{"id":21737,"date":"2023-06-19T12:37:01","date_gmt":"2023-06-19T05:37:01","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=21737"},"modified":"2023-07-03T12:44:11","modified_gmt":"2023-07-03T05:44:11","slug":"sepak-terjang-menjaga-efektivitas-imbuhan-pakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sepak-terjang-menjaga-efektivitas-imbuhan-pakan\/","title":{"rendered":"Sepak Terjang Menjaga Efektivitas Imbuhan Pakan"},"content":{"rendered":"<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Produk imbuhan pakan yang menjadi pengganti AGP bekerja secara spesifik terhadap suatu permasalahan tertentu. Oleh demikian, penggunaan produk pengganti AGP harus didasari dengan permasalahan yang ada di lapangan, sehingga dapat mengetahui preparat seperti apa yang kita butuhkan.<\/span><\/h6>\n<blockquote class=\"td_pull_quote td_pull_center\"><p><span style=\"color: #000000;\"><strong><i>Tanpa mengurangi manfaat dari imbuhan pakan,&nbsp; para pelaku usaha termasuk peternak harus melakukan siasat untuk memaksimalkan efektivitas imbuhan pakan.<\/i><\/strong><\/span><\/p><\/blockquote>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Di pasaran, banyak sekali produk pengganti AGP, tetapi tentu tidak semuanya dapat dipakai. Karena jika memakai semua produk akan membengkakkan biaya produksi peternak, sehingga penggunaannya akan tidak efektif.<\/span><\/h6>\n<h6><b>Memilih imbuhan pakan sesuai dengan kebutuhan<\/b><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Dewasa ini, semakin beragamnya produk imbuhan pakan khususnya pengganti AGP mendorong para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">feedmill <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan peternak untuk pintar-pintar memilih produk yang tepat. Dalam pemilihan ini, tentu para peternak harus mengetahui permasalahan yang ada di lapangan. Menerapkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">recording <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang baik sangat dibutuhkan peternak untuk mendokumentasikan aktivitas dan kondisi ayam setiap hari, yang nantinya menghasilkan sebuah data performa ayam. Penerapan ini nantinya dapat memudahkan peternak untuk menganalisa suatu permasalahan yang ada.&nbsp;<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Hal tersebut disampaikan oleh Muhsin Al Anas selaku Dosen Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada. Mengutip dari rubrik Tata Laksana majalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Poultry Indonesia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> edisi April 2023, Muhsin mengatakan bahwa terdapat dua pertimbangan yang harus dipersiapkan oleh peternak. Kedua hal ini menjadi acuan peternak agar pemberian imbuhan pakan tidak terkesan sia-sia dan justru memperbesar biaya produksi. Hal pertama yang harus dipertimbangkan adalah pemberian imbuhan pakan harus mengacu permasalahan aktual di lapangan. Dengan begitu, pemberian imbuhan pakan harus didasari oleh data <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">recording <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang jelas.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSetiap<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">imbuhan pakan<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">memiliki perannya masing-masing, tergantung dari masalah yang ingin diselesaikan. Contoh pada kandang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open house <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang memiliki potensi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">heat stress<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sangat tinggi, maka dalam pemeliharaannya membutuhkan imbuhan pakan yang bersifat menangkal radikal bebas seperti antioksidan, fitogenik atau herbal dapat diberikan pada peternakan tersebut. Kemudian contoh kasus lainnya, suatu pakan memiliki bahan pakan yang sulit untuk dicerna, sehingga perlu menambahkan imbuhan pakan berupa enzim untuk membantu meningkatkan kecernaan pakan,\u201d terangnya saat berbincang dengan Poultry Indonesia secara daring melalui Zoom, Senin (27\/3).<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Sependapat dengan Muhsin, Mega Pratiwi Saragi selaku Nutritionist PT BEC Feed Solutions Indonesia, mengatakan bahwa untuk mencari produk yang dapat menyamai AGP harus menggunakan beberapa kombinasi. Apapun kombinasinya, peternak tetap harus memperhatikan efektivitasnya. Dengan begitu, pemilihan kombinasi imbuhan pakan tersebut harus disusun dengan program, bukan perkara suatu produk digantikan dengan produk yang lainnya.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPemilihan imbuhan pakan oleh peternak harus dikondisikan sesuai di lapangan. Dari segi kontrol bakteri patogen, misal bakteri negatif dan positif, maka pilihlah produk yang bisa bekerja secara luas untuk mengontrol secara langsung. Saya melihat bahwa bahan baku asam organik mampu melakukan itu,\u201d ucapnya saat diskusi bersama Poultry Indonesia melalui Zoom, Jumat (12\/5).<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, pemberian imbuhan pakan juga bisa didasari oleh hasil produk yang diinginkan. Sebagai contoh, penambahan imbuhan pakan seperti zat pewarna mampu meningkatkan warna kuning telur pada ayam. Selain itu, beberapa penelitian menyebutkan penggunaan probiotik dalam pakan unggas mampu menurunkan kadar kolesterol dalam daging. Dengan begitu, peternak dapat meningkatkan nilai tambah dan harga jual produk.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, Yulia Fransiska sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Technical Education &amp; Consultation, Nutrition &amp; Poultry Management Assistant Manager<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Medion mengatakan, sudah banyak peternak yang peduli dan&nbsp; menggunakan alternatif pengganti AGP, namun manfaatnya masih belum dirasakan sepenuhnya oleh beberapa peternak. Yulia menyarankan, peternak harus mengidentifikasi terlebih dahulu kebutuhan di lapangan berdasarkan permasalahan yang ada di kandang. Selain itu, penggunaan dosis dan pencampurannya pada pakan harus diperhatikan karena penggunaannya yang sedikit akan kurang optimal jika tidak homogen. Dalam identifikasi permasalahan ini, peternak juga dapat berkonsultasi dengan tim teknis perusahaan yang bergerak di bidangnya. Dengan demikian, jenis dan produk imbuhan pakan akan disesuaikan dan diberikan secara tepat sasaran. Selain itu, di zaman yang serba digital ini, peternak juga dapat mencari informasi produk dan berkonsultasi secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online.<\/span><\/i><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cProduk alternatif pengganti AGP sangat beragam dan fungsinya spesifik, ada yang berfungsi untuk meningkatkan kecernaan pakan, kesehatan ternak, dan sebagainya, sehingga di lapangan masih banyak peternak yang belum bisa memilih imbuhan pakan yang harus digunakan. Maka dari itu, kami sebagai teknisi di lapangan harus aktif dalam mengedukasi terkait penggunaan imbuhan pakan, mulai dari manfaatnya, bagaimana penggunaannya, dan bagaimana teknik pencampuran di dalam pakan. Informasi tersebut juga dapat diakses melalui internet di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan media sosial,\u201d ujar Yulia kepada Poultry Indonesia melalui Zoom, Jumat (26\/5).<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah berhasil mengidentifikasi permasalahan di lapangan, tim teknis produk imbuhan pakan terkait harus mengedukasikan tata cara pemakaiannya kepada peternak. Hal ini membutuhkan suatu penjelasan yang detail, sehingga mudah dipahami oleh peternak. Jika peternak dapat memahami dengan baik informasi tersebut, maka akan sangat jelas sekali dampak penggunaan imbuhan pakan yang dirasakan di lapangan.&nbsp;<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, Roro Jessieca Ginting selaku Program Manager PT Trouw Nutrition Indonesia juga ikut berbicara. Menurutnya, memang tidak pernah ada transisi yang berjalan dengan mulus. Dalam transisi tersebut, pasti akan ada masa adaptasi terlebih dahulu. Hal tersebut menjadi PR bagi dirinya untuk terus aktif mensosialisasikan produk imbuhan pakan yang dibutuhkan oleh peternak. Untuk mendukung kegiatan tersebut, ia dan timnya terus aktif melakukan pendekatan secara holistik baik kepada peternak maupun perusahaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">feedmill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKami selaku tim teknisi akan mendekatkan diri secara holistik atau menyeluruh. Setelah kami mendapatkan informasi terkait permasalahan di lapangan, kami akan memberikan asistensi, misalnya ketika segmentasinya kepada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">feedmill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, maka kami akan memberikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">assist formulation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Asistensi tersebut merupakan pemberian informasi terhadap penggunaan imbuhan pakan yang terbaik dengan panduan memakai kombinasi apa dengan tetap mempertimbangkan efisiensi biaya,\u201d ujar Roro saat ditemui Poultry Indonesia di Jakarta Selatan, Kamis (25\/5).<\/span><\/h6>\n<h6><b>Kolaborasi aktif antar pemangku kepentingan<\/b><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam menekan harga jual imbuhan pakan di pasaran, Prof. Arnold Parlindungan Sinurat yang juga selaku peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan bahwa kuncinya lembaga peneliti harus berkolaborasi dengan pihak industri. Baik dari lembaga peneliti pemerintah seperti BRIN atau lembaga peneliti pendidikan tinggi seperti Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) sudah menghasilkan banyak riset yang membahas mengenai imbuhan pakan sebagai pengganti AGP. Namun, hasil riset tersebut masih memiliki biaya produksi yang tinggi. Lantaran minimnya industri yang melakukan komersialisasi terhadap hasil riset imbuhan pakan lokal.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPeneliti atau lembaganya harus berani menunjukkan diri atau mengemukakan hasil risetnya. Terus terang, peneliti memang tidak dididik sebagai wirausahawan. Menurut saya, peneliti&nbsp; terlalu konservatif, kita terlalu terfokus kepada hasil yang dikerjakan. Jika saya melihat kepada produk-produk imbuhan pakan luar negeri, sebenarnya produk mereka juga tidak lebih bagus dari produk lokal kita, tetapi mereka berani. Para peneliti atau institusinya harus memberanikan diri, jangan lagi hanya terbatas pada seminar-seminar akademis,\u201d ujarnya saat diwawancarai Poultry Indonesia melalui aplikasi Zoom, Jumat (12\/5).&nbsp;<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Hal senada diutarakan oleh Prof. Ir. Retno Murwani, PhD. MSc. MAppSc. Sebagai dosen&nbsp; yang juga aktif meneliti terkait imbuhan pakan, dirinya menjelaskan bahwa banyak hasil riset yang tidak berjalan dengan sempurna, sehingga tidak menemukan hasil yang utuh. Penyebabnya adalah terhambatnya dana yang berkelanjutan agar suatu riset tersebut berjalan dengan tuntas dan sampai bisa dikomersialkan. Dalam menangani ini, maka para peneliti harus merancangkan sebuah pedoman secara matang terkait riset yang akan dilakukan. Setelah itu, lembaga peneliti harus berani untuk memasarkan hasil-hasil penelitiannya kepada industri untuk kemudian dapat dikomersilkan.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIndustri melihat pasar dan harus memanfaatkan sumber daya manusia di perguruan tinggi untuk melakukan penelitian. Pengembangan penelitian itu tantangannya banyak, tetapi kuncinya harus bersinergi kolaborasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Memang perlu standarisasi metodologi evaluasi yang disepakati. Penerimaan industri untuk menerima produk dari hasil penelitian tergantung dari lembaga peneliti yang melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">review<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, jika industri tidak mengerti maka tidak akan didanai. Hal ini perlu skema panjang, dimana kolaborasi industri dan perguruan tinggi harus lebih digalakkan,\u201d jelasnya kepada Jurnalis Poultry Indonesia ketika berbincang daring via Zoom, Sabtu (6\/5).<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, sebagai Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Desianto Budi Utomo mewakili industri pakan, ia berharap adanya penyediaan imbuhan pakan secara lokal, sehingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">feedmill <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tidak tergantung pada imbuhan pakan impor. Karena dengan menggunakan bahan lokal, maka akan meningkatkan daya beli masyarakat. Sedangkan kalau impor, tidak hanya ketersediaannya, tetapi juga dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap US dollar. Namun, yang harus diperhatikan jika produk lokal adalah tentang kualitas atau mutu imbuhan pakan. Kedua, kelangsungan atau kontinuitas penyediaannya. Kemudian yang ketiga adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">competitive price<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, harganya harus bisa bersaing dengan imbuhan pakan impor.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAnggota GPMT selalu berupaya dan berkoordinasi agar produsen imbuhan pakan lokal terus meningkatkan kualitas, kontinuitas, dan harga yang lebih bersaing dengan produk imbuhan pakan impor. Artinya, kita memberikan kesempatan pada produsen imbuhan pakan lokal untuk menjawab kebutuhan dari industri pakan. Dengan melakukan sosialisasi, kita tidak mengutamakan imbuhan pakan impor jika ketersediaan lokal sudah tersedia. Dengan begitu, harga akan lebih murah karena tidak harus ada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shipping cost <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan dipengaruhi oleh konversi US dollar terhadap rupiah,\u201d terang Desianto kepada Poultry Indonesia melalui panggilan WhatsApp, Selasa (30\/5).<\/span><\/h6>\n<h6><b>Barengi praktik pemeliharaan yang baik&nbsp;<\/b><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Pada intinya, semua peternak pasti menginginkan hasil produksi yang optimal dengan biaya produksi yang seminimal mungkin. Selain melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">recording<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang benar, salah satu langkah yang dapat dilakukan oleh peternak adalah menerapkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Good Farming Practices <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(GFP). Konsep yang mungkin terdengar sederhana, namun dampak positifnya sangat terasa adalah penerapan biosekuriti. Tujuannya untuk meminimalisir datangnya penyakit infeksi bakteri, sehingga peternak dapat lebih mudah untuk mengidentifikasi imbuhan pakan yang dibutuhkan.&nbsp;<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Selaku peternak broiler dibawah naungan Berkah Putra Chicken, Rahmad Susilowarno, mengatakan biosekuriti menjadi faktor penentu keberhasilan budi daya broiler. Produksi yang dihasilkan sangat jauh berbeda kala ia masih menerapkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open house<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Bahkan, dirinya mengaku saat ini tidak menggunakan imbuhan pakan. \u201cSemua pakan yang berasal dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">feedmill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sudah menggaransi kepada kita bahwa pakannya sudah mengandung imbuhan pakan, sehingga kami tidak perlu menambahkan imbuhan pakan lagi. Kita juga sudah beralih ke kandang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">closed house<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan menerapkan biosekuriti, sehingga dapat meminimalisir datangnya penyakit,\u201d tegas Rahmad saat berbincang melalui sambungan telepon WhatsApp, Jumat (26\/5).<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kesehatan ternak sudah terjamin dari praktik biosekuriti, maka peternak dapat mengeliminasi opsi imbuhan pakan yang bersifat sebagai peningkat kesehatan. Dengan begitu, peternak dapat mengoptimalkan produktivitas ternak dari penggunaan imbuhan pakan yang bersifat meningkatkan kecernaan seperti enzim. Menurut drh. Budi Purwanto selaku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Technical &amp; Education Consultation Senior Manager<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Medion, manajemen pemilihan bahan baku pakan menjadi faktor penting bagi peternak yang melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">self-mixing. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, kandungan yang terdapat setiap bahan baku pakan akan menentukan peternak dalam memilih jenis enzim yang dibutuhkan.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBerbicara manajemen pemeliharaan, yang paling utama adalah penerapan biosekuriti. Kemudian, karena Indonesia negara tropis, maka manajemen selanjutnya adalah ventilasi kandang yang harus dijaga, sehingga ammonia tidak tinggi. Manajemen berikutnya adalah pakan, mulai dari pemilihan bahan baku pakan yang baik, bila perlu setiap kita dapat bahan baku pakan dicek terlebih dahulu ke laboratorium untuk dilakukan analisa proksimat dan aflatoksin. Kemudian, teknik pemberian pakan dan pencampuran itu juga penting diperhatikan,\u201d ujarnya saat berbincang bersama Poultry Indonesia melalui Zoom, Jumat (26\/5).<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Lanjut Budi, penggunaan imbuhan pakan dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">feed supplement <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">hukumnya adalah wajib bagi peternak yang melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">self-mixing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, maka peternak bisa menambahkan premiks. Sedangkan untuk peternak yang menggunakan pakan jadi pabrikan tidak menutup kemungkinan harus menambahkan imbuhan pakan. Karena jika&nbsp; penyimpanan pakannya kurang memenuhi persyaratan, maka pakan tersebut bisa dipenuhi dengan pertumbuhan jamur, sehingga perlu menambahkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mold inhibitor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Oleh karenanya, manajemen penyimpanan pakan juga harus diperhatikan dengan baik oleh peternak. <\/span><b><\/b><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Produk imbuhan pakan yang menjadi pengganti AGP bekerja secara spesifik terhadap suatu permasalahan tertentu. Oleh demikian, penggunaan produk pengganti AGP harus didasari dengan permasalahan yang ada di lapangan, sehingga dapat mengetahui preparat seperti apa yang kita butuhkan. Tanpa mengurangi manfaat dari imbuhan pakan,&nbsp; para pelaku usaha termasuk peternak harus melakukan siasat untuk memaksimalkan efektivitas imbuhan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":21738,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[20,5],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sepak-terjang-menjaga-efektivitas-imbuhan-pakan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sepak Terjang Menjaga Efektivitas Imbuhan Pakan | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Produk imbuhan pakan yang menjadi pengganti AGP bekerja secara spesifik terhadap suatu permasalahan tertentu. Oleh demikian, penggunaan produk pengganti AGP harus didasari dengan permasalahan yang ada di lapangan, sehingga dapat mengetahui preparat seperti apa yang kita butuhkan. Tanpa mengurangi manfaat dari imbuhan pakan,&nbsp; para pelaku usaha termasuk peternak harus melakukan siasat untuk memaksimalkan efektivitas imbuhan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sepak-terjang-menjaga-efektivitas-imbuhan-pakan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-06-19T05:37:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-07-03T05:44:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Gambar-1-Pemilihan-imbuhan-pakan-harus-didasarkan-kebutuhan-di-lapangan.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"679\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"454\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sepak-terjang-menjaga-efektivitas-imbuhan-pakan\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Gambar-1-Pemilihan-imbuhan-pakan-harus-didasarkan-kebutuhan-di-lapangan.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Gambar-1-Pemilihan-imbuhan-pakan-harus-didasarkan-kebutuhan-di-lapangan.jpeg\",\"width\":679,\"height\":454},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sepak-terjang-menjaga-efektivitas-imbuhan-pakan\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sepak-terjang-menjaga-efektivitas-imbuhan-pakan\/\",\"name\":\"Sepak Terjang Menjaga Efektivitas Imbuhan Pakan | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sepak-terjang-menjaga-efektivitas-imbuhan-pakan\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2023-06-19T05:37:01+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-03T05:44:11+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sepak-terjang-menjaga-efektivitas-imbuhan-pakan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sepak-terjang-menjaga-efektivitas-imbuhan-pakan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sepak-terjang-menjaga-efektivitas-imbuhan-pakan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sepak-terjang-menjaga-efektivitas-imbuhan-pakan\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sepak-terjang-menjaga-efektivitas-imbuhan-pakan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sepak-terjang-menjaga-efektivitas-imbuhan-pakan\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/2697b3b8e518f035b41d7530b5f0f3f0\"},\"headline\":\"Sepak Terjang Menjaga Efektivitas Imbuhan Pakan\",\"datePublished\":\"2023-06-19T05:37:01+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-03T05:44:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sepak-terjang-menjaga-efektivitas-imbuhan-pakan\/#webpage\"},\"wordCount\":1782,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sepak-terjang-menjaga-efektivitas-imbuhan-pakan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Gambar-1-Pemilihan-imbuhan-pakan-harus-didasarkan-kebutuhan-di-lapangan.jpeg\",\"articleSection\":[\"Berita Terkini\",\"Laporan Utama\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/2697b3b8e518f035b41d7530b5f0f3f0\",\"name\":\"yoga kusuma\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocIgoamjAzoR_xDvLmWgcajqXjlWmDsuWvgX2I6XDTjQXR7vEg=s96-c\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocIgoamjAzoR_xDvLmWgcajqXjlWmDsuWvgX2I6XDTjQXR7vEg=s96-c\",\"caption\":\"yoga kusuma\"},\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/yoga-kusuma\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Gambar-1-Pemilihan-imbuhan-pakan-harus-didasarkan-kebutuhan-di-lapangan.jpeg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-5EB","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21737"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21737"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21737\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21739,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21737\/revisions\/21739"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21738"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21737"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21737"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21737"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}