaksinasi-untuk-cegah-penyakit-marek\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pentingnya Vaksinasi untuk Cegah Penyakit Marek | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam 2 tahun terakhir, Wayan banyak mendapatkan laporan kasus Marek di lapangan. Menurutnya, virus Marek dapat ditularkan dari lingkungan. Di daerah endemik, virus penyakit Marek dapat bertahan pada suhu ruang selama beberapa bulan. Oleh karena itu, untuk mencegah penyakit ini, Wayan menyarankan untuk mengedepankan vaksinasi sedini mungkin. Vaksinasi sangat penting dalam kasus penyakit Marek karena [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/pentingnya-vaksinasi-untuk-cegah-penyakit-marek\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-05-21T08:34:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-06T08:41:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Gambar-2-Aplikasi-pemberian-vaksin-yang-tepat-menjadi-hal-yang-sangat-penting-1024x683.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"683\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/pentingnya-vaksinasi-untuk-cegah-penyakit-marek\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Gambar-2-Aplikasi-pemberian-vaksin-yang-tepat-menjadi-hal-yang-sangat-penting.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Gambar-2-Aplikasi-pemberian-vaksin-yang-tepat-menjadi-hal-yang-sangat-penting.jpeg\",\"width\":1417,\"height\":945},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/pentingnya-vaksinasi-untuk-cegah-penyakit-marek\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/pentingnya-vaksinasi-untuk-cegah-penyakit-marek\/\",\"name\":\"Pentingnya Vaksinasi untuk Cegah Penyakit Marek | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/pentingnya-vaksinasi-untuk-cegah-penyakit-marek\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2023-05-21T08:34:41+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-06T08:41:56+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/pentingnya-vaksinasi-untuk-cegah-penyakit-marek\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/pentingnya-vaksinasi-untuk-cegah-penyakit-marek\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/pentingnya-vaksinasi-untuk-cegah-penyakit-marek\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/pentingnya-vaksinasi-untuk-cegah-penyakit-marek\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/pentingnya-vaksinasi-untuk-cegah-penyakit-marek\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/pentingnya-vaksinasi-untuk-cegah-penyakit-marek\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/3e45996316f48c14f19983edebd9c8d4\"},\"headline\":\"Pentingnya Vaksinasi untuk Cegah Penyakit Marek\",\"datePublished\":\"2023-05-21T08:34:41+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-06T08:41:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/pentingnya-vaksinasi-untuk-cegah-penyakit-marek\/#webpage\"},\"wordCount\":656,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/pentingnya-vaksinasi-untuk-cegah-penyakit-marek\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Gambar-2-Aplikasi-pemberian-vaksin-yang-tepat-menjadi-hal-yang-sangat-penting.jpeg\",\"keywords\":[\"berita3\"],\"articleSection\":[\"Berita Terkini\",\"Kesehatan\",\"Ulas Unggas\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/3e45996316f48c14f19983edebd9c8d4\",\"name\":\"Diana Putri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/135d83e1d7a26c0da84966512304f41e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/135d83e1d7a26c0da84966512304f41e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Diana Putri\"},\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/dianarpt\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Gambar-2-Aplikasi-pemberian-vaksin-yang-tepat-menjadi-hal-yang-sangat-penting.jpeg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-5Cj","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21595"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21595"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21595\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21598,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21595\/revisions\/21598"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21129"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21595"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21595"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21595"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}